Sunday, 23 October 2016

Kalau Ingin Anak-mu Kelak Jadi Hebat, Membiarkan Dia Merantau Adalah Cara yang Tepat!

Kalau Ingin Anak-mu Kelak Jadi Hebat, Membiarkan Dia Merantau Adalah Cara yang Tepat!
instagram.com/maudyayund

Kemudahan akses mendapatkan pendidikan saat ini memang memudahkan banyak orang untuk memilih sekolah di mana saja, bisa di luar kota hingga ke luar negeri. Pengalaman berharga yang didapat oleh para “perantau” menjadikan banyaknya anak muda yang ingin turut mengenyam pendidikan di luar wilayah mereka.

Namun sayang, di satu sisi pandangan orang tua selalu tidak sejalan dengan keinginan sang anak. Faktor jarak dan keamanan sering dijadikan alasan untuk tidak membiarkan sang anak merantau. Tapi, apakah itu relevan?

Tanpa disadari, melarang anak untuk merantau sama dengan menghalangi mereka memperoleh berbagai kesempatan dan manfaat positif.

Satu hal yang mutlak kita ketahui terkait merantau tentunya adalah pengalaman yang didapat. Ya, merantau sudah pasti dapat memberikan berbagai pengalaman dan pelajaran kehidupan yang berharga. Mereka yang merantau dituntut untuk mandiri dan mampu beradaptasi dengan lingkungan barunya.

Memang tidak dirasa seberapa dengan kemampuan akademik yang ditawarkan semua sekolah di semua tempat. Tapi apakah gelar saja sudah cukup menjadi jaminan kesuksesan di masa depan? Sayangnya belum.

Ada baiknya kita tidak melupakan peran soft skill dalam hal ini.


Soft skill tak lain merupakan kemampuan di luar bidang akademik, yang mencakup perilaku, kepribadian, dan kemampuan dalam berinteraksi dengan orang lain. Tidak bisa dipungkiri, soft skill memiliki peran krusial, mengingat di setiap waktu kita selalu dihadapkan dengan berbagai bentuk interaksi dengan orang lain.

Hal ini sangat menentukan keberhasilan karir seseorang. Bahkan, World Economic Forum telah merekomendasikan berbagai kemampuan yang penting dimiliki para pelajar di abad ke 21.


Di mana sebagian besar di antaranya termasuk ke dalam soft skill, meliputi komunikasi, kerja sama, adaptasi, kepekaan sosial dan kultural, serta kemampuan menyelesaikan masalah.

Seluruh jenis soft skill ini dapat secara optimal didapat ketika sang anak dibiarkan merantau. Anak tidak hanya dihadapkan dengan lingkungan baru serta adat dan budaya yang berbeda, tapi juga harus mampu menyesuaikan diri. Anak juga dituntut untuk mampu berinteraksi dengan berbagai orang dengan kultur yang berbeda yang tentunya membuka pikiran. Tak lupa juga kemampuan mengatur keuangannya sendiri dan membuat keputusan sendiri, membuat ia belajar menjadi problem-solver.

Tak main-main, hal ini turut dikonfirmasi oleh sebuah penelitian yang dilakukan oleh William Maddux dari Perancis

Dilansir dari TIME, diketahui bahwa mereka yang sekolah di luar negeri atau terlibat dalam lingkungan yang multi-kultural ternyata memiliki kemampuan berpikir yang lebih hebat.


Mereka cenderung dapat berpikir secara kreatif, fleksibel, dan mampu menyelesaikan masalah dengan baik.
Selain itu, poin lebih yang bisa didapat dari merantau adalah kemampuan bahasa asing.

Baik itu di luar negeri atau ketika merantu ke daerah lain, bahasa dapat menjadi kendala tersendiri. Salah satu bentuk adaptasi di lingkungan dengan budaya yang asing adalah dengan mempelajari bahasa lokal di sana. Hal ini yang tentunya berdampak baik bagi mereka yang merantau. Tak hanya menambah wawasan, mempelajari bahasa asing juga meningkatkan kecerdasan.


Memang sudah bukan rahasia lagi bila memiliki kemampuan bahasa lebih dari dua dapat meningkatkan kecerdasan. Seperti yang dilansir dari Daily Mail, bahwasanya anak yang memiliki kemampuan bilingual memiliki performa lebih baik dalam melaksanakan tugas, serta memiliki fungsi memori jangka pendek yang lebih bagus. Ternyata tidak hanya itu saja, dari segi kesehatan, mempelajari bahasi asing disinyalir dapat mengurangi risiko penyakit Alzheimer, dilansir dari Huffington Post.

Berbicara mengenai keuntungan, tentu tidak lepas dari kerugian. Membiarkan anak merantau juga memiliki sisi negatifnya sendiri. Meski begitu, sejauh yang dikira, kekurangan ini tak lain hanya menimpa orang tua sendiri.


Pertama, dari segi jarak dan keamanan.

Tidak sedikit orang tua yang khawatir dengan keadaan anaknya lantaran terpisahkan oleh jarak. Seharusnya hal ini tidak menjadi kehawatiran yang berlebih. Karena pada akhirnya, anak juga akan memiliki kehidupan dan problematikanya yang harus dihadapi sendiri.

Terlebih lagi tidak melupakan potensi yang dimiliki sang anak. Masa pertumbuhan dan perkembangan tidak luput dari mempelajari mana yang benar dan yang salah. Dengan membiarkan sang anak merantau, sama dengan memberikan dia kesempatan untuk mempraktikkan yang sudah dia pelajari di rumah.

Kedua, dari segi biaya.

Memang, dana yang dibutuhkan untuk menghidupi anak perantau tidak sedikit. Biaya tempat tinggal, uang makan dan transportasi mau tidak mau harus digelontorkan demi keberlangsungan anak di lingkungan barunya. Namun, mengingat banyaknya informasi beasiswa yang menyebarluas saat ini, semestinya biaya tidak menjadi kendala. Lagi pula, apa ruginya mengeluarkan lebih banyak uang demi berbagai manfaat yang dapat diperoleh sang anak? Hitung-hitung juga dapat sekaligus menjadi sebuah investasi pendidikan yang berharga untuk dirinya.

