Monday, 20 June 2016

Bisnis dengan Potensi USD 4,16 Miliar, Gayanya Anak Muda Sekarang

Bisnis dengan Potensi USD 4,16 Miliar, Gayanya Anak Muda Sekarang

Bisnis kafe terus mengalami perkembangan signifikan. Kafe menjadi lokasi favorit untuk arena meeting sebagai bagian dari life style masyarakat. Bukti sahihnya, sangat mudah dijumpai cafe-cafe di sudut-sudut kota besar Indonesia.Tak terkecuali di kota bontang yang saat ini juga sedang boomingnya Bisnis cafe.

Fenomena itu lalu melahirkan istilah baru dikalangan remaja hingga kalangan pelaku usaha yaitu Ngafe. Istilah Ngafe merujuk pada ajakan untuk melakukan aktivitas lebih dari sekadar minum kopi dan teh di Cafe.

Saat ini, tercatat lebih sepuluh ribu cafe di seluruh pelosok tanah air. Pada edisi 2013-2018, total pendapatan sektor cafe diprediksi akan meningkat dari USD 3,4 miliar menjadi USD 4,16 miliar.

Kondisi itu diramal bakal terus tumbuh hingga 30 persen. Situasi itu tentu menjadi angin segar bagi pertumbuhan komoditas kopi dan teh. Apalagi, muncul kebiasaan baru minum kopi di kedai-kedai modern/cafe menyebabkan tingkat konsumsi kopi ikut terdongkrak.

Berdasar data asosiasi eksportir kopi Indonesia (AEKI) tercatat angka konsumsi kopi naik 36 persen sejak 2010 hingga 2014. Menurut data dewan teh Indonesia (DTI), pasar domestik menyimpan potensi cukup besar.

Itu karena dari total produksi teh domestik, pasar dalam negeri hanya menyerap 40 persen, sedang ekspor menyerap 60 persen. Minilik data itu, Reed Panorama Exhibitions (RPE) didukung AEKI, asosiasi kopi spesial indonesia (AKSI), DTI dan, perhimpunan hotel & restoran indonesia (PHRI) bakal menggelar paterna Cafe & Brasserie indonesia pada 2-4 September mendatang di Jakarta Convention Center (JCC).

”Ini moment tepat memperkenalkan satu wadah untuk mempertemukan pelaku usaha sektor cafe dengan produsen dan distributor kopi, teh, mesin kopi & teh serta bisnis pendukung lainnya,” beber General Manager Reed Panorama Exhibitions James Boey.

(far/jos/jpnn)