Sunday, 23 November 2014

Pacarku Ternyata Bukan Lelaki Tulen

Pacarku Ternyata Bukan Lelaki Tulen
Pacarku Ternyata Bukan Lelaki Tulen - Charlotte Urie (20) terkejut bukan kepalang ketika pacarnya, Kieran Moloney (23) mengungkapkan rahasia identitasnya. Kieran yang dikenal sebagai sosok pria macho dengan badan atletis itu, dulunya ternyata lahir sebagai seorang perempuan bernama Ciara.

Sejak bertemu Charlotte tahun 2012 silam, Kieran memang merahasiakan masa lalunya bahwa dia seorang trans-gender.

"Saya terkejut, tapi saya mencintainya dan saya melihatnya sebagai seorang pria," tandas Charlotte sebagaimana dikutip tribunjogja.com dari dailymail.co.uk, Sabtu (15/11/2014).

Hubungannya ini sempat retak atas pengakuan mengejutkan Kieran. Namun mereka akur kembali bahkan berencana untuk menikah. Kini mereka telah hidup bersama selama dua tahun belakangan ini.

Jika sudah menikah nanti, Charlotte berencana untuk menggunakan pendonor sperma dari teman akrab Kiearan supaya dirinya bisa hamil.

"Saya tidak pernah membayangkan tentang rahasia Kieran. Tapi kemudian saya sadar hal itu bukan masalah besar. Ia begitu maskulin dan punya tubuh yang bagus. Jadi saya tidak mempermasalahkan jika berkencan dengan seorang trans gender. Faktor biologis bukan masalah bagi saya," papar perempuan yang berasal dari Camden, London itu.

Adapun Kieran telah hidup sebagai seorang laki-laki selama tujuh tahun. Ia juga telah menjalani mastektomi ganda yang kemudian membuatnya makin nyaman dengan kondisinya itu. Ia mulai merasakan ketidaknyamanan dengan kondisinya sebagai seorang perempuan sejak ia berusia empat tahun.

Semisal sama sekali tak tertarik pada barang-barang yang kerap kali dimainkan oleh anak-anak perempuan seusianya. Bahkan ia juga tak ingin mengenakan seragam sekolah perempuan ketika ia masih kecil.

Dengan kondisinya itu, Kieran kerap kali menjadi sasaran cemoohan teman-temannya. Bahkan hal ini membuat harus berpindah-pindah sekolah sampai lima kali.

Di usianya yang ke-14, Kieran kehilangan keperawanannya bersama seorang lelaki. Selain menyesal, ia juga merasakan ada yang salah dengan kondisinya itu. Ia pun kemudian memotong rambutnya hingga pendek dan mengenakan bra yang biasa digunakan oleh para atlet dengan tujuan untuk menyembunyikan bagian dadanya itu supaya terlihat seperti laki-laki.

Melihat perilaku tersebut, keluarga lantas berkonsultasi dengan ahli ketika Kieran berusia 16 tahun. Saat inilah Kieran dinyatakan sebagai seorang transgender.

Sejak saat itu ia mulai mengonsumsi tablet hormon yang bisa memicu munculnya tanda-tanda pria, seperti suara yang lebih besar, dan tumbuhnya bulu.

"Saya suka hasil perubahannya," ucapnya.

Perjuangan Kieran untuk memeroleh bentuk badan seperti layaknya laki-laki, perlahan-lahan mulai bisa dilihat hasilnya. Pada bulan November 2009, ketika usia 18 tahun, Kieran mulai menggunakan suntik hormon testosteron sebulan sekali. Di tahun 2012, Kieran berganti nama dari Ciara menjadi Keiran dan kemudian ia bertemu dengan Charlotte.

Pria asal Selandia Baru yang kini tinggal di London itu, mengaku langsung tertarik ketika Pertama kali bertemu Charlotte. Namun awalnya ia juga khawatir tentang masa lalunya.

"Saya terpesona dengan kecantikan Charlotte saat pertama kali bertemu. Tapi saya juga takut jika suatu saat nanti ia tahu bahwa saya dulunya seorang perempuan. Saya harus yakinkan bahwa saya bisa memberikannya kepercayaan sebelum mengungkapkan rahasia ini. Tapi ketika saya sampaikan, ia ternyata menerimanya, ia begitu luar biasa," paparnya.

Kieran sendiri saat ini belum menjalani operasi kelamin menyeluruh. Namun kedua pasangan ini kemudian mengatakan bahwa hal itu bukan satu-satunya faktor untuk menikmati kehidupan seksual yang membahagiakan.

"Kami telah mencapai tahap dimana kami merasa sama-sama nyaman untuk melakukan apapun yang kami inginkan, bagiku itulah yang namanya seks," tandas Kieran. (tribunjogja.com)