Pada akhirnya, membiarkan anak merantau juga bisa dikatakan sebagai bentuk tanggung jawab orang tua dalam mempersiapkan anaknya di masa depan nanti.

Apakah sang anak nanti mampu berjuang di tengah persaingan kehidupan yang semakin ketat, atau apakah nanti dia dapat mengembangkan kepribadiannya lebih baik lagi, semuanya tentu menjadi perhatian utama setiap orang tua. Demi meraih tujuan tersebut, ada baiknya para orang tua merefleksikan diri kembali dan menilai apakah keputusan yang dia buat ditujukan demi kepentingan sang anak, atau justru dirinya sendiri.

Apapun pilihannya, satu hal yang tidak dapat dielakkan adalah kenyataan bahwa cepat atau lambat, anak akan tumbuh besar dan tidak lagi ditopang oleh orang tua. Kemandirian dan keteguhan mental pun menjadi suatu hal yang mutlak dimilikinya.
idntimes

Kamu yang Udah Pacaran Lebih Dari 2 Tahun Perlu Lakukan 13 Hal Ini Supaya Hubunganmu Bisa Awet



Tahukah kamu apa yang membuat suatu hubungan itu awet seperti Glenn Alinskie dan Chelsea Olivia? Bukan karena mereka telah berhasil menemukan seseorang yang pas di hati, tapi karena mereka sama-sama berusaha dalam hubungan itu. Baik Glenn maupun Chelsea mengakui, tidak ada rahasia dalam menjalin hubungan yang awet itu. Namun kebiasaan-kebiasaan seperti ini bisa membuat hubunganmu awet.


1. Mereka menerima kebiasaan 'aneh' masing-masing pasangannya.


Jika kamu menjalin hubungan dengan seseorang, tentu masing-masing dari kalian akan membawa kebiasaan aneh kalian sendiri. Jangan jadikan hal ini sebagai halangan, sebaliknya terimalah kebiasaan 'aneh' pasanganmu itu. Percaya nggak percaya, dengan mau menerima kondisi pasangan masing-masing itu bisa menjadikan hubunganmu lancar sampai kalian tua nanti lho!

2. Pasangan yang awet itu tidak akan membiarkan dirinya sendiri tidur dalam keadaan marah dengan pasangannya.

Ada pepatah tua yang mengatakan, "marah cukup sampai matahari terbenam saja". Hal ini tentu mengajarkan kita, jika kamu mau meninggalkan masalah dalam keadaan marah itu tidak akan menyelesaikan masalahmu. Lebih baik masalah itu dibicarakan dengan pasanganmu sampai selesai dan jangan pernah meninggalkan dendam dengan pasangan.

3. Mereka tetap berjalan sambil bergandengan tangan.


Percaya nggak kalau berjalan sambil bergandengan tangan itu membuat hubunganmu lebih bahagia. Pasangan yang bergandengan tangan itu merasa kalau hubungan mereka lebih nyaman dan mereka lebih bahagia daripada mereka yang jarang bergandengan tangan.

4. Ingatlah pada hal-hal menyenangkan yang dilakukan oleh pasanganmu, bukan hal-hal yang buruk.


Tidak bisa dihindari, dalam berhubungan pasti ada kalanya pertengkaran itu terjadi. Tapi jika ingin hubunganmu awet, kamu jangan mengingat penyebab pertengkaran itu. Ingatlah pada hal-hal menyenangkan bersama pasanganmu. Bersikap dan berpikir positif mengenai pasanganmu jauh lebih ringan daripada berpikir yang negatif.

5. Selalu ucapkan 'selamat pagi', 'mimpi indah ya' dan 'I love you' setiap harinya.



Mudah bukan sebenarnya? Tapi nggak banyak lho pasangan yang melakukannya. Sekilas kata-kata ini terlihat simpel, tapi efeknya besar sekali. Percaya nggak percaya, dengan kamu mengucapkan kalimat ini setiap harinya, kamu menambah semangat pasanganmu untuk menjalani hari dengan bahagia dan tidur pun bisa nyenyak.

6. Mereka juga merayakan setiap prestasi yang diraih pasangannya.


Siapa yang tidak mau dihargai dan dikenal karena jasanya, meski itu jasa sekecil apapun. Perlu kamu ingat, bahwa kalau sudah berhubungan itu artinya kamu menjadi satu tim. Supaya 'timmu' itu solid, tentu kamu perlu merayakan apa yang sudah diraih oleh pasanganmu. Entah itu hanya makan bersama, menelepon untuk mengucapkan selamat dan pujian, atau mungkin memberikan hadiah. Apapun bentuknya bila dirayakan bersama tentu ada makna tersendiri.

7. Daripada mengucapkan 'aku minta maaf atas kesalahanku', pasangan yang awet itu selalu mengucapkan 'terima kasih kamu sudah hadir di hidupku'.

Pasangan yang bisa dibilang sukses berhubungan itu ketika mereka berhasil mengubah sesuatu yang negatif menjadi positif. Itu artinya, mereka sukses mengubah pertengkaran menjadi suatu berkah. Daripada kamu menunjuk jeleknya pasanganmu itu, ingatlah kamu juga punya jelek tersendiri. Kehadiran pasanganmu itu seharusnya bisa menutupi kejelekanmu dan kamu harusnya bersyukur mereka sudah hadir dalam hidupmu.

8. Mereka tidak pernah lupa untuk melakukan small things yang bermakna bagi pasangannya.


Setiap pasangan pasti mempunyai small things yang berbeda. Entah itu hanya sekadar menyemangati pasangannya, mendengarkan dia ketika ada masalah atau membantu pekerjaan rumahnya ketika pasanganmu masih ada urusan. Hal kecil-kecil ini mungkin terlihat sepele di mata orang lain. Tapi di mata pasanganmu, jasamu itu terlihat begitu besar dan terasa nyata cintanya padamu.

9. Daripada berhubungan dengan model give and take, lebih baik berhubungan dengan model give and give.

Kalau sudah namanya mau pacaran yang awet dan jangka panjang, kamu tidak boleh sekalipun menerapkan prinsip give and take. Hal ini bisa menjadikan beban pikiran tersendiri bagimu. Jadi tidak perlu menunggu pasanganmu membalas ketika kamu memberi dia sesuatu. Percayalah jika sudah pada saatnya, dia akan membalasmu jauh lebih 1000 kali lipat dari yang kamu dambakan.

