Tuesday, 28 October 2014

#KisahInspiratif : Lepas Jadi PNS, Fico Buka Usaha Mi Ayam dan Cuci Motor

#KisahInspiratif : Lepas Jadi PNS, Fico Buka Usaha Mi Ayam dan Cuci Motor
Saat berhenti kerja pada tahun 2005 Fico berusaha menaklukan Kota Jakarta dengan menjadi pengusaha kuliner. Ia membuka warung mi ayam. Penghasilan yang didapat tidak sebanding dengan pengorbanan meninggalkan seragam PNS-nya.

Melihat kondisi usaha mi ayamnya yang tidak mendapatkan respon positif dari masyarakat membuat Fico cepat mencari peluang bisnis lain. Membuka tempat pencucian motor menjadi pilihannya. (Baca: Fico Maulana Berani Lepas Baju PNS)

"Sempat buka steam motor juga," jelasnya.

Selama satu tahun berjuang hidup dengan usaha mi ayam dan steam motor tidak membuat Fico putus asa. Bersama temannya ia memiliki rencana untuk membuka sekolah komunikasi publik. Ide ini terlintas saat ia mengetahui bahwa di luar negeri sekolah-sekolah komunikasi publik sangat menjamur, sedangkan di Indonesia belum ada.

"Setelah meminta pendapat dari pakar bisnis. Kami dianjurkan mencari sosok orang yang sangat terkenal dengan publik speaking untuk diajak berkerja sama," ujarnya.

Pilihan Fico dan temannya langsung tertuju pada sosok presenter terkenal Helmy Yahya. Hanya saja proposal yang diajukan Fico ditolak. Beruntungnya, kakak Helmy yakni Tantowi Yahya, politisi dan entertainer asal Palembang, tertarik dengan proyek Fico.

"Jadilah kita buat Tantowi Yahya Publik Speaking School," terangnya

Namun, perbedaan prinsip membuat Fico memilih mundur sebagai pemilik Tantowi Yahya Publik Speaking School. Ia hanya tiga tahun ikut membesarkan sekolah tersebut. Semua saham yang ia miliki dijual kepada temannya. Tahun 2009 Fico memilih kembali ke Kota Palembang dan mulai menekuni bisnis internet sebagai pembuat website.

Ternyata internet merupakan bisnis yang sangat tepat. Perlahan bisnisnya mulai naik. Bersama temannya ia membuka perusahaan digital advertising yang diberi nama Briliant. Perusahaannya bergerak di bidang digital agency yang melayani pengusaha-pengusaha untuk memasang iklan produknya di dunia digital.

Tahun 2014 ini omset perusahaannya telah mencapai Rp 4 miliar dan diprediksi akan terus meningkat seiring semakin banyaknya pengguna internet di Indonesia.