Wednesday, 19 February 2014

Rene Conway, MBBPKT Meninggal Dunia

Marching band Indonesia kehilangan salah satu tokohnya. Gene Rene Conway, yang dikenal sebagai Pelatih Marching Band Bontang Pupuk Kaltim (MBBPKT), meninggal dunia di Bontang, Kalimantan Timur, Rabu (19/2) pada usia 52 tahun.

Meninggalnya Rene ini sangat mengejutkan karena terjadi secara tiba-tiba. Almarhum meninggalkan dua orang putra Robert Septien Saputra Conway dan Julian Ryan Conway.

Semasa hidupnya, Rene Conway dikenal sebagai pelatih marching band yang sukses membawa marching band dari kota kecil Bontang menjuarai Grand Prix Marching Band tingkat nasional sebanyak 10 kali. Kemampuan melatihnya juga banyak dijadikan referensi oleh marching band di seluruh Indonesia dan banyak mantan anak didiknya yang menjadi pelatih marching band terkemuka di tanah air.

Meskipun berkewarganegaraan Amerika Serikat, Rene Conway sangat mencintai Indonesia. Ia telah tinggal di Indonesia selama lebih dari 20 tahun. Pria kelahiran Pasadena, Texas, 9 April 1962 ini pertama menjejakkan kaki di Indonesia pada tahun 1991. Ketika itu ia diajak melatih marching band Sampoerna. Tidak lama di Sampoerna, ia sempat menjadi konsultan di marching band Tarakanita dan Universitas Tridinanti di Palembang, Sumsel.

Pada tahun 1993 bersama Andy Daugherty diminta menangani marching band Bontang Pupuk Kaltim (MBBPKT). Andy kemudian keluar dan Rene menjadi pelatih kepala di MBBPKT. Dan sejak saat itu, lulusan Sam Houston State University ini pun tinggal di Bontang sampai akhir hayatnya.

Selama melatih MBBPKT, banyak sekali prestasi yang diraihnya. MBBPKT adalah marching band pertama dari luar Jawa yang bisa menjuarai Grand Prix Marching Band, yaitu ajang kompetisi marching band tertinggi di Indonesia, pada tahun 1994. Secara keseluruhan, MBBPKT berhasil menjuarai ajang ini sebanyak 10 kali. Prestasi lain yang diraihnya bersama MBBPKT adalah Sudler Shield Award tahun 1998 dan Band of The Year versi WAMSB tahun 2001.

Sekretaris Perusahaan PKT, Surya Madya, yang juga Ketua Umum MBBPKT, mengungkapkan, meninggalnya Rene merupakan kehilangan yang sangat besar, bukan Cuma bagi Perusahaan dan MBBPKT, tapi juga bagi warga Bontang.

“Ada peran Rene yang jauh lebih besar daripada sekadar membawa timnya menjadi juara. Ia mampu mendidik dan membentuk karakter anak-anak Bontang menjadi disiplin, pekerja keras dan pantang menyerah”, kata Surya.

Pendidikan karakter yang diterapkannya itulah yang membuatnya dicintai anak didiknya. Kegiatan MBBPKT pun kian mendapat dukungan dari Pemerintah sebagai salah satu bentuk CSR perusahaan dibidang pembinaan generasi muda. Kesuksesan Rene melatih anak-anak Bontang menjadi juara nasional bahkan menginspirasi film layar lebar berjudul 12 Menit Kemenangan Untuk Selamanya.

Surya berharap bahwa apa yang telah dilakukan Rene untuk anak-anak Bontang melalui MBBPKT ini bisa terus dilanjutkan oleh pengurus marching band. Pada hari kepergiannya, para pemain MBBPKT menggelar konser perpisahan.

Sambil menahan tangis para pemain tetap menuntaskan konser penghomatan terakhir untuk sang pelatih. Mengutip salah satu ucapan Rene Conway “Saat dihadapkan pada berita kematian, saya bersedih. Tapi kali ini saya diingatkan, ingin dikenang sebagai apa saat saya pergi nanti”.

Suara Pembaruan

Penulis: PR/Y-4/YS

Sumber:Suara Pembaruan

Proud Becomes Bontangers - Our Beloved City Bontang | Small Town with Tons Memories