Wednesday, 22 January 2014

Fakta dan Mitos Tentang Jerawat

MESKI kecil, jerawat memang bandel. Banyak mitos tentang jerawat, lalu bagaimana faktanya? Dalam simposium dan workshop Acne Vulgaris di RSUD Abdul Wahab Syahranie, dr Darwis Toena Sp KK menyampaikan fakta seputar jerawat ini.

Pada kesimpulannya korelasi jerawat dan diet masih kontroversi. Banyak studi soal hubungan jerawat namun hasilnya berbeda-beda.

Misalnya saja, mitos bahwa karbohidrat memicu jerawat. Faktanya karbohidrat meningkatkan kadar insulin dalam darah. Sehingga memengaruhi hormon androgen dan produksi sebum dan memicu jerawat. Dari penjelasan tersebut benar bahwa mengurangi konsumsi karbohidrat baik untuk melawan jerawat.

Soal karbohidrat berbeda lagi dengan makanan cokelat. Mitosnya, makan cokelat memicu jerawat. Faktanya, banyak studi tidak menemukan hubungan antara cokelat dan jerawat. Tidak ada data yang meyakinkan soal ini. Jadi, selama tidak berlebihan makan saja cokelat sesuka hati.

Berbeda dengan susu, susu ternyata memicu jerawat. Sebab, fakta studi dari Harvard University remaja yang minum susu cenderung memiliki jerawat yang lebih banyak. Mengapa? Susu dapat mengganggu fungsi hormon atau gula dalam susu dapat meningkatkan insulin. Sehingga meningkatkan hormon androgen pemicu jerawat.

Lalu bagaimana dengan gorengan? Banyak mereka yang berjerawat menghindari mati-matian mengonsumsi gorengan. Faktanya, sebum alias minyak alami kulit yang dihasilkan kelenjar sebasea memang jadi penyebab jerawat. Tetapi minyak pada gorengan sama sekali tidak ada kaitannya. Begitu pula dengan konsumsi kacang.

Faktanya beberapa kacang seperti kacang dan mede justru mengandung asam oksalat yang mencegah jerawat. Sedangkan kacang kedelai kaya asam lemak omega 3 yang terbukti dapat menekan inflamasi dan mencegah jerawat.

Selain makanan, banyak mitos memperlakukan jerawat juga yang salah. Misalnya saja, ada yang beranggapan berpanas di sinar matahari membantu menghilangkan jerawat. Padahal faktanya, matahari hanya mengurangi tampilan karena menyamarkan warna kulit merah. Justru sinar matahari dapat menyebabkan sunburn yang dapat mengiritasi kulit.

Ada pula yang mengaitkan seks sebagai cara menyembuhkan jerawat. Faktanya, tidak ada bukti ilmiah yang mendukung. Hormon androgen meningkatkan dorongan seks dan memicu jerawat.

Proud Becomes Bontangers - Our Beloved City Bontang | Small Town with Tons Memories