Wednesday, 22 January 2014

50 Persen Kios Pasar Telihan Bontang Tutup

50 Persen Kios Pasar Telihan Bontang Tutup - Geliat ekonomi di pasar Taman Telihan, Bontang Barat yang tak kunjung membaik, kembali mengundang sorotan tajam sejumlah politisi di DPRD Bontang. Ketua Komisi III DPRD Bontang, Pauzan Akhsan, mengaku sangat prihatin melihat kondisi pasar Taman Telihan yang justru semakin sepi sejak diresmikan awal 2011 silam. "Pasar semi modern itu sudah diresmikan sejak 2 tahun lalu, dan sampai sekarang belum ada tanda-tanda peningkatan pengunjung. Kasihan pedagang yang mencari nafkah disana," ujar Pauzan Akhsan, kepada Tribun, Kamis (16/1).

Menurut Pauzan, kondisi pasar Telihan yang tak kunjung diminati warga, harus mendapat perhatian khusus Pemerintah, khusus Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM yang membawahi Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pasar. Pemerintah harus membuat terobosan yang bisa menarik konsumen belanja ke pasar Telihan. Diantaranya dengan menertibkan kembali seluruh petak pasar yang masih kosong, memanfaatkan sebagian lahan parkir di halaman depan pasar untuk jajanan kuliner atau menggelar event pameran yang bisa menarik minta belanja warga. "Harus ada terobosan nyata yang dilakukan Pemerintah. Kalau perlu anggaran pameran dan expo yang miliaran tiap tahun dimaksimalkan untuk kemajuan pasar Telihan," ungkapnya.

Ia mengungkapkan dari hasil pantauan lapangan, hampir 50 persen petak pasar Taman Telihan belum dimanfaatkan dengan maksimal oleh pemilikya alias mati suri. Hal ini secara otomatis mempengaruhi minat konsumen belanja ke Pasar Telihan Alasannya, kebutuhan bahan pokok yang dijual jadi terbatas, sehingga untuk belanja dengan konsep one stop shopping di pasar semi modern itu tidak tercipta. "Hampir 50 persen kios/petak pasar di Telihan itu selalu tutup. Kalau tidak percaya silahkan cek sendiri, terutama di bagian depan hanya sebagian kecil kios yang buka," katanya.

Kondisi ini lanjut Pauzan, tidak bisa dibiarkan berlarut-larut mengingat usia pasar Telihan berjalan hampir 2 tahun. Ia khawatir jika persoalan tidak segera disikapi lambat laut akan 'membunuh' semua pedagang yang ada di Pasar tersebut. "Kami minta supaya semua petak yang masih kosong agar disita dan segera ditawarkan kepada pedagang yang memang mau berusaha," ujar politisi Partai Demokrat tersebut.
Senada, Anggota Komisi III DPRD Bontang, Henri Pailan mendesak pemerintah segera menindak tegas seluruh pemilik kios yang tidak memanfaatkan petak milik mereka, dengan mencabut hak pinjam pakainya. Menurutnya, rentang waktu sekitar 2 tahun sudah cukup menjadi alasan bagi Pemerintah untuk mencabut hak pinjam pakai pedagang untuk memulai usaha secara serius. "Termasuk yang pedagang yang hanya buka 'Senin-Kamis' atau dua kali seminggu saya kira tidak layak dipertahankan," pungkas Henri Pailan.

Proud Becomes Bontangers - Our Beloved City Bontang | Small Town with Tons Memories