Sunday, 26 October 2014

Menentukan Biaya Kemitraan dalam Sistem Business Opportunity

Menentukan Biaya Kemitraan dalam Sistem Business Opportunity - Sistem business opportunity adalah sebuah sistem usaha yang hanya membutuhkan modal dalam jumlah kecil (mulai dari Rp 1,5 juta). Cirinya ialah usaha dengan sistem ini bisa dijalankan dengan kenetuan jual beli putus. Merek atau nama sudah ada dan mitra bisnis berhak untuk menggunakan atau tidak. Kegiatan promosi tetap dilakukan tetapi tidak wajib. Usaha yang dijalankan akan bisa berubah statusnya menjadi mandiri. Selain itu, tingkat keberhasilan pengelolaan usaha juga lebih tinggi jika ditilik dari berbagai aspek. Dan pengembangan usaha selanjutnya juga lebih bebas, tanpa campur tangan terlalu banyak pihak.

Sistem business opportunity biasanya membutuhkan biaya yang ditetapkan oleh pemilik. Umumnya berupa biaya pembelian merek dan sistem bisnis yang digunakan, atau biaya pembelian kemitraannya serta biaya royalti (biaya yang dibayarkan sesuai omset penjualan).

Biaya royalti dihitung dari persentase omset yang didapatkan setiap bulannya. Besarannya bisa bervariasi. Sebagian besar yang lain tidak memberikan jumlah royalti minimum tetapi ada juga yang melakukannya.

Selain biaya royalti, bisa juga ada biaya iklan yang berdampingan. Dengan kata lain, ada jumlah tertentu yang dialokasikan untuk royalti dan sebagian lain untuk biaya iklan rutin.

Istilah yang lebih sesuai selain biaya royalti dalam konteks ini ialah biaya kemitraan. Pemungutan biaya kemitraan atau partnership fee dalam usaha bersistem business opportunity tergolong wajar sepanjang tidka bertentangan dengan perjanjian kerjasama kemitraan yang telah disepakati sebelumnya antara kedua belah pihak (pemilik bisnis dan mitra bisnis).

Untuk menentukan besarnya royalti tidak ada standar bakunya yang jelas dan seragam. Jumlah biaya kemitraan ditentukan secara fleksibel dengan berdasarkan pada banyak faktor. Faktor-faktor yang berpengaruh contohnya ialah merek dagang, pemasukan tunai kotor, luas gerai/ kios, omset, jenis dan kelayakan usaha dan sebagainya. Faktor-faktor lain biasanya berhubungan dengan omset dan nilai investasinya, banyak sedikitnya gerai, kapasitas usaha yang berkenaan dengan mereka di pasar juga bisa berkontribusi dalam penentuan biaya kemitraan. Nilai investasi sebuah usaha juga bisa ditingkatkan dengan jaringan distribusi yang luas, lokasi, dan omset penjualan.