Wednesday, 7 December 2016

Istri Rayu Pria via Facebook, Kencan, Terus Suaminya Datang

Istri Rayu Pria via Facebook, Kencan, Terus Suaminya Datang

JAKARTA – Polisi meringkus pasangan suami isteri, Zaenal Abidin, 25, dan Rani Rantika alias Rani, 25.

Keduanya merupakan pelaku perampokan dan pemerasan pria-pria hidung belang lewat media sosial facebook.

Keduanya dicokok tim reserse gabungan Polres Jakarta Utara dan Polsek Koja di sebuah pangkalan ojek di kawasan Koja Jakarta Utara, persisnya di Jalan Balai Rakyat Pustaka Kelurahan Rawa Badak Utara Kecamatan Koja Jakarta Utara.

Polisi juga menangkap kaki tangan pasutri ini, yakni Septiawan. Sedangkan satu orang lagi kaki-tangan mereka, yakni David, 26, masih menjadi buronan polisi.

Kepada penyidik, Zaenal mengatakan otak kejahatan ini adalah istrinya, yaitu Rani.

Idenya, Rani dengan menggunakan akun pribadi Facebook miliknya menjerat para calon korbannya dengan cara terlebih dulu merayunya.

Setelah calon korbannya terperdaya, maka Rani mengajak calon korbannya untuk bertemu dan berkencan.

Setelah Rani dan korbannya bertemu, maka datanglah sang suami dibantu dua kaki-tangannya, yakni Septiawan dan David untuk memeras atau merampok sambil mengancam korbannya.

”Jadi modus kawanan ini cukup unik, sebab tersangka RA (Rani) bekerjasama dengan suaminya sendiri. RA yang merayu, suaminya yang memeras,” kata Kasat Reskrim Polres Jakarta Utara AKBP Yuldi Yusman di Mapolres Jakarta Utara, Selasa (6/12).

Menurut Yuldi, sebelum menangkap pasutri ini, pihaknya sudah menerima beberapa laporan terkait aksi kejahatan pasutri ini. Pihaknya yang langsung menggelar penyelidikan begitu menerima laporan langsung berupaya memancing pelaku dengan penyamaran.

Polisi berpura-pura berkenalan dengan Rani melalui akun facebook.

Benar saja, setelah polisi yang menyamar itu berkenalan dengan Rani. Ia pun langsung mengeluarkan kata-kata genit kepada polisi yang menyamar itu melalui chating pribadi.

Selanjutnya, sesuai modus operandi yang sudah diperkirakan polisi, Rani mengajak polisi yang menyamar itu untuk melakukan copy darat.

Semua percakapan Rani turut dipantau suaminya sendiri yang bertindak sebagai ekskutor di lapangan dibantu dua temannya.

Saat pertemuan dilakukan di Jalan Balai Rakyat Pustaka itulah, mendadak Zaenal (suami Rani) bersama Septiawan mendatangi polisi yang menyamar itu.

Zaenal dan Septiawan saat itu juga langsung menodong polisi yang menyamar tersebut, sementara Rani berpura-pura ketakutan dengan mengatakan agar memberikan saja apa yang diminta kawanan penodong itu.

Padahal hal itu hanya akal bulus dan siasat Rani cs. Tak pelak lagi, kawanan itupun langsung diringkus di tempat oleh tim serse yang sudah mengintai dan mengepung lokasi pertemuan.

Sayangnya David yang saat itu tak hadir sehingga lolos dari penangkapan, dan saat ini masih dalam perburuan polisi.

Kepada penyidik, Rani mengatakan kalau semua hasil kejahatan seperti uang tunai langsung dibagi rata diantara pasutri dan dua orang kaki-tangannya itu.

Begitu pun kalau ada jam tangan, ponsel setelah dijual ke penadah hasil penjualannya dibagi rata diantara mereka.

Namun Rani bersikeras kalau dirinya dipaksa suaminya untuk dijadikan umpan semata.

”Jujur Pak, ini baru satu kali (beraksi). Dan ini hanya akal-akalannya suami saya saja,” tutur Rani yang mengaku baru dua tahun dinikahi Zaenal, dan saat ini dirinya sedang hamil 2 bulan.

Ia menambahkan, ”Jujur Pak, saya ini hanya umpan doang. Nyesel saya mau nurutin suami saya. Bagaimana ya, suami menganggur sementara saya sedang hamil. Bingung sayamencari biaya persalinan,” pungkas Rani.

Penyidik sendiri menjerat Rani, Zaenal, dan Septiawan dengan Pasal 265 KUHP dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara. (ind/sam/jpnn)

Modus Perampokan via Facebook

Tersangka: Zaenal, Rani (keduanya pasangan suami istri), Septiawan, dan David

1. Rani menggunakan akun pribadi facebook merayu para korbannya.

2. Rani mengajak calon korbannya untuk bertemu dan berkencan.

3. Setelah Rani dan korbannya bertemu, maka datanglah suaminya, Zaenal, dibantu Septiawan dan David untuk memeras atau merampok korban.

Via : jpnn