Wednesday, 14 September 2016

Kamu Masa Lalu Terpahitku yang Menyimpan Sejuta Motivasi Untuk Masa Depanku

Prinsip terluka itu sederhana. Semakin sering disapa, akan semakin terasa pedihnya. Semakin lama dibiarkan dan diabaikan, akan semakin terasa bahwa diri ini begitu berharga.

1. Tengoklah ke belakang, potret kebahagiaan kita masih tergambar jelas

Tengoklah beberapa tahun ke belakang ini. Berapa banyak figura yang memajang potret kebersamaan kita yang penuh suka duka? Tak terhitung. Terlalu banyak kenangan membuatku terlalu sulit untuk beranjak dari zona masa lalu. Tapi itu kemarin ketika harapan masih bercerita soal dirimu yang harusnya merasakan menjadi diriku.

Kini harapanku jauh lebih bijak, kau tidak perlu merasakan menjadi diriku. Tidak ada dendam kesumat yang aku taruh di hati ini. Namun, aku percaya pada Tuhan, bahwa alam akan menghukummu dengan hukum alamnya

2. Awalnya kesendirian ini pahit, tapi ternyata lama-lama menyenangkan

Pahit sekali pertama kali menyadari bahwa kau telah memutuskan untuk mengakhiri hubungan yang telah kita rajut selama beberapa tahun ini. Di sela kesibukan yang biasa kita isi dengan dering handphone untuk sekedar menyapa, tiba-tiba senyap, hening yang menyayat.

Namun perputaran waktu membuat  sadarku pun mulai berjalan baik.  Dering handphone itu tidak hanya harus berasal darimu juga. Semenjak kegalauan yang kuposting dalam salah satu akun media sosialku, rupanya banyak sekali yang peduli terhadapku.

Sahabat  yang dulu sempat aku lupakan karena terlalu banyak waktu yang kuhabiskan bersamamu, mulai berdatangan satu persatu. Memberiku semangat dan mengajakku untuk memasuki dunia baru. Kesendirianku sekarang membuatku lebih bebas untuk mengeksplor pada dunia, siapa diriku.

3. Balas dendam? Sepertinya tidak penting

Dulu memang benar, pernah tersirat untuk membalaskan lukaku. Tapi seperti yang aku katakan tadi, setelah sadarku berjalan dengan baik, kurasa itu tidak penting.

Membalasmu dengan cara menunjukan bahwa aku bisa mendapatkan yang lebih baik darimu. Kurasa itu bukan membalas, tapi pamer. Ada cara untuk balas dendam yang jauh lebih bijak. Yaitu memiliki kehidupan yang jauh lebih baik dari dirimu, duhai laki-laki yang meninggalkanku tanpa sebab.

Aku tak perlu susah payah melupakanmu. Cukup aku sibukan diriku dengn kegiatanku yang sangat bermanfaat. Menunjukan eksitensiku ke hadapan dunia. Bahwa wanita yang kamu tinggalkan ini, sangatlah hebat

4. Kamu boleh menjadi masa lalu terpahitku, tapi tidak untuk kembali pada masa kiniku

Kau pernah menawarkan sejuta janji manis yang membuatku melayang menembus lapisan langit kelima. Kembali aku ingat tentang pepatah lama, "di balik satu janji, terdapat seribu kebohongan". Bayangkan berapa banyak kebohongan yang kau buat di balik sejuta janji itu?

Di masa kiniku yang begitu bahagia tanpa bayanganmu lagi, aku akan menolak keras jika kau datang dan menawariku kebahagiaan. Bagiku tidak ada kesempatan bagi luka untuk kembali melukai. Biarkan aku tenang dan bahagia dengan kehidupanku saat ini. Menjalani kesendirian yang penuh fantasi.

Tapi melihatmu bahagia dan penuh ketenangan seperti itu, membuatku jauh lebih tenang. Bahwa bayangan kau akan datang kembali adalah sesuatu yang tidak mungkin terjadi.

5. Gugur satu tumbuh satu juta

"Kamu adalah satu-satunya yang bisa membuatku bahagia. Yang bisa menyanjungku tulus dari hatimu. Aku tidak tahu harus bagaimana, jika aku kehilanganmu."

Kalimat tersebut adalah kata-kata kuno yang pernah dilontarkan oleh insan yang di mabuk cinta. Aku pun begitu, teapi sekarang tidak. Yang bisa membuatku bahagia adalah diriku sendiri. Yang menyanjungku tulus dari hati, pastinya adalah ibuku. Kamu dulu hanya menggombal dan menabur bualan yang membuatku ilfeel jika mengingatnya sekarang.

Gugur satu tumbuh satu juta. Ada milyaran populasi laki-laki di bumi ini, bahkan Tuhan pun telah berjanji bahwa setiap manusia diciptakan untuk berpasang-pasangan. Jadi, untuk apa takut tidak mendapatkan penggantinya? Janji Tuhan tidak pernah ingkar. Tidak seperti janjimu, wahai mantan kekasihku.

Stay tune and Update Watching A Beatiful Sunrise in The World ( Bontang )