10. Pasangan yang awet itu masih terus menyimpan rasa humor mereka, meski sepintas itu terlihat seperti rasa humor yang jayus.

Ketika hubungan sudah di ambang kebosanan, rasa humor ini bisa menolong kamu dan pasanganmu. Memiliki rasa humor ini tentu akan membuatmu mengingat, kenapa kamu bersama pasanganmu ini. Percayalah, pasangan yang sehat dan bahagia itu pasangan yang bisa tertawa baik diatas kepintaran maupun kebodohan mereka masing-masing.

11. Mereka peka akan perasaan pasangannya masing-masing.


Jika kamu sudah menjalani hubungan dua tahun lebih, tentu kamu sudah ahli dalam hal ini. Dengan lebih peka akan perasaan pasanganmu, hal ini akan menolongmu untuk mengambil langkah. Jadi kamu bisa tahu, apa yang harus kamu lakukan jika pasanganmu marah, sedih bahkan dalam kondisi bahagia sekalipun.

12. Tidak menonjolkan kemesraan yang berlebihan, tapi mereka tahu bahwa mereka saling membutuhkan satu sama lain.

Ada beberapa pasangan yang suka menunjukkan public display of affection (PDA) berlebihan. Sejujurnya, tidak ada yang peduli entah kalian memeluk erat satu sama lain atau bahkan berciuman di depan umum. Tapi pasangan yang awet, mereka tahu mereka saling membutuhkan keberadaan satu sama lain. Dan bersama, mereka saling mendukung untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

13. Terakhir, pasangan yang awet itu pasangan yang saling percaya satu sama lain.

Tidak ada namanya hubungan jika tidak didasari oleh kepercayaan. Jika kamu banyak mencurigai pasanganmu, perlu dipertanyakan apakah kamu akan lanjut dalam hubungan ini atau tidak. Ini merupakan dasar dari setiap awal hubungan kalian. Dengan saling percaya 100 persen, kalian akan banyak sekali menekan potensi konflik.



Apakah kamu termasuk salah satu pasangan yang sudah menjalani hubungan lebih dari dua tahun? Apa yang kamu lakukan untuk mempertahankan hubunganmu itu tetap awet dan bahagia? Yuk bagikan tipsmu itu di kolom komentar.

 "P.S: tips ini bisa bikin hubunganmu awet seperti Glenn Alinskie dan Chelsea Olivia lho!"

idntimes.com

Sekuat Apapun Godaan untuk Mendua, Ingatlah Selingkuh Itu Luka

Menjalin sebuah hubungan kadang ada saja godaannya. Terlebih ketika cinta yang dibangun makin pudar dan goyah, godaan untuk mendua atau pindah ke lain hati bisa sangat kuat. Apalagi jika pada saat yang bersamaan kamu sudah menemukan orang lain yang bisa memberi kenyamanan lebih, sungguh godaan untuk selingkuh itu makin kuat. 

Agar tak tergoda untuk selingkuh, ada sejumlah hal penting yang perlu kamu pahami. Bagaimana pun, selingkuh itu hanya akan meninggalkan luka. Dan bekas luka itu kadang selamanya tak akan pernah sembuh.

Saat Kamu Selingkuh, Akan Ada Banyak Orang yang Tersakiti

Tak hanya hati orang yang kamu selingkuhi saja yang terluka. Orang-orang di sekitarnya yang tadinya sudah memberi restu hubunganmu juga akan merasa terkhianati. Kamu akan merusak rasa percaya yang sudah diberikan oleh mereka. Kenyamanan dan kedamaian yang sudah dibangun dari awal pun akan runtuh detik itu juga.
Dia yang Jadi Selingkuhanmu Juga Punya Hati
Tegakah kamu membuat dia yang jadi selingkuhanmu hancur hidupnya gara-gara dirimu? Tak hanya pihak yang diselingkuhi yang akan terluka. Ia yang jadi selingkuhanmu bisa jadi bahan gunjingan dan rusak nama baiknya. Jangan sampai hanya karena ingin melampiaskan kekecewaan pada pasanganmu yang sekarang, kamu menjadikan orang lain sebagai sandaran lalu mengkambing hitamkannya.
Luka yang Ditimbulkan karena Perselingkuhan Susah untuk Disembuhkan
Ada perasaan terkhianati, terluka, dan tersisihkan dalam sebuah perselingkuhan. Lukanya pun akan sangat susah untuk disembuhkan. Sekalipun luka itu akan mengering, tetap saja bekasnya akan meninggalkan rasa pedih di hati. Jadi coba pikirkan dampak jangka panjangnya ketika godaan untuk selingkuh itu datang.
Rasa Penyesalan Bisa Menghantuimu Seumur Hidupmu
Rasa bersalah dan menyesal karena perselingkuhan yang kamu lakukan bisa terus menghantuimu seumur hidupmu. Sekalipun nantinya dia sudah memaafkanmu, tapi akan ada rasa bersalah yang masih akan menggelayuti hidupmu. Kamu jadi susah untuk memaafkan dirimu sendiri sehingga hidupmu jadi kurang tenang. Tak mau kan nantinya kamu menghabiskan sisa hidupmu dalam penyesalan karena sebuah keteledoran dalam hubungan?
Perselingkuhan hanya akan meninggalkan luka, apapun alasannya. Semoga hubungan yang kamu jalin saat ini bisa terus kamu jaga, ya Ladies. Kalau ada masalah atau badai menghadang, semoga selalu ada jalan terbuka untuk melewatinya.
Vemale.com

Aku Hanya Ingin Kepastian, Adakah Namaku Dalam Rencana Masa Depanmu

Jangan pernah mengatakan kata cinta, jika kau sendiri tidak bisa untuk setia. jangan pernah memberi perhatian lebih, karena hati wanita sangat mudah untuk jatuh cinta. dan jika hati wanita suda terlanjur jatuh dalam cinta, apa yang bisa dilakukan selain setia.

Aku hanya ingin kepastian darimu, jika tidak bermaksud untuk menghalalkan lebih baik kau ikhlaskan. Jangan sampai aku terlanjur setia dan menunggu orang yang salah. Karena setia kepada seseorang yang tidak mengharapkan kita untuk hidup bersama itu sungguh sangat sakit.

