Sunday, 26 October 2014

Berselancar Internet, ee... Ternyata Berburu 'Ayam Kampus'

Berselancar Internet, ee... Ternyata Berburu 'Ayam Kampus'Berselancar Internet, ee... Ternyata Berburu 'Ayam Kampus' - TERUNGKAPNYA bisnis prostitusi online di dunia maya oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda DIY baru-baru ini memang cukup mengejutkan publik. Sebenarnya bisnis esek-esek lewat jejaring sosial semacam itu bukan merupakan sesuatu hal yang baru, namun menjadi mencengangkan lantaran itu terjadi di Yogyakarta yang notabene merupakan kota pelajar sekaligus wilayah dengan tata sosial budaya tinggi.


Jauh hari sebelum bisnis prostitusi online semacam itu terungkap, KRjogja.com sempat melakukan penelusuran ke sejumlah akun grup Facebook maupun situs penyedia jasa layanan seks lainnya di internet, khususnya yang ada di Yogyakarta. Sebagaimana dilakukan tersangka Mmp alias Onge (28) salah seorang mahasiswa S-2 sebuah PTS di Jogja asal NTT yang diciduk Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda DIY, praktek prostitusi online ini memang banyak dilakukan melalui situs jejaring sosial seperti Facebook.

Di jejaring sosial yang dikembangkan Mark Zuckerberg ini, ada ratusan grup seks yang bisa ditemukan dengan menyebut kata Jogja sebagai identitas wilayahnya. Mulai dari grup seks yang sekedar menjadi tempat berkumpul bagi para penikmatnya, hingga grup seks yang memang dikhususkan untuk berbagi informasi sekaligus tempat penyedia jasa wanita penghibur atau biasa disebut WP.

Dari sekian akun grup Facebook penyedia WP itu sendiri, masih bisa dikategorikan dalam beberapa kelompok, yakni grup penyedia WP 'ayam kampus' atau mahasiwi yang kadang juga bekerja sebagai model dan SPG maupun grup yang khusus menyediakan gadis belia yakni usia sekolah atau biasa disebut Kimcil yang tak jarang usianya masih di bawah umur. Tingkat kerahasiaan akses setiap grup seks itu sendiri juga berbeda-beda satu sama lain, mulai dari grup seks yang terbuka atau bisa diakses umum, grup tertutup, grup rahasia, hingga grup sangat rahasia yang sangat membatasi para pengguna Facebook untuk bisa menjadi anggotanya.

Grup seks yang sekedar menjadi tempat berkumpul bagi para penikmatnya, biasanya cenderung lebih mudah diakses karena bersifat umum atau terututup. Di sini, para lelaki hidung belang atau penikmat dunia perlendiran kerap berbagi informasi tentang wanita penghibur atau WP yang pernah mereka 'pakai'.

Mereka biasanya akan saling bertukar informasi dengan memaparkan pengalaman mereka saat sedang berkencan dengan seorang WP yang mereka sewa. Dalam dunia perlendiran, hal semacam ini diistilahkan dengan Field Report atau Fu*k Report yang disingkat FR.

Dari informasi FR inilah para penikmat seks akan dapat mengetahui bagaimana kualitas dan pelayanan salah seorang WP kepada setiap pelanggannya. Mulai dari penilaian fisik terhadap sang WP, penilaian terhadap service yang diberikan, hingga soal tarif ‘kelon’ dan bagaimana cara mendapatkan servis sang WP. Tak jarang dari sinilah para lelaki hidung belang ini juga akan saling bertukar kontak si WP baik itu nomer HP atau Pin BB.

Tingkatan grup seks yang hanya sebatas sebagai tempat berbagi informasi antar sesama penikmat dunia syahwat semacam ini sebenarnya banyak ditemukan di dunia maya atau internet. Tak hanya di jejaring sosial Facebook saja, namun juga di banyak forum-forum underground lain yang menjadi ajang berkumpul dan bertukar informasi para penikmat seks ini.

Salah seorang penikmat dunia perlendiran, sebut saja David (28), mengaku sudah mulai bergabung dengan forum semacam ini sejak tahun 2011 lalu. Ia mengaku mendapat banyak informasi seputar dunia perlendiran lewat forum-forum dan grup semacam ini. "Intinya kita hanya saling berbagi informasi saja. Sama seperti halnya komunitas-komunitas lain. Awalnya itu hanyalah karena didasari kesamaan hoby," katanya.

Dari forum dan grup semacam inilah David mengaku mengetahui banyak hal tentang seluk beluk dunia ‘kenikmatan birahi’ secara detail. Mulai dari denah dan lokasi-lokasi mana saja yang menyediakan wanita penghibur di sejumlah kota, perbandingan kualitas wanita penghibur satu dengan yang lain hingga standar harga atau tarif layanan si wanita tersebut.

Sementara itu khusus di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya sendiri, terdapat forum atau grup seks semacam ini yang telah berjalan sejak beberapa tahun terakhir. Baik itu di jejaring sosial Facebook, ataupun sejumlah situs forum terkenal yang ada di Indonesia.

Di forum dan grup seks inilah setiap anggota akan dapat menemukan banyak sekali informasi mengenai esek-esek dan perkembangan dunia malam di kota Yogyakarta. Mulai dari alamat denah lokasi-lokasi panti pijat plus-plus, tempat karoke maupun penyedia jasa layanan seks lainnya di DIY. Tarif pelayanan dan gambaran fisik si wanita penghibur di setiap lokasi tersebut secara mendetail, hingga perubahan dan perkembangannya. [ krjogja ]