Friday, 17 January 2014

Tips Negosiasi Gaji - Wawancara Kerja

Semua orang menyukai tawaran pekerjaan, tetapi hanya sedikit orang yang suka tahapan negosiasi gaji. Prosesnya penuh dengan kekhawatiran; Anda akan meminta terlalu banyak atau terlalu sedikit, pewawancara akan menilai rendah kemampuan Anda, atau Anda tidak tahu bagaimana menilai tawaran mereka.


Tetapi, nego gaji sebenarnya enggak terlalu menyulitkan. Caranya, hindari saja delapan kesalahan ini dan Anda akan menjadi negosiator gaji yang lebih baik.

1. Tidak siap
Pada titik tertentu, hampir semua perusahaan akan bertanya tentang kisaran gaji yang Anda cari. Dan pertanyaan ini bisa saja muncul saat mereka pertama kali menelepon Anda.

Anda harus siap. Karena jika Anda tidak siap, Anda dapat memberi nilai rendah pada diri Anda atau berkata sesuatu yang dapat "mengancam" Anda di proses negosiasi ini. Demikian dikutip dari US News, Jumat (17/1/2014).

2. Membiarkan perusahaan memberi tawaran berdasarkan gaji Anda sebelumnya
Sejarah gaji Anda bukanlah urusan orang lain. Di samping itu, perusahaan bisa mencari tahu berapa gaji yang pantas bagi Anda tanpa perlu melihat sejarah gaji yang pernah Anda terima.

Untuk menghindari pertanyaan seputar sejarah gaji ini, coba hindari juga kesempatan pewawancara untuk mendiskusikan nominal gaji Anda sebelumnya. Jika Anda tidak bisa melakukannya, beri alasan bahwa Anda mematok nilai rendah pada gaji sebelumnya karena Anda menaruh kepedulian besar pada misi yang Anda kerjakan tersebut.

Alasan lainnya, Anda sedang belajar keterampilan baru yang membuat Anda lebih siap di bursa tenaga kerja atau konteks apa pun yang bisa Anda ajukan. Sebaiknya, fokus pada apa yang ingin Anda capai sekarang dan alasan mengapa Anda layak untuk itu.

3. Berbohong tentang gaji sebelumnya
Banyak pencari kerja mengklaim bahwa mereka saat ini mendapat gaji lebih banyak dari yang sebenarnya didapat. Mereka pikir, cara seperti itu bisa membuat perusahaan memberikan gaji yang lebih banyak.

Tapi ini bisa menjadi bumerang karena banyak perusahaan memverifikasi sejarah gaji pekerjanya. Sering kali, proses ini dilakukan setelah Anda diterima kerja. Artinya, Anda pun mempertaruhkan pekerjaan yang baru didapat.

4. Tidak verifikasi hasil riset
Website pencarian kerja, lengkap dengan kisaran gaji yang ditawarkan, bisa menjadi referensi. Tetapi, perlu diingat, kenyataannya, tidak semua data di website tersebut dapat dipercaya. Asosiasi profesional di bidang yang Anda tekuni mungkin dapat menjadi sumber yang lebih valid dalam urusan survei gaji.

5. Memberi kisaran gaji yang diinginkan dan kecewa ketika mendapat nilai minimal
Nominal pada kisaran gaji yang Anda berikan ke perusahaan adalah cara lain Anda untuk mengatakan, "Saya siap menerima gaji di angka minimal."

Sebaiknya, pilih dengan hati-hati kisaran nominal gaji yang Anda inginkan dengan fokus pada besaran minimal.

6. Bermain-main
Jika perusahaan menanyakan berapa gaji yang Anda inginkan dan Anda menolak untuk menjawabnya, bisa jadi perusahaan akan beralih ke kandidat berikutnya.

7. Takut jika bernegosiasi, tawaran Anda akan dibatalkan
Selama Anda ramah dan menunjukkan sikap profesional, pihak perusahaan tidak akan menarik kembali sebuah tawaran pekerjaan hanya karena Anda menegosiasikan gaji.

8. Tidak mempertimbangkan faktor lain di luar gaji
Tentu saja, semua orang memiliki standar bahwa mereka tidak akan menerima gaji kecil. Tetapi, banyak yang melakukan kesalahan karena tidak mempertimbangkan hal lain di luar gaji. Fasilitas ini misalnya dana pensiun dan asuransi kesehatan. Berbagai tunjangan yang diberikan perusahaan akan membuat pos pengeluaran Anda tidak terlalu besar.

Proud Becomes Bontangers - Our Beloved City Bontang | Small Town with Tons Memories