Adakah namaku dalam rencana masa depanmu dan setiap doa-doa yang kau panjatkan. Apa yang sudah kau persiapkan untuk bisa datang kerumahku dan memintaku pada kedua orang tuaku. Aku memang tidak meminta lebih darimu, hanya tanggung jawab dan keseriusan yang aku harap ada padamu.
Jangan pernah main-main dengan hati, karna jika sudah terlanjur terluka maka ia akan sulit untuk sembuh kembali. Karena rasa itu tidak pernah tumbuh dengan sendirinya, ia tubuh bersama kepercayaan dan kesungguhan. Dan sangat mudah sekali layu oleh kekecewaan dan penghianatan. Semoga itu tidak ada padamu, dan kesungguhanmu yang sekarang sedang aku tunggu.
Jika sekarang kau masih belum yakin, coba periksa kembali di dalam hatimu. Apakah namaku terukir jelas di sana atau ada seseorang yang sedang kau harapkan. Dan aku hanya jadi tempat pelarian dari semu rindu dan kegundahan hatimu. Bersikapkah sebagai seorang pria yang memiliki ketegasan dan keyakinan dalam memilih. Agar aku tidak berharap lebih padamu.
Berikan aku kepastian dari sikapmu, beri aku jawaban dari semua tanya yang aku tujukan padamu. Jika benar kau mencintaiku, seharnya kau tau apa yang seharusnya kau lakukan. Karena wanita hanya butuh kepastian.

jomlo.com

Yang Tampan Memang Menawan Tapi yang Setia Itu Idaman

Mungkin banyak pria yang mendekatimu. Banyak yang ingin mengajakmu ke pelaminan. Masing-masing punya kelebihan dan kekurangannya sendiri. Bahkan yang berparas tampan pun ada. Tapi mencari yang setia itu butuh pertimbangan sendiri. 

Yang tampan memang menawan tapi yang setia itu idaman dan membawa ketenangan. Lalu, kamu bertanya-tanya memangnya pria yang setia itu yang seperti apa? Ciri-ciri pria yang setia itu bisa beragam. Tergantung dari kepribadian dan karakternya masing-masing. Tapi secara umum pria yang setia itu akan memiliki ciri-ciri ini, Ladies.



Tak Pernah Mengingkari Janji yang Dibuatnya Sendiri
Setiap kali ia membuat janji pasti selalu ditepati. Tak pernah sembarangan ia membuat janji. Kalaupun ia tak bisa menepati janji karena hal penting atau sesuatu yang mendesak, ia akan menjelaskannya langsung. Dan ia akan berusaha untuk mengganti janji itu dengan yang lain.
Selalu Menjaga Pandangannya
Coba deh perhatikan sikapnya saat sedang berjalan denganmu di tempat umum. Apakah ia suka melirik wanita lain? Atau malah terang-terangan menggoda wanita lain? Pria yang setia akan selalu menjaga pandangannya. Ia tak akan sembrono melirik wanita lain atau menggoda yang lain.
Dia Selalu Berusaha Ada Saat Kamu Membutuhkannya
Setiap kali kamu membutuhkannya, ia akan selalu ada untukmu. Ia selalu punya waktu untukmu. Tak pernah sekalipun ia membuat alasan atau mengecewakanmu. Dia selalu berusaha untuk jadi orang pertama yang kamu ajak bicara saat kamu sedang ada masalah.
Emosi dan Ego Selalu Ia Jaga dalam Kondisi Apapun
Setiap pria punya ego. Pun, ia juga pastinya memiliki emosi. Hanya saja kemampuannya menjaga emosi dan ego itulah jadi tolak ukurmu untuk menilai kesetiaannya. Pria yang setia akan selalu menjaga hati wanita yang dicintainya. Jadi, ia tak gampang marah atau meledak-ledak saat ada masalah.
Menghormati dan Menyayangi Keluarga
Kebaikan hati seorang pria bisa dilihat dari caranya menghormati dan menyayangi keluarganya. Coba perhatikan caranya memperlakukan ibu dan orang-orang terdekatnya. Kalau ia bisa menempatkan diri dengan baik di tengah keluarga, maka ia memang punya potensi memiliki hati yang setia.
What do you think about it, Ladies?Menurutmu pria yang setia itu yang seperti apa?
Saat memilih pasangan hidup, kita juga perlu mengenali sifat dan kepribadiannya. Karena pria berkepribadian baik adalah idaman yang bisa memberi kita kebahagiaan juga kenyamanan.

vemale.com

Materi Bisa Dicari, Fisik Bisa Kesalon Tapi Hati Yang Tulus Susah Di Dapatkan

tertarik pada kesempurnaan fisik tapi jangan sampai kamu terbuai akan keindahan dan kesempurnaannya saja. Jika ingain mencari pasangan yang memiliki fisik yang sempurna cari juga yang memiliki ketulusan. 

Karena yang fisiknya sempurna sudah pasti akan menggoda mata, tapi jangan sampai kamu terlena lalu lupa bahwa kamu butuh seseorang yang tulus mencintaimu bukan mulus memelaratkan dirimu.

