Friday, 17 January 2014

Stuck in The Moment Dan Cara Mengatasinya

Pernahkah kamu merasa pekerjaan yang sudah dilakukan sekuat tenaga tetapi tidak artinya? Lalu semua terasa membosankan? Jika iya, berarti kamu sedang mengalami demotivasi. Apa itu demotivasi dan apakah bedanya dengan motivasi?

Motivasi dan demotivasi adalah dua hal yang saling bertolak belakang. Motivasi berefek positif, sementara demotivasi lebih banyak memberikan imbas negatif.


Secara umum demotivasi adalah menurunnya semangat kerja, akibat perasaan lelah, tidak memiliki semangat, dan menyerah terhadap keadaan. Demotivasi sangat membahayakan karena datang tanpa disadari dan merusak kualitas diri yang selama ini sudah kamu rintis dan capai. Bahkan dalam jangka panjang, hal ini bisa sangat merugikan dirimu sendiri.

Demotivasi sifatnya sangat personal. Demotivasi bisa terjadi karena banyak hal, antara lain menuntut kesempurnaan, rendah diri, membandingkan diri dengan orang lain, melakukan banyak hal di saat bersamaan.

Seorang motivator kenamaan asal Amerika Serikat, Jim Rohn, mengatakan jika kamu benar-benar ingin melakukan sesuatu, pasti kamu akan menemukan jalannya. Tetapi, jika kamu sebenarnya tidak ingin melakukannya maka kamu akan mencari-cari alasan.

Pernyataan Jim Rohn ini bisa mengidentifikasikan masalah yang kamu hadapi. Cobalah bertanya pada diri sendiri, masalah apa yang sebenarnya menjadi hambatan? Apakah kamu sudah cukup matang mengatasi masalah yang dihadapi? Apakah kamu sudah bisa memilah dan mengotak-kotakan problem antara persoalan keluarga, pertemanan, persoalan kantor atau mungkin persoalan dengan pacar?

Hal yang perlu kamu lakukan adalah mengklasifikasi persoalan lalu membuat solusi. Jangan campur adukan persoalan, lalu memukul rata semua persoalan. Bisa jadi kamu memiliki kekecewaan di luar kantor, namun tanpa disadari hal itu kamu tumpahkan dalam pekerjaan.

Situasi ini harus segera dituntaskan. Nah, untuk mengatasinya ada beberapa cara yang bisa dilakukan.

1. Luapkanlah Emosi

Jika kamu memiliki pandangan yang buruk atau permasalahan, simpan hanya untuk dirimu sendiri. Maksudnya, jangan sampai kamu menjelek-jelekan sesuatu atau sumpah serapah di hadapan orang banyak. Ini bisa membuat penilaian dirimu rusak. Apalagi apa yang kamu ucapkah hanya emosi sesaat. Bicara lah pada orang yang tepat.

Jika kamu memiliki persoalan kerja yang tidak dapat diselesaikan, bicarakan lah dengan mentor atau atasanmu di kantor. Kalau kamu merasa rikuh, ceritakan lah hanya dengan orang yang kamu percayai. Misalnya sahabat karib atau keluarga.

2. Berharaplah Sewajarnya

Jangan pernah berharap timbal balik terlalu muluk. Lakukan semua pekerjaan dengan ikhlas. Meski kamu melakukan kesalahan berulang-ulang, tetap semangat dan berpikir bahwa hal itu bagian dari proses pembelajaran.

Seperti pribahasa berakit-rakit dahulu, berenang-renang ke tepian. Yang perlu dipahami tidak ada orang yang langsung sukses. Ada kalanya kita harus tertatih-tatih untuk menuju kesuksesan.

3. Positive Thinking

Selalu berpandangan baik. Jaga diri dari prasangka buruk. Dekatkan lah diri kepada Tuhan, bahwa hal yang buruk akan mendatangkan keburukan. Berpikir secara rasional dan tidak dengan emosi. Dengan begitu kamu bisa berpikir secara tenang.

4. Ubah Mind Set

Jika kamu memiliki persoalan, segera cari jalan keluarnya. Jangan pernah menghabiskan energimu dengan hanya memikirkan masalah. Langkah itu akan menguras energimu.


5. Cari teman yang tepat

Untuk sementara, cari lah teman-teman yang memiliki semangat tinggi. Tujuannya agar kamu tertular semangat positif. Kalau lingkunganmu juga orang yang demotivasi, kesempatan untuk keluar dari situasi stuck akan semakin sulit. Sebab demotivasi bisa menular.


6. Percaya Diri

Janganlah pernah menganggap dirimu tidak ada artinya. Ubah lah pikiran rumput tetangga lebih hijau. Bersyukur lah dengan apa yang ada dirimu. Apa yang ada di dirimu adalah anugerah dari Tuhan.

Proud Becomes Bontangers - Our Beloved City Bontang | Small Town with Tons Memories