Sunday, 28 August 2016

Ngakunya Kiriman Ortu Sering Telat, Para Mahasiswi Nyabi PSK

Ngakunya Kiriman Ortu Sering Telat, Para Mahasiswi Nyabi PSK

JARINGAN prostitusi mahasiswi berhaisl dibongkar Unit Pelindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Surabaya.

Kasus ini terungkap setelah polisi menggerebek Hotel Neo di Jalan Jawa pada Kamis malam (25/8/2016). Dari hasil penggerebekan tersebut polisi mengamankan dua orang remaja.

Mereka adalah Sinta (20) dan Daniar (19), keduanya merupakan warga Jalan Bumi Jaya, Madiun. Mirisnya setelah diperiksa keduanya masih berstatus mahasiswi dan calon mahasiswa baru di salah satu perguruan tinggi swasta di Surabaya.

Kasubag Humas Polrestabes Surabaya Komisaris Polisi (Kompol) Lily Djafar menjelaskan selain menangkap remaja ini, polisi juga menangkap Nofiarini (28) Warga Jalan Kedung Anyar ini ditangkap lantaran menjadi muncikari untuk mahasiswi dan calon mahasiswi tersebut.

Menurutnya pengungkapan kasus ini bermula setelah polisi mendapatkan informasi adanya kasus prostitusi yang dijalankan melalui media sosial (medsos). “Setelah itu, kami melakukan penyelidikan hingga akhirnya mengetahui modus jaringan ini,” ungkapnya, Jumat (26/8/2016).

Lily menjelaskan dalam menjalankan aksinya, Nofiarini biasa mencari lelaki hidung belang melalui media facebook dan BBM. Dia biasa menawarkan Sinta dan Daniar dengan cara mengirimkan foto keduanya. Tergantung pelanggan mau memilih yang mana. Setelah pelanggan sepakat, obrolan dilanjutkan dengan BBM.

“Jadi di facebook hanya pengenalan saja, setelah itu proses tawar menawar dan booking dilanjutkan lewat obrolan BBM,” lanjut Lily.

Dia mengatakan untuk sekali kencan, Nofiarini biasa mematok harga Rp1,3 juta untuk satu anak buahnya, baik Daniar dan Sinta. Tarif ini belum termasuk harga sewa kamar hotel. Untuk hotelnya biasa ditentukan oleh pelanggan. Pembayaran akan dilunasi ketika Daniar dan Sinta usai melakukan pekerjaannya.

“Dari jumlah uang tersebut, mereka membaginya menjadi dua, tersangka Nofi kebagian sebesar Rp300 ribu. Sedangkan sisanya Rp1 juta dibagikan kepada anak buahnya,” jelas mantan kasubag Humas Polres Pelabuhan Tanjung Perak ini.

Proud Becomes Bontangers - Our Beloved City Bontang | Small Town with Tons Memories