Wednesday, 7 December 2016

Akhh..Facebook Di-Hack, Teman pun Tertipu

Akhh..Facebook Di-Hack, Teman pun Tertipu

SURABAYA--Tuh kan, korban berjatuhan terjadi akibat penipuan di Facebook.

Modus berbeda dialami Andry Adam. Pada Minggu malam (4/12) pria 43 tahun itu ditipu seorang pelaku yang menggunakan akun Facebook teman Andry.

Uang tunai Rp 7 juta pun masuk ke rekening pelaku.

Peristiwa itu bermula saat Andry tiba-tiba dihubungi lewat layanan pesan pribadi Facebook.

Dalam pesan tersebut, temannya ingin meminjam uang Andry untuk keperluan mendadak.

''Pinjam uang Rp 7 juta untuk urusan keluarga. Butuh sekali katanya,'' ucap Andry.

Pengusaha muda itu pun tidak tega. Dia lantas mentransfer uang yang diminta via SMS Banking.

Dia juga tidak curiga tentang permintaan teman Facebook-nya tersebut.

''Soalnya sempat ngobrol, balas-balasan via inbox. Jadi, saya pikir tidak ditipu,'' paparnya.

Setelah mentransfer, kemarin (5/12) Andry menelepon temannya itu. Dia ingin memastikan apakah uang transferannya sudah diterima atau belum.

''Saya kaget waktu dia bilang Facebook-nya di-hack kemarin malam (4/12). Dia juga baru sadar pagi tadi (Senin),'' jelas Andry.

Sadar jadi korban penipuan, Andry langsung melapor ke bank miliknya untuk melacak nomor rekening pelaku.

Dia juga melapor ke Polsek Tenggilis Mejoyo atas peristiwa yang dialami kemarin.

''BAP polisi ini nanti saya berikan ke pihak bank untuk melacak rekening pelaku,'' jelasnya saat ditemui Jawa Pos setelah melapor kemarin.

Andry bukan satu-satunya korban penipuan dengan modus seperti itu.

Kapolsek Gubeng Kompol Agus Bahari juga pernah jadi korban.

BBM-nya di-hack dan dibuat menipu beberapa rekannya di kepolisian.

Dia juga baru sadar setelah salah seorang rekannya menelepon karena sudah mentransfer sejumlah uang.

Dua tersangka yang juga dirilis kemarin, Z dan ZM, punya modus lain.

Mereka membuat website untuk menawarkan dagangan. Blog dengan alamat www.tokobajaindonesia.indonetwork.com itu bergerak di bidang jual beli baja.

Sebelumnya, untuk meyakinkan pembeli, mereka mendirikan CV Toko Baja Indonesia.

''Mereka menawarkan penjualan besi, baja, dan tembaga dalam jumlah besar,'' ujar Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Jatim AKBP Eko Hengky Prayitno.

Pada 18 Juli, jerat website tersebut mulai memakan korban. CV Duta Persada Indonesia berniat membeli pipa tembaga dengan merek Kembla.

Rencananya, pipa tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan proyek perusahaan.

Nilai transaksinya mencapai ratusan juta rupiah.

Setelah sepakat, korban melalui Imam Sayuto Kuncoroyakti, direktur utamanya, mengonfirmasi pembayaran.

''Korban dijanjikan bahwa pesanan dikirim keesokan harinya,'' lanjut Hengky.

Namun, setelah sebulan menunggu, pesanan tidak kunjung datang. Korban pun lantas melapor ke Polda Jatim.

Setelah dilacak, dua tukang tipu itu ditangkap di daerah Jakarta.

Dalam penyidikan, mereka mengaku membuat lebih dari satu website atau blog penjualan besi.


Untuk memperlancar aksinya, mereka memasang iklan di website lain yang sering dikunjungi orang.

''Mereka juga tidak segan menjadi anggota berbayar agar diprioritaskan pada grup website jasa pengiklanan,'' paparnya.

Hengky mengakui, penipuan via media sosial terus marak. Mulai lewat BBM, Twitter, Instagram, atau Facebook. Modusnya berbeda-beda.

''Ada yang menggunakan akun itu untuk memeras uang teman-teman korban,'' ungkapnya.

Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Shinto Silitonga berjanji terus mendalami modus-modus penipuan dalam media sosial.

Dia sudah mengantongi beberapa data dan memetakannya secara mendalam.

''Jika memang benar-benar diperlukan, kami akan menggunakan tenaga ahli untuk mengungkap kasus penipuan ini,'' tegasnya.

Dia meminta masyarakat agar lebih waspada terhadap modus penipuan di jagat maya. Jangan mudah tertipu dan teperdaya.

''Jangan takut lapor kalau memang ada yang tidak beres. Biar pengungkapan kasus ini lebih mudah,'' jelasnya. (aji/rid/c15/dos/flo/jpnn)