Jangan Gampang Tergoda Sama Yang Berdompet Tebal, Karena Dia Yang Gak Punya Apa-Apa Sekarang Bisa Jadi Lebih Kaya
Buat kamu yang lagi cari pasangan jangan gampang dengan seseorang yang berdompet tebal. Karena yang kaya bisa miskin, sementara yang miskin atau tidak punya apa-apa bisa kaya juga dan yang pasti tidak akan menjadi lebih miskin.
Jangan Meremehkan Dia Yang Gak Punya Apa-Apa Tapi Naksir Sama Kamu. Kamu Tidak Tau Dia Yang Kamu Remehkan Sekarng Bisa Saja Akan Kamu Kagum-Kagumi Kelak
Haya karena dia tidak memiliki apa-apa lalu kamu tolak begitu saja tanpa mempertimbangkan ketulusannya. Ingatlah dia yang sekarang tidak memiliki apa-apa tapi berani menya
takan perasaan sama kamu bisa saja menjadi orang yang sangat luar biasa setelah kamu tolak.
Kelak jangan menyesal bila melihat orang yang kamu tolak karena tidak punya apa-apa ternyata lebih sukses dari orang yang kamu sukai dan bahkan dari dirimu sendiri.
Cari Pasangan Jangan Cari Yang Mulus Aja Karena Fisik Bisa Mulus Kapan Saja Kalau Dibawa Kesalon Sama Kedokter
Dan juga jangan terpaku pada type pasangan yang fisiknya tampak mulus, karena mereka yang mulus pasti sudah sering kesalon dan perawatan, biayanya tidak murah. Mereka yang tulus tapi tidak mulu bisa dibikin mulus kalau perawatan. Carilah yang tulus mencintaimu lalu ubahlah menjadi mulus seperti maumu seolama itu tidak menyakiti dia.
Carilah Yang Tulus Mencintaimu Karena Kamu Butuh Yang Tulus Mencintaimu Bukan Yang Bersamamu Karena Ingin Fulus
Kamu butuh pendaping hidup yang tulus mencintaimu apa adanya, yang akan mau menerima kamu apa danya dalam keadaan apapun dan berjuang bersama-sama. Kamu tidak butuh pasangan yang bersamamu karena ingin fulusmu. Karena saat fulusmu habis dia akan meloloskan diri darimu.
Jangan Menukar Yang Tulus Sama Yang Mulus, Karena Mulus Bisa Berubah Tapi Tulus Tak Akan Merubah
Kalau sudah ada yang tulus mencintaiu jangan menyia-nyiakannya, jangan menukar yang tulus dengan yang mulus. Karena yang tulus akan membiarkan dirimu menjadi dirimu dan melakukan hal-hal menyenagkan seperti keinginanmu, sementara yang mulus akan sibuk memintamu untuk setara dengan kemulusannya agar kamu tidak dikira sebagai pembantunya.
Yang Mulus Bisa Dengan Gampangnya Kamu Temukan Dimana Saja Tapi Yang Tulus Sulit Untuk Kamu Temukan
Kamu bisa menemuakan yang mulus diamana saja, melihatnya disegala tempat karena yang mulus pasti suka pamer kalau gak pamer gak kelihatan kalau mulus dunk, bercanda kok.
Tapi tidak dengan mereka yang punya hati tulus mencintaimu, mereka yang tulus mencintaimu tidak mudah untuk kamu temukan seperti kamu dengan mudahnya menemukan yang mulus.
Meski Begitu Ada Yang Mulus Tapi Punya Hati Tulus, Karena Tulus Dan Mulus Bisa Menjadi Miliknya Siapa Saja
Tulus itu bukan miliknya yang tidak mulus saja, tulus itu bisa menjadi miliknya siapa saja. Tulus sama mulus itu beda tipis kamu harus panda-pandai sendiri membedakan mana yang tulus mencintaimu mana yang modus mendekati dirimu.
duapah.com

Seburuk Apapun Tingkah Lelaki, Mereka Tidak Akan Pernah Rela Wanitanya Jadi Bahan Tontonan Laki-Laki Lain

Semua laki-laki itu sama kalau soal urusan wanita yang dicintainya, yakni tidak ingin wanita yang dicintainya menjadi bahan tontonan orang lain. Mereka tidak akan mengatur atau membatasi pakaian apa yang harus ditutupinya namun yang pasti mereka tidak ingin wanitanya menjadi bahan tontonan laki-laaki yang lain.
Tidak peduli kelakuannya yang sesungguhnya diluar sana baik atau buruk, mereka sama-sama menginginkan yang terbaik untuk wanita yang dicintaainya.
 
Laki-Laki Mungkin Bakalan Suka Melihat Wanita Lain Berpakaian Seksi Tapi Dia Tidak Akan Suka Wanitanya Dilihat Laki-Laki Lain
Pacarmu mungkin bakalan suka melihat wanita berpakaian seksi, namun dia bakalan sangat tidak suka kamu berpakaian seksi. Karena dia tau kalau kamu berpakaian seksi di tempat umum, kamu bakalan menjadi bahan tontonan laki-laki yang lain, yang bakalan mengundang mereka untuk memberikan komentar aneh-aneh sama kamu *Ngerti maksudnya kan?? 😀
Kalau Dia Melarangmu Menggunakan Pakaian Terbuka Itu Bukan Berarti Dia Tidak Suka Hanya Saja Dia Lebih Suka Melihatnya Sendirian
Jangan berburuk sangka atau berpir aneh-aneh dulu ketika dia melarangmu berpakaian yang terbua. Dia bukannya tidak suka melihat kamu yang seperti itu namun dia tidak ingin melihat kamu dalam keadaan seperti itu di depan umum, kalau lagi berduan pastilah seneg banget lihatnya. 😀
Bukannya Mau Mengatur Cara Berpakaianmu Namun Dia Tau Apa Yang Akan Dipikirkan Laki-Laki Lain Tentangmu
Bukannya dia ingin mengatur-ngatur cara berpakaianmu hanya saja dia tau apa yang akan orang lain pikirkan ketika melihat dirimu saat berpakaian yang terbuka. Pacarmu mungkin tidak akan menjelaskan secara mendetail alasan mereka melarangnya karena mereka tau kalau itu terlalu tidak enak untuk dibicarakan secara terbuka. Jadi ikutin saja apa yang dimauinya dia tidak sedang mengatur-ngatur kamu.
Melarangmu Berpakaian Seksi Di Tempat Adalah Caranya Paling Sederhana Yang Bisa Dilakukannya Untuk Melindungimu
Melarangmu berpakaian seksi di tempat umum bisa jadi merupakan salah satu bentuk perhatiannya padamu dan salah satu caranya untuk melindungimu dari kejahatan yang tidak terduga. Termasuk kejahatan dia sendiri untuk tergoda akan keseksianmu. Kamu kan gak pernah tau kalau seseorang itu bakalan bisa berubah begitu melihat sesuatu yang menggoga.
Gak Perlu Pacaran Sama Pria Baik, Pria Yang Buruk Tingkah Lakunya Juga Bakalan Melakukan Hal Yang Sama
Gak cuma yang pacaran sama pria yang baik kelakuannya saja, pacaran sama pria yang buruk tingkah lakunya sekalipun kamu juga bakalan diminta untuk menggunakan pakaian yang lebih sopan ketika akan jalan bersama. Karena pria yang buruk sekalipun gak bakan suka kalau wanitanya jadi bahan leluconan orang banyak.
duapah.com

Kalau Cari Pacar Gak Usah Yang Cakep-Cakep, Kalau Udah Jadi Mantan Entar Juga Bakalan Dijelek-Jelekin

Anak muda zaman sekarang kalau mau pacaran gak mau kalau sama yang tampangnya pas-pasan, pokoknya jadi pemilih banget, pengennya pacaran sama yang memiliki paras cantik kalau perluk bak artis. 

