Tuesday, 4 November 2014

Harga Minyak Mentah Oktober Turun ke US$83,72

Harga Minyak Mentah Oktober Turun ke US$83,72
Harga Minyak Mentah Oktober Turun ke US$83,72 - Tim Harga Minyak Indonesia menyatakan, berdasarkan perhitungan Formula ICP, harga rata-rata minyak mentah Indonesia pada Oktober 2014 mencapai US$83,72 per barel atau turun US$11,25 per barel dari US$94,97 per barel pada September 2014.

Sementara harga Minas/SLC Oktober 2014 mencapai US$84,46 per barel atau turun sebesar US$11,20 per barel dari US$95,66 per barel. "Penurunan harga minyak mentah Indonesia tersebut, sejalan dengan perkembangan harga minyak mentah utama di pasar internasional yang diakibatkan oleh beberapa faktor," demikian seperti mengutip situs Kementerian ESDM, Selasa (4/11/2014).

Berdasarkan laporan International Energy Agency (IEA) bulan Oktober 2014, proyeksi permintaan minyak mentah dunia tahun 2014 mengalami penurunan menjadi 92,4 juta barel per hari atau lebih rendah 0,21 juta barel per hari dibanding proyeksi bulan sebelumnya. Berdasarkan laporan IEA bulan Oktober 2014, pasokan minyak mentah dunia di bulan September meningkat sebesar 910.000 barel per hari yang disebabkan oleh peningkatan pasokan baik dari negara-negara OPEC maupun negara-negara non OPEC.

Berdasarkan laporan Energy Information Administration (EIA)-USA, tingkat stok mingguan minyak mentah komersil Amerika Serikat selama bulan Oktober 2014 mengalami kenaikan dibandingkan dengan bulan September 2014. Rata-rata stok minyak mentah AS di bulan Oktober 2014 lebih tinggi 23,1 juta barel dibandingkan dengan stok bulan September 2014.

Kekhawatiran pasar atas kondisi perekonomian global yang disebabkan oleh:

a. Proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun 2014 berdasarkan publikasi International Monetary Fund (IMF) Oktober 2014 mengalami penurunan sebesar 0,1% dibandingkan proyeksi sebelumnya yang disebabkan oleh turunnya pertumbuhan ekonomi di AS, China dan Jepang serta ekonomi negara-negara Eropa yang cenderung stagnan.

b. Melemahnya perekonomian AS yang diindikasikan oleh turunnya penjualan ritel sebesar 0,3% dibandingkan bulan sebelumnya.

c. Melemahnya perekonomian Jerman yang diindikasikan oleh revisi proyeksi pertumbuhan ekonomi yang dilakukan oleh Pemerintah Jerman menjadi 1,2% dibandingkan proyeksi sebelumnya sebesar 1,8% dan output industri Jerman mengalami penurunan sebesar 4% dibandingkan output industri bulan sebelumnya.