Wednesday, 22 January 2014

Bontang Bangun Rusunawa Lima Lantai

Bontang Bangun Rusunawa Lima Lantai - Rencana pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (rusunawa) bagi warga miskin (gakin), akhir terwujud. Megaproyek yang dibiayai oleh APBN sekitar Rp 39 miliar, dipastikan mulai berjalan awal tahun ini. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Bidang Cipta Karya, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Bontang, Maksi Dwiyanto, saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (15/1). "Sesuai hasil rapat kami dengan tim dari Kementrian PU, pekerjaan fisik Rusunawa Bontang akan dimulai awal tahun ini," ujar Maksi Dwiyanto, kemarin.

Menurut Maksi, pembangunan Rusunawa di Bontang merupakan program pemerintah pusat yang menggunakan pos anggaran Kementerian Pekerjaan Umum. Karenanya, untuk pelaksanaan lelang dan penunjukkan kontraktor langsung dilaksanakan oleh Kementerian PU di Jakarta. Pemkot Bontang hanya bertanggung jawab untuk menyiapkan lahan dan fasilitas pendukung Rusunawa seperti jalan, taman bermain termasuk penyediaan listrik dan air bersih. "Lelangnya langsung ke Kementerian PU, jadi kita hanya disini hanya sebatas menyediakan lahan dan fasilitas pendukung lainnya," ungkap maksi.

Dijelaskan, Rusunawa tersebut nantinya dibangun di tanah milik Pemkot Bontang seluas 1,2 hektare dengan jumlah utama bangunan terbagi dalam 2 blok (twin block). Masing-masing blok akan dibangun setinggi lima lantai dengan jumlah kamar sebanyak 98 unit, tipe 24. Proyek ini diperkirakan hanya memakan waktu sekitar setahun. Rencananya, awal tahun 2015 sudah bisa langsung difungsikan atau diisi oleh penghuni yang memenuhi kriteria sebagai warga miskin yang memang belum memiliki hunian rumah tetap. "Sesuai kontrak, pembanguna hanya 1 tahun jadi awal 2015, sudah bisa langsung ditempati," katanya.

Karenanya, paralel dengan pembangunan fisik, saat ini Pemerintah sudah melakukan koordinasi dengan pihak Kelurahan agar melakukan pendataan mengenai warga miskin yang berhak mendapat jatah Rusunawa. Ia mengungkapkan, beberapa kriteria penghuni Rusunawa yakni tercatat sebagai warga miskin, dengan profesi utama seperti buruh, nelayan, pedagang kecil, guru dan mahasiswa. Bagi yang sudah berkeluarga disyaratkan minimal memiliki 2 anak atau 4 anggota keluarga. "Sekarang sudah mulai pendataan, yang jelas antusias warga untuk menempati Rusunawa itu cukup tinggi. Makanya kita akan selektif dalam menetapkan penghuni," paparnya.
Selain membantu warga mendapatkan tempat hunian sewa yang murah dan layak, pembangunan Rusunawa juga diharapkan bisa mengendalikan pertumbuhan permukiman yang tidak tertata dan berpotensi kumuh di Bontang. Sebagai ilustrasi biaya sewa termahal Rusunawa ini diperkirakan maksimal Rp 300 ribu per bulan, untuk lantai bawah, lantai dua Rp 280 ribu per bulan, lantai tiga Rp 260 ribu per bulan, dan lantai lima Rp 220 ribu per bulan. "Prinsipnya Rusunawa ini diperuntukkan bagi keluarga miskin yang belum punya rumah dan punya itikad kuat untuk membangun rumah sendiri nantinya," pungkas Maksi.

Proud Becomes Bontangers - Our Beloved City Bontang | Small Town with Tons Memories