Yang cowok pengennya pacaran sama cewek cantik putih mulus dan seksi (kayak lirik lagu ya?? ), sementara yang cewek pengennya sama yang ganteng, tinggi, tubuhnya atletis kalau bisa sekalian yang kaya. Dapat yang kayak gitu bahagianya banget pokonya, asik buat dipamerin sana-sini dan udah siap ngerencanain masa depan bersama.

Coba giliran gak jadi nikah karena putus sebab seribu alasan, pasti bakalan langsung dijelek-jelekin. Apalagi kalau putusnya itu karena salash satu pihak memang ada yang berengsek. Pasti deh langsung menjadi-jadi ngata-ngatainnya, serta ngejelek-jelekinnya sama temen-temannya yang lain.
Pas Jadian Dipuja-Puja Sebaik-Baiknya Pujian, Pas Putus Dijelek-Jelekin Sejelek-Jeleknya
Mau sesempurna apapun bentuk fisiknya dan sesempurna apapun kepribadiannya kalau diputusinya karena sepihak tetep aja jelek semuanya.Yang dulunya dipuja-puja dan disanjung-sanjung pasti bakalan dijelek-jelekin pada akhirnya kalau hubungannya putus.
Ada Dua Alasan Mengapa Kalau Udah Jadi Mantan Bakalan Dijelek-Jelekin. Kalau Bukan Karena Sakit Hati Pasti Karena Menyesal
Sebenarnya bisa ditebak mengapa ketika putus mantannya dijelek-jelekin. Kalau bukan karena menyesal karena diputusin setelah ketahuan berengseknya pasti karena alasan sakit hati karena sudah dipermainkan.
Kalau Cowok Sih Gak Terlalu Parah Tapi Kalau Cewek Parah Banget. Tapi Sama-Sama Ampuh Bikin Simantan Jelek Dihadapan Banyak Orang
Cowok itu enggak kayak cewek, maksudnya gak banyak omong, kalau cewek akui deh kalau memang banyak omongnya (Maaf ya Cewek ) . Cuma bicara ampuh bikin simantan jelek dihadapan banyak orang itu sama mau cowok atau pun cewek, mau banyak bicara ataupun sedikit bicara.
Kan Percuma Aja Nyari Pacar Yang Cakep Kalau Pada Akhirnya Dijelek-Jelekin, Semua Balik Pada Dirimu Sendiri
Semua akan percuma pada waktunya dan akan kembali pada dirimu sendiri kalau kamu pacaran sama seseorang lalu ketika menjadi mantan kamu jelek-jelekin semau-maunya kamu. Kamu bisa saja dianggap jelek atau sama buruknya sama seperti mantanmu. Hanya saja karena sudah bosan makanya kalian berpisah.
Sudah Biasa Kalau Putus Bakalan Dijelek-Jelekin, Jadinya Antara Yang Dijelek-Jelekin Sama Yang Jelek-Jelekin Sama Saja
Sudah biasa dalam pacaran ketika putus bakalan dijelek-jelekin pada waktunya. Pada akhirnya semua orang dengan sendirinya bakalan menganggap antara yang jelek-jelekin sama yang dijelek-jelekin sama saja. Siapa yang memang benar-benar buruk dan siapa yang tidak orang bakalan tidak akan peduli.
duapah.com

Akhirnya Aku Cukup Kuat Untuk Pergi, Setelah Aku Menyadari Aku Bukanlah Rumahmu

Seseorang bisa sangat menyakitimu, dan yang kamu lakukan hanya menulis tentangnya untuk membunuh rasa sakit itu. Menyedihkan, bukan? 

Malam ini ditemani gerimis, aku berusaha mencari kata-kata yang tepat untuk menceritakan tentang kamu. Sayangnya, aku tidak bisa menemukan kata-kata yang tepat. Tidak ada satu kata pun yang muncul dan dirasa tepat untuk mendeskripsikan kamu, mendeskripsikan kita. Aku juga mencoba untuk menceritakan kisahku—hari paling bahagiaku—bersama kamu, tapi yang aku rasakan malah sakit hati yang makin menjadi-jadi.

