Friday, 12 December 2014

Ramalan KMP Tamat Sesat Pikir?

Ramalan KMP Tamat Sesat Pikir? Eksistensi Koalisi Merah Putih (KMP) disebut bakal segera berakhir. Pemicunya soal sikap sejumlah partai yang tergabung dalam KMP menyikapi Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) No 1 Tahun 2014 tentang Pilkada.

Sikap sejumlah partai yang tergabung dalam KMP dalam merespons Perppu Pilkada dijadikan indikator koalisi ini bakal bubar dalam waktu dekat. Ini dipicu, sikap yang bertentangan dengan sebelumnya saat pengesahan UU No 22 Tahun 2014 tentang Pilkada.

Fraksi yang tergabung di KMP justru mendorong Pilkada melalui DPRD. Materi Perppu Pilkada, bertolak belakang dengan materi UU Pilkada. Perppu Pilkada yang dikeluarkan SBY justru mendorong Pilkada dilakukan secara langsung.

Namun, saat ini pandangan politik fraksi-fraksi yang tergabung di KMP berubah 180 derajat. Mayoritas mendukung Perppu yang berarti mengingkari pendapat politik saat itu.

Wakil Sekjen DPP PAN Teguh Juwarno mengatakan wajar bila banyak pihak yang memprediksikan KMP bakal bubar dalam waktu dekat lantaran memang tidak ada ikatan ideologis yang mempersatukan partai-partai di KMP.

"Apalagi setelah Munas Golkar yang lalu," kata Teguh saat dihubungi wartawan di Jakarta, Jumat (12/12/2014). Teguh menuturkan, situasi itu ditambah dengan pembagian kursi di parlemen juga telah habis terbagi ke seluruh fraksi yang tergabung dalam KMP.

Tingkat kebersamaan KMP, kata Teguh tersisa di isu Pilkada melalui DPRD. "Maka apabila KMP setuju dengan Pilkada langsung, artinya semakin rendah daya ikat kebersamaan KMP," urai Teguh.

Anggota Komisi X DPR RI ini memprediksikan, masa depan koalisi KMP secara permanen makin sulit terwujud. Menurut dia, ke depan koalisi di parrlemen akan terbentuk berdasarkan isu dan kepentingan. "Jadi bisa bersama untuk satu isu, namun terbuka lebar kemungkinan beda untuk isu yang lain. Kecuali KMP berubah menjadi satu partai," cetus bekas wartawan ini.

Sebelumnya, politisi Partai Gerindra Desmon Junaidi Mahesa memprediksikan masa depan Koalisi Merah Putih (KMP) hanya berusia tiga tahun. Menurut dia, jika kepentingan selesai maka KMP akan bubar. "Ini lucu-lucuan saja, karena tiga tahun (KMP) juga bubar karena kepentingannya selesai," tegas Desmon.

Namun, anggapan dan prediksi KMP bakal bubar dibantah Sekjen DPP Partai Golkar Idrus Marham. Menurut dia, KMP hingga saat ini tetap solid. Bahkan, imbuh Idrus, dalam pertemuan pimpinan KMP dengan SBY, pihaknya menegaskan akan menjadi kekuatan penyeimbang terhadap jalannya pemerintahan.

"Mengkritisi memberikan solusi. Bukan menjatuhkan apalagi jegal menjegal Jadi kalau bilang tidak solid itu tidak benar," cetus Idrus di Gedung DPR, Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Jumat (12/12/2014)

Terkait perubahan sikap partai yang tergabung dalam KMP soal Perppu Pilkada, Idrus menuturkan mayoritas partai yang tergabung dalam KMP sepakat dengan Perppu Pilkada. "Golkar mengikuti suara terbanyak. Seluruh anggota KMP dukung Perppu Pulkada dan Perppu Pemda," cetus Idrus.

Suara pesimisme terhadap masa depan KMP yang muncul dari sejumlah politisi di internal KMP terdengar rasional. Namun sejatinya, pernyataan dan pendapat yang muncul justru menunjukkan sumirnya pandangan terhadap kondisi politik nasional saat ini. Di saat bersamaan, pandangan tersebut justru jauh dari semangat konstitusionalisme.

Mempromosikan KMP bubar di tengah jalan, sama saja menjadikan Indonesia dalam situasi transisi demokrasi yang tak berujung. Sebaliknya, mendorong terbelahnya dua kekuatan politk di parlemen seperti antara Koalisi Indoensia Hebat (KIH) dan Koalisi Merah Putih (KMP) justru mendorong praktik check and balances yang sehat antara pemerintah dan parlemen. Begitulah amanat konstitusi.

i'm researching, gathering and reporting on things to do and events in #Bontang, Bored? @Bontangers  Proud Become Bontang netizen  @AppleBTG @RajaTiketOnline #suaraBTG