Wednesday, 14 September 2016

Kisah Menakjubkan Istri Shalihah yang Dimadu

Kisah Menakjubkan Istri Shalihah yang Dimadu

Dulu di Baghdad ada seseorang laki-laki penjual kain yang kaya. Ketika dia tengah ada di tokonya, datanglah seseorang gadis muda mencari-cari suatu hal yang akan dibeli. Saat tengah bicara, mendadak gadis itu membuka berwajah di sela-sela pembicaraan itu hingga laki-laki terrebut terkesima serta berkata, “Demi Allah, saya terpana dengan apa yang kulihat. ”
 
Gadis itupun berkata, “Kedatanganku bukanlah untuk beli apa pun. Sepanjang sekian hari ini saya keluar masuk pasar untuk mencari seseorang pria yang menarik hatiku serta bersedia menikah denganku. Serta engkau sudah membuatku tertarik. Saya mempunyai harta. Apakah engkau ingin menikah denganku? ”

Laki-laki itu berkata, “Aku sudah menikah dengan sepupuku, dialah istriku. Saya sudah berjanji kepadanya tidak untuk membuatnya cemburu serta saya juga sudah memiliki seseorang anak darinya. ”

Wanita itu menyampaikan, “Aku ikhlas bila engkau cuma mendatangiku 2 x dalam satu minggu. ” Pada akhirnya laki-laki itupun sepakat lantas bangkit bersamanya. Akad nikah juga dikerjakan. Lalu dia pergi menuju rumah gadis itu serta terkait dengannya.

Kemudian, si pedagang kain pulang ke tempat tinggalnya lantas berkata pada istrinya, “Ada rekan yang memintaku tinggal semalam di tempat tinggalnya. ” Dia juga pergi serta menginap berbarengan istri barunya.

Sehari-hari sesudah zhuhur dia berkunjung ke istri barunya. Hal semacam ini berjalan sepanjang delapan bln., sampai pada akhirnya istrinya yang pertama mulai terasa aneh dengan keadaannya. Dia berkata pada pembantunya, “Jika suamiku keluar, cermatilah ke mana dia pergi. ”

Si pembantu juga membuntuti suami majikannya pergi ke toko, tetapi saat tiba saat zhuhur dia pergi lagi. Si pembantu selalu membuntuti tanpa ada di ketahui sampai tibalah suami majikannya itu dirumah istri yang baru. Pembantu itu mendatangi tetangga-tetangga seputar serta ajukan pertanyaan, “Rumah siapakah ini? ” Mereka menjawab, “Rumah punya seseorang wanita yang sudah menikah dengan seseorang penjual kain. ”

Pembantu itu selekasnya pulang menjumpai majikannya lantas menceritakan hal itu. Majikannya berpesan, “Hati-hati, jangan sempat ada seseorang juga yang lain tahu hal semacam ini. ” Serta istri lama si pedagang kain juga terus berlaku seperti umum pada suaminya.

Si pedagang kain melakukan kehidupan berbarengan istrinya yang baru sepanjang setahun. Lantas dia jatuh sakit serta pada akhirnya wafat dunia dengan meninggalkan warisan sejumlah delapan ribu dinar. Jadi istri yang pertama membagi harta warisan yang memiliki hak di terima oleh putranya, yakni tujuh ribu dinar. Sesaat bekasnya yang sejumlah seribu dinar ia untuk jadi dua. Satu sisi ia tempatkan didalam kantong, lalu ia berkata pada pembantunya, “Ambillah kantong ini serta pergilah ke rumah wanita itu. Katakan kepadanya bahwa suaminya sudah wafat dengan mewariskan duit sebesar delapan rib dinar. Putranya sudah mengambil tujuh ribu dinar sebagai haknya, serta bekasnya seribu dinar saya untuk denganmu, semasing beroleh 1/2. Inilah sisi untukmu. Serta berikan salamku juga untuk dia. ”

Si pembantu juga pergi ke rumah istri ke-2 si pedagang kain, lalu mengetuk pintu. Sesudah masuk, di sampaikannyalah berita perihal kematian si pedagang kain, serta pesan dari istri pertamanya. Wanita itupun menangis, lantas buka kotak kepunyaannya serta keluarkan secarik kertas seraya berkata pada si pembantu, “Kembalilah pada majikanmu serta berikan salamku untuk dia. Katakan kepadanya bahwa suaminya sudah menceraikanku serta sudah menulis surat cerai untukku. Jadi kembalikanlah harta ini kepadanya lantaran sebenarnya saya tak memiliki hak memperoleh harta warisannya sedikitpun. ”

Stay tune and Update Watching A Beatiful Sunrise in The World ( Bontang )