Wednesday, 22 January 2014

Mantan Walikota Bontang Divonis Bebas

Mantan Walikota Bontang dua periode Andi Sofyan Hasdam divonis bebas majelis hakim Mahkamah Agung (MA) atas kasus korupsi dana asuransi DPRD Bontang periode 1999-2004.

Tiga majelis hakim yang menyidangkan perkara Sofyan Hasdam, masing-masing Timur Manurung (ketua) didampingi Sofyan Martabajaya dan Leopold Hutabarat, menjatuhkan Onslag (perbuatan terbukti tapi bukan bukan pidana) terhadap Sofyan Hasdam.

"Syukur Alhamdulillah, sesuai penyampaian resmi dari MA, perkara yang saya hadapi divonis Onslag, dan dinyatakan bebas karena bukan pidana" ujar Sofyan Hasdam, saat dihubungi Tribun, Rabu (22/1) malam kemarin.

Informasi mengenai vonis bebas dari MA tersebut, secara resmi diterima Sofyan Hasdam, sejak Kamis (16/1). Kendati demikian, Ia mengaku belum menyampaikan kepada publik karena salinan putusan resmi dari MA belum keluar.

"Salinan putusannya belum saya terima, tapi sesuai informasi resmi dari MA, saya dinyatakan tidak bersalah," ungkapnya.

Dalam putusannya Majelis Hakim MA yang menyidangkan perkara Sofyan Hasdam, menyatakan bahwa perkara dugaan korupsi pemberian dana asuransi kepada 25 Anggota DPRD periode 1999-2004, bukan pelanggaran pidana, tapi sebatas pelanggaran administratif. Karenanya, majelis hakim menetapkan memutuskan vonis Onslag kepada Sofyan Hasdam, tanpa Dissenting Opinion/ perbedaan pendapat dari 3 ketiga hakim.

"Perlu diketahui juga bahwa dalam putusan itu tidak ada hakim yang melakukan dissenting opinion," katanya.

Sofyan berharap perkara yang menimpa dirinya menjadi pelajaran bagi semua pihak. Membuka mata publik bahwa sampai kapan pun kebenaran tetap akan menang mesti itu perjuangan yang panjang.

"Saya memang meyakini bahwa sampai kapan pun kebenaran pasti akan menang. Semoga ini bisa jadi pelajaran bersama," ungkapnya.

Sebelumnya, pada persidangan di Pengadilan Tipikor Samarinda, medio April 2012 lalu, majelis hakim Tipikor Samarinda yang diketuai Polin Tampubolon SH, menjatuhkan pidana pidana penjara selama satu tahun dan enam bulan serta denda Rp 200 juta kepada Sofyan Hasdam.

Vonis hakim Tipikor tersebut persis sama dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum yang pada persidangan sebelumnya menuntut terdakwa dengan hukuman penjara 1 tahun 6 bulan dan denda Rp 200 juta subsider 6 bulan kurungan.

Tidak terima dengan putusan Pengadilan Tipikor, Sofyan yang sejak awal meyakini dirinya tidak bersalah melakukan upaya banding dan Kasasi Mahkamah Agung. Hasilnya pun berbuah manis, mantan Walikota Bontang dua periode dibebaskan dari vonis pidana penjara. "Ini adalah buah dari perjuangan panjang. Dari awal saya memang meyakini bahwa saya tidak bersalah dalam kasus ini," tandas Sofyan Hasdam.

Proud Becomes Bontangers - Our Beloved City Bontang | Small Town with Tons Memories