Kamu menggenggam tanganku hari itu, dengan bodohnya aku membiarkan itu terjadi. Pikiran itu menghantui aku setiap harinya. Sebut aku ketinggalan jaman, tapi mungkin aku bukan gadis ‘masa kini’, dimana memegang tangan lawan jenis adalah hal biasa. Aku benci tanganku dipegang, tapi aku membiarkan kamu menggenggam tanganku hari itu, dan aku masih bisa merasakan genggaman kamu sampai detik ini. Aku tidak menolak, karena jujur ketika kamu memegangnya, rasanya aku seperti kembali pulang ke rumah yang selama ini aku cari.
Tujuan aku mencari kata-kata itu sederhana, aku ingin menulis tentang kamu. Aku ingin mengabadikan kamu, karena aku dan kamu tidak abadi. Aku bisa menganggap kamu sebagai rumahku, tapi sayangnya aku mungkin bukan rumahmu, dan tidak akan pernah menjadi rumahmu.
 Aku mungkin salah menjatuhkan hati, tapi aku sudah terlanjur jatuh sejatuh-jatuhnya.
Aku tahu betul kalau kita tidak bisa memilih pada siapa kita bisa menjatuhkan hati, walau tak jarang aku membenci diriku sendiri untuk menjadi begitu bodoh dan buta akibat memiliki perasaan ini kepada kamu. Tapi aku bersyukur, teramat sangat bersyukur. Sejak pertama kali kamu datang singgah ke hidupku, aku tahu aku tidak akan pernah bisa berhenti bersyukur akan adanya kamu.
Kamu bukan pria paling ganteng di kota ini, kamu bukan juga pria paling ganteng menuruku. Kamu bukan atlit profesional. Kamu bukan laki-laki paling pintar di sekolah. Kamu bukan anak band yang keren. Tapi kamu adalah kamu, dan kamu spesial sekali sebagaimana adanya kamu. Kamu yang rendah hati, kamu yang ramah dan perhatian pada semua orang. Kamu yang selalu aku banggakan pada teman-temanku.
Kamu merupakan tempatku berbagi mimpi-mimpiku, kamu membantuku membangkitkan mimpi-mimpiku. Kamu mampu membuat segala mimpi anehku terasa mungkin, terasa nyata, terasa dekat. Kamu yang mau aku ajak pergi berkelana jauh ke dunia khayalku, tanpa pernah berkata lelah dan minta pulang kembali ke realita. Aku tahu kamu tidak mengerti dunia itu, tapi kamu tidak pernah memaksa aku keluar dari dunia itu. Kamu bahkan tidak menolak untuk bergabung.
Sayangnya, aku akhirnya menyadari bahwa kamu tidak pernah membagi duniamu dengan aku. Aku akhirnya menyadari bahwa aku bukanlah rumahmu. Kamu tidak pernah yakin denganku, dan aku baru menyadari itu ketika kamu bilang kamu tidak tahu dan tidak yakin tentang perasaanmu kepadaku.
Boleh aku marah? Karena aku ingin marah. Aku juga tidak tahu perasaan ini apa, apa ini benar-benar suka? Benar-benar sayang? Aku juga tidak tahu. Siapa orang di dunia ini yang bisa mendeskripsikan perasaan-perasaan itu? Tapi yang aku tahu yang aku rasakan ini nyata, aku benar-benar jatuh hati, dan kadang hal-hal seperti itu tidak perlu dimengerti untuk jadi nyata. Ia cukup dirasakan dan diyakini bahwa ia nyata.
 Aku tidak bisa terus berjalan denganmu diatas keraguanmu. Karena alasan itulah, mungkin aku memutuskan berjalan mundur, dan pergi.
Percayalah bahwa aku butuh keberanian yang amat sangat untuk pada akhirnya melakukan ini. Aku tidak pernah ingin menyerah pada kamu, pada kita, tapi aku tidak mungkin terus menjadi satu-satunya yang terus berusaha. Ketahuilah bahwa aku akan selalu bersyukur akan adanya kamu, meski sejujurnya akhir ini bukanlah sesuatu yang aku harapkan. Setidaknya, aku bersyukur kita bisa sama-sama menjadi pelajaran dan kenangan dalam hidup kita masing-masing.
Dan untukku, kamu adalah pelajaran dan kenangan yang paling manis, setidaknya sampai saat ini. Terima kasih.
idntimes.com

Karena yang Menemanimu dari Nol adalah yang Patut Diperjuangkan

Senja sore pun berlalu, berganti dengan gelapnya malam yang indah, suasana lirihan angin yang sedang menari, dan kicauan jangkrik yang menemaniku malam hari ini

Hai kau yang disana, tak usah mencemaskanku berlebihan disini, tenanglah.. aku adalah gadis yang sudah terbiasa berteman sepi yang akan tetap selalu menunggu kehadiranmu ini.
Mencintaimu adalah salah satu tanggung jawab bagiku. Dengan umur yang dewasa ini aku tidak bisa menganggap cinta hanya soal romansa saja, namun pada hal yang membuat kita bisa membiakkan mimpi nantinya.

