Sunday, 16 March 2014

Pengobatan Untuk Penyakit Ablasio Retina

Cara mengobatan Untuk Penyakit Ablasio Retina. Ablasio adalah suatu keadaan lepasnya retina sensoris dari epitel pigmen retina (RIDE). keadaan ini merupakan masalah mata yang serius dan dapat terjadi pada usia berapapun, walaupun biasanya terjadi pada orang usia setengah baya atau lebih tua. Ablasio retina lebih besar kemungkinannya terjadi pada orang yang menderita rabun jauh (miopia) dan pada orang orang yang anggota keluarganya ada yang pernah mengalami ablasio retina. Ablasio retina dapat pula disebabkan oleh penyakit mata lain, seperti tumor, peradangan hebat, akibat trauma atau sebagai komplikasi dari diabetes. Bila tidak segera dilakukan tindakan, ablasio retina dapat menyebabkan cacat penglihatan atau kebutaan yang menetap. Retina adalah jaringan tipis dan transparan yang peka terhadap cahaya, yang terdiri dari sel-sel dan serabut saraf. Retina melapisi dinding mata bagian dalam, berfungsi seperti film pada kamera foto, cahaya yang melalui lensa akan difokuskan ke retina. Sel-sel retina yang peka terhadap cahaya inilah yang menangkap “gambar” dan menyalurkannya ke otak melalui saraf optik

Retina merupakan janringan transparan yang begitu tipis, dan peka terhadap cahaya letaknya berada dibagian belakang bola mata. Karna sifatnya yang peka oleh karna itu sebaiknya memeriksakan keadan retina secara rutin, apalagi pada penderita minus tinggi.

Ablasio retina merupakan penyakit yang dapat menyebabkan kebutaan, karna terlepasnya retina dari perlekatan dengan lapisan dibawahnya, bahkan sebagian atau seluruhnya sehingga berdampak terputusnya proses pengelihatan.

Ablasio adalah suatu keadaan lepasnya retina sensoris dari epitel pigmen retina (RIDE) atau terpisahnya/terlepasnya retina dari jaringan penyokong di bawahnya. Kejadian ini serupa dengan wallpaper yang terkelupas dari dinding. Jaringan saraf yang membentuk bagian peka cahaya pada retina membentuk suatu selaput tipis yang melekat erat pada jaringan penyokong di bawahnya. Jika kedua lapisan tersebut terpisah, maka retina tidak dapat berfungsi dan jika tidak kembali disatukan bisa terjadi kerusakan permanen.

Penyebab Penyakit Ablasio Retina

Adapun penyebab ablasio antara lain adalah

-menyusutnya korpus vitreum (bahan jernih seperti agar-agar yang mengisi bagian tengan bola mata),
-proses penuaan,
- trauma,
-diabetes berat,
-penyakit peradangan,
-retinopati akibat prematuritas (pada bayi premature),
-myopia (rabun jauh),
-ada riwayat ablasio retina dalam keluarga,
-ablasio retina pada mata yang lain,
-pernah mengalami operasi mata,
-ada daerah retina yang tipis/lemah yang dilihat oleh dokter mata.

Gejala Penyakit ablasio Retina

Beberapa gejala yang ditimbulkan antara lain

-pengelihatan samar seperti terhalang tirai dan bergelomban
- adanya kilatan-kilatan
-seperti ada bintik-bintik hitam yang mengapung
-floater
-melihat seperti ada lapisan hitam yang menutupi sebagian atau seluruh pandangan
-hilangnya fungsi penglihatan (awalnya terjadi pada salah satu bagian dari lapang pandang, tetapi kemudian menyebar sejalan dengan perkembangan ablasio)
- gangguan penglihatan dan penglihatan menjadi kabur.


Diagnosa Penyakit Ablasio Retina

Diagnosa, diagnosis di lakukan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan mata. Beberapa pemeriksaan yang dilakukan untuk mengetahui keutuhan retina antara lain ;

a). Oftalmoskopi direk dan indirek,
b). Ketajaman penglihatan,
c). Tes refraksi,
d). Respon refleks pupil,
e). Gangguan pengenalan warna,
f). Pemeriksaan slit lamp,
g). tekanan intraokuler,
h). USG mata,
i) Angiografi fluoresensi,
j). Elektroretinogram.

Pengobatan Untuk Penyakit Ablasio Retina
Pengobatan yang dilakukan untuk menyembuhkan ablasio adalah dengan :

a). pembedahan laser digunakan untuk menutup lubang atau robekan pada retina yang biasanya ditemukan sebelum terjadi ablasio,

b). kriopeksi (pemberian dingin dengan jarum es) akan terbentuk jaringan parut yang melekatkan retina pada jaringan di bawahnya, teknik ini digunakan bersamaan dengan penyuntikan gelembung udara dan kepala dipertahankan pada posisi tertentu untuk mencegah penimbunan kembali cairan di belakang retina,

c). penempelan kembali retina melalui pembedahan terdiri dari pembuatan lekukan pada sclera (bagian putih retina) untuk mengurangi tekanan pada retina sehingga retina kembali menempel.

Sebagai tindak pencegahan kita dapat menggunakan kaca mata pelindung untuk mencegah terjadinya trauma pada mata, penderita diabetes sebaiknya mengkontrol kadar gula darahnya secara seksama, periksakan mata minimal setahun sekali ( jika anda memiliki resiko menderita ablasio retina).

Proud Becomes Bontangers - Our Beloved City Bontang | Small Town with Tons Memories