Friday, 2 January 2015

Cerita Pasar Citra Niaga Samarinda Kalah Dengan Mal

Cerita Pasar Citra Niaga Samarinda Kalah Dengan Mal
Cerita Pasar Citra Niaga Samarinda Kalah Dengan Mal - Pusat Perbelanjaan Citra Niaga di jalan Niaga, Samarinda merupakan kawasan khas suvenir Kalimantan. Sayangnya, asar peraih penghargaan Arsitektur Aga Khan Award 1989 tampak lengang saat tahun baru 2015, Kamis (1/1/2015).

Pedagang Kios Suvenir Nur yang telah berdagang sejak 31 tahun lalu, Warsono beranggapan kunjungan sepi saat tahun Baru.''Memang ada peningkatan tapi sedikit mas, orang malah memilih mengunjungi daerah atau tempat wisata daripada ke Citra niaga,'' katanya tanpa menjelaskan secara rinci berapa jumlah omzet dan pengunjung Citra Niaga.

Sementara pedagang Suvenir kios lainnya, Syarwani mengatakan ada sekitar 10 pengunjung dalam sehari.''Saya baru 2 tahun jualan di Citra Niaga, rata-rata pengunjung adalah pelanggan setiap harinya sampai 10 orang," katanya. Pembeli biasanya belanja pernak pernik dan barang antik, suvenir buatan Martapura, mandau dengan harga antara Rp 50 ribu - Rp 350 ribu.

Manik-manik mulai Rp 2O ribu -Rp 200 ribu, tasbih dan gelang maupun cincin kayu kukah yang berkasiat harganya sampai Rp 200 ribu. Serta cincin rubi, jamrud, safie, bacan mulai Rp 300 ribu sampai 2 juta.

Syarwani sudah mendengar rencana Pemkot akan membangun mal yang tidak meninggalkan ciri khas Citra Niaga. ''Yang saya dengar kedepannya ada semacam bangunan rumah adat di kawasan Mal Citra Niaga yang akan dibangun Pemkot entah kapan,'' pungkasnya. 
-tribun kaltim-