Sunday, 23 November 2014

Usai Dugem, 7 Dokter Booking Wanita Asing untuk Sekamar

Usai Dugem, 7 Dokter Booking Wanita Asing untuk Sekamar - Suatu malam di bulan Januari 2014, John, bukan nama sebenarnya, mendadak menghentikan canda bersama istri dan anaknya. Kurang dari dua jam kemudian, John sudah berada di Hotel "A", sebuah tempat hiburan malam di kawasan Jakarta Utara.

Pergi ke tempat dugem bukanlah kemauan John. Malam itu, ia melangkah ke Hotel "A" karena menjalankan perintah bosnya yakni mengantar sembilan pria berusia sekitar 50-an tahun yang berhasrat mencicipi dunia malam Jakarta.

Di Hotel "A", kesembilan pria tersebut butuh waktu untuk beradaptasi. Maklum, mereka bukanlah pengunjung rutin tempat dugem. Bahkan, bagi sebagian dari mereka, malam itu adalah pengalaman pertamanya menjejakkan kaki di tempat hiburan malam.

Sesaat kemudian, mereka mulai mengobservasi para wanita muda berpenampilan aduhai yang rutin nongkrong di Hotel "A". Wanita-wanita muda itu berasal dari beberapa kota di Indonesia. Namun ada juga wanita asing di antaranya dari Uzbekiztan, Spanyol, Tiongkok, dan Turki.

John menjelaskan, kesembilan pria yang bersamanya pada malam itu, seluruhnya adalah dokter. "Beberapa merupakan dokter spesialis penyakit dalam dan ada pula dokter spesialis paru-paru," katanya dalam perbincangan di Jakarta baru-baru ini.

Setelah observasi visual selesai, babak berikutnya adalah menentukan pilihan. Ternyata, ungkap John, tujuh dokter memilih wanita asing. "Cuma dua dokter yang memilih perempuan lokal," katanya.

Para dokter bersama pasangan masing-masing kemudian menuju kamar. John tak tahu persis apa yang terjadi di balik dinding. Ia hanya menduga-duga reaksi kimia yang terjadi pada pertemuan dua insan berlainan jenis yang salah satunya kebetulan berprofesi sebagai dokter.

Dini hari, acara pelesir malam itu kelar. John pun menutup bill sebesar Rp 25 juta.