Wednesday, 14 September 2016

Tunggu Pasangan Yang Sempurna adalah Buang-buang Waktu

Mereka yang terus menunggu pasangan ideal dan sempurna, menurut studi terbaru, bisa merasakan kecewa dan seumur hidup tidak akan merasakan kasih sayang.

Studi terbaru dari University of Texas, menyimpulkan bahwa mengandalkan datangnya seorang pasangan yang sempurna hanya membuang-buang energi karena memang kesempurnaan itu bukan milik manusia.

Namun, mereka yang berniat untuk melengkapi kekurangan pasangan dengan kelebihan diri, merupakan orang-orang yang akan merasa bahagia dalam hidup.

Daniel Conroy-Beam, seorang psikolog dan pemimpin penelitian mengatakan keindahan berpasangan bukan dari karakter yang sempurna, tapi bagaimana seseorang mau berusaha menerima kekurangan dan menjadikannya sesuatu yang sempurna.

“Kita tidak perlu menunggu pasangan yang sempurna dalam membangun hubungan. Sebab, kepuasaan hadir menerima pasangan terbaik untuk diri meski banyak kekurangan dalam dirinya,” jelas Conroy-Beam.


Studi menyimpulkan teori terurai di atas lewat mempelajari sejumlah responden yang terdiri dari 119 pria dan 140 wanita, yang telah menjalani hubungan minimal tujuh tahun.

Seluruh responden diminta untuk menuliskan 27 kelebihan dan kekurangan pasangan yang membuat hubungan menjadi lebih langgeng.

Daftar kelebihan dan kekurangan itu dimanfaatkan untuk mengkalkulasikan kualitas hubungan para responden, berdasarkan nilai, hasrat, dan tujuan jangka panjang.

Hasilnya, kepuasaan seseorang dalam hidup berpasangan tidak melulu tergantung pada kelebihan masing-masing.

Namun, bagaimana karakter keduanya saling melengkapi dan membuat mereka menjadi orang yang lebih baik.

“Kami mendemonstrasikan bahwa pasangan yang selaras tergantung pada fondasi hubungan terbangun dan ketertarikan pasangan, bukan karena kesempurnaan.

Komunikasi dan nuansa emosional antara pasangan mempengaruhi usaha untuk meningkatkan kualitas hubungan,” urainya. 

Stay tune and Update Watching A Beatiful Sunrise in The World ( Bontang )