Wednesday, 22 January 2014

Pemkot Bontang Siapkan Rp 20 Miliar untuk Jamkesda

Pemkot Bontang Siapkan Rp 20 Miliar untuk Jamkesda - Kepala Dinas Kesehatan Bontang, dr Indriaty Aziz, memastikan program Jaminan Kesehatan Kesehatan Daerah (Jamkesda) bagi masyarakat miskin di Bontang akan tetap diberlakukan tahun 2014. Pasalnya, efektitas program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diselenggarakan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, belum bisa menjadi patokan untuk menghapus Program Jamkesda. “Khusus program Jamkesda, tetap kita lanjutkan tahun 2014, karena pelaksanaan BPJS belum bisa dijadikan acuan untuk memasukkan program Jamkesda dalam skema BPJS,” ujar dr Indry, Jumat (3/1).

Menurut dr Indry, pihaknya akan menunggu dulu hasil transformasi dan respon dari 4 peserta layanan kesehatan yang masuk dalam kelembagaan BPJS Kesehatan tahap pertama. Yakni peserta Askes, Jamsoste, Asabri, dan warga miskin yang masuk dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (Jamkesmas) Pemerintah Pusat. Jika dalam perjalanan, seluruh peserta BPJS tahap pertama itu tidak banyak komplain, maka terbuka kemungkinan Pemkot Bontang akan mentrasformasikan kepesertaan Jamkesda dalam BPJS Kesehatan. “Prinsipnya, kita wait and see, saja kalau memang tidak masalah. Maka sangat mungkin peserta Jamkesda masuk dalam skema BPJS,” paparnya.

Ia mengungkapkan untuk tahun 2014, pihaknya sudah mengalokasikan anggaran tidak kurang dari Rp 20 miliar untuk membayar premi jaminan berobat gratis bagi semua warga miskin di Bontang. Alokasi anggaran tersebut, merupakan bukti dari komitmen Pemkot dan DPRD dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi semua warga miskin.

Proud Becomes Bontangers - Our Beloved City Bontang | Small Town with Tons Memories