Menganggapmu remeh, memang! Namun itu dulu, seiring berjalannya waktu, engkau yang paling patut dipertahankan.
Aku menyesal, yah aku menyesal atas perlakuanku padamu dulu, yang selalu membuatmu kecewa, yang membuatmu merasa terbebani. Aku tidak tahu, entah apa yang membuatku seperti itu, aku adalah anak kelas 1 SMA yang masih tidak tau apa-apa. Apalagi soal cinta.
Pacaran pun belum pernah. Namun aku sadar, di balik perlakuanmu yang tak kunjung-kunjung menyerah terhadap sifatku, yang suka marah, dan nangis seenaknya. Tapi kau tetap bertahan mempertahankanku. Kau tetap merayuku, membujukku seperti anak kecil, mengalah, padahal aku sudah tahu bahwa itu semua adalah salahku.
“Kenapa?”
“Kenapa kau seperti itu padaku?”
Cinta ini mungkin membuat dirimu seperti orang yang akan tetap selalu menerima cobaan, meskipun kamu tau bagaimana resikonya. Melihat perjuanganmu membuatku luluh, membuatku mengerti dan menyadari bahwa saat kita ditimpa masalah dan bisa menyikapinya dengan baik justru saat itu pula kita menjadi dewasa.
Saat aku berusaha untuk mencoba menghindar darimu, justru kau malah selalu ada buatku. Saat itu pula ku tahu akan ketulusan cintamu, maafkan aku yang membuatmu sakit atas perlakuanku.
"Namun orang seperi inilah yang patut diperjuangkan dan dipertahankan hingga kapanpun."
Aku tidak gombal. Ini memang serius, aku menyesal atas tingkah lakuku dulu kepadamu. Maafkan aku.
Berubahnya dirimu dengan drastis, salah satunya hanya karena aku sebagai alasan yang menjadi penyemangat dalam hidupmu.
Berubah di sini bukan berarti berubah atas sesuai keinginan pasangan, aku juga tidak berlebihan menuntutmu apa-apa. Hanya karena semangatmu yang berkobar dalam mencapai impian dan untuk memenangkan hati kedua orangtuaku serta meyakinkannya.
Itulah dirimu yang membuatku merasa semakin kagum padamu. Sedikit demi sedikit kau bisa menunjukkan padanya. Asal kamu tahu, semakin lama aku semakin menyayangimu, yang saat kau mengatakan bahwa aku adalah salah satu penyemangat dan inspirasi dalam hidupmu. Hatiku seperti menari-nari waktu itu. Rasanya aku ingin berteriak dan mengatakan:
“Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa’’
“Apakah ini benar?”
Terserah kamu menganggap aku alay atau bagaimana, tapi aku bangga senggaknya aku bisa berguna padamu. Kau jarang sekali menujukkan sikap romantismu dengan perkataan. Tapi kau langsung menunjukkan dengan perbuatan-perbuatanmu.
Semakin hari kau semakin buatku jatuh cinta. Kau adalah cinta pertamaku. Yang entah apa alasannya tapi yang pasti kau sudah hebat bisa memenangkan hati kedua orangtuaku.
Aku adalah gadis yang sedang jungkir balik berjuang memantaskan diri untukmu.
Saat ini kau sedang sibuk memperjuangkan apa yang menjadi tujuan dari impian-impianmu itu. Akan ada hal di mana aku harus bisa menerima risiko atas tindakanmu itu, bahkan kita sudah tidak saling bisa bertemu dan bertelepon atau sms sesering dulu.
Tapi tak perlu kau mencemaskanku sayang, aku gadis yang sudah terbiasa berteman sepi, yang mungkin pada kenyataanya aku juga ingin bertemuu denganmu. Aku harus bisa menyingkirkan egoku. Keinginan itu harus kulerai dulu. Bukan berarti aku hanya setia menunggumu, namun aku juga berjuang disini untuk cinta yang berkualitas nanti.
Mencemaskanmu memang salah satu hal yang selalu aku rasakan. Namun aku yakin padamu, bahwa kecemasan itu tidak akan terbuang sia-sia. Kesibukanmu yang membuat kita tidak sering bertemu memberikan waktu luang yang banyak untukku untuk belajar.
Yah, belajar bagaimana aku bisa memenangkan hati kedua orang tuamu. Yah kita berganti, saat kau bisa.. mengapa aku tidak bisa? Karena dalam menjalin hubungan bukan hanya kita saja yang menjalankan, namun dukungan orang lain juga perlu. Aku tahu sayang, ini masih butuh proses panjang. Tapi percayalah padaku, aku berusaha menjadi calon istri yang bisa diterima keluargamu nanti.
Sampai tiba saatnya nanti, kita di persatukan dan menjalankan kehidupan baru menjadi tidak canggung lagi. 
Setelah penantian panjang kita lalui, impian harapan masa depan kita rencanakan sedari dulu. Sampai itu semua sudah terpenuhi, disitulah aku sudah tidak canggung lagi kepadamu sayaang, saat aku sudah sering terbiasa melihat mukamu saat bangun tidur dengan rambut yang berantakan.
Saat itulah kebahagian yang kita nanti-nantikan, aku tau dalam menjalankan hubungan ini tidak melulu kita bahagia. Bertengkar, berbeda pendapat sudah menjadi hal yang tabu bagi kita. Saat kita bak besi yang sudah bisa melebur jadi satu disitulah kita bisa menjalankan ritme hidup ini bersama. Bahkan tujuanku dari dulu adalah aku bisa membahagiakanmu duhai calon suamiku.
Ketika aku sudah memutuskan untuk bersanding denganmu, di situ kamu harus percaya bahwa aku memilihmu karena aku nyaman denganmu. Semoga Kau Kan Tetap Menjadi Cinta Pertama dan Terakhirku.
Semoga kau bisa memahami apa yang aku tuliskan untukmu ini. “My First Love”.
idntimes.com

Pilihlah Sosok yang Membuatmu Nyaman Sebab Kamu Berhak Bahagia

Setiap orang berhak bahagia. Dalam sebuah hubungan pun, kita juga perlu bahagia. Bahagia itu bisa didapat dari mana saja. 

Dan umumnya untuk bahagia, kita perlu merasa nyaman dengan pasangan kita. 


Rasa nyaman bersikap personal. Tiap-tiap orang bisa menemukan, menciptakan, dan menentukan rasa nyaman untuk dimiliki. Sehingga ada alasan tersendiri kenapa kita perlu mengutamakan rasa nyaman saat memilih pasangan hidup.
Saat Nyaman, Kita Bisa Lebih Terbuka
Ketika sudah merasa nyaman dengan seseorang, kita bisa bersikap lebih terbuka. Sehingga kalau ada permasalahan atau persoalan yang muncul, kamu bisa segera berkomunikasi dengan pasanganmu untuk mencari jalan keluarnya. Bukannya malah diam-diaman dan membuat sebuah masalah jadi semakin tak terkendali.
Kalau Ada Masalah Bisa Segera Diselesaikan
Mustahil rasanya ada hubungan yang tanpa masalah atau konflik. Tapi, bersama orang yang bisa membuatmu nyaman, kamu akan bisa memantapkan batin kalau setiap masalah pasti bisa segera diselesaikan. Setiap persoalan bisa dibicarakan baik-baik. Tidak ada perasaan dendam atau sakit hati yang dipendam.
Rasa Nyaman Memberi Sebentuk Rasa Aman
Saat kita merasa nyaman dengan seseorang, hati akan terasa lebih tenang. Tak perlu merasa cemas, khawatir, atau takut akan hal-hal yang sebenarnya tak perlu dipikirkan. Dan dengan sendirinya akan ada perasaan aman yang kita dapatkan.
Sebuah Hubungan Tak Sepatutnya Membuatmu Tersiksa
Ah, sedih pastinya kalau kamu malah merasa tersiksa dan tak tenang ketika menjalin sebuah hubungan. Tak ada senyum atau tawa yang kamu perlihatkan. Hari-hari terasa berat dan pertemuan dengannya hanya membuat batinmu tertekan.
Kamu Berhak Bahagia, Ladies
Kamu punya hak untuk bahagia. Dengan bersama orang yang membuatmu nyaman, kamu bisa merasakan keutuhan cinta. Setiap saat bisa tersenyum dan tertawa lepas dengannya. Dan itu sudah cukup untuk membuat segalanya terasa baik-baik saja.
Jadi, apakah kamu setuju bahwa dengan orang yang bisa membuatmu nyaman kamu bisa bahagia? Atau mungkin kamu punya sudut pandang atau pendapat lain terkait hal ini?

vemale.com

Sebelum Kau Hina Wajah dan Tubuhku, Pahamilah Aku Juga Punya Hati

Memiliki bentuk dan rupa yang berbeda dari orang lain memang sering membuat kita jadi pusat perhatian. Bahkan ada orang yang tak segan untuk mencibir, menghina, dan mengatakan hal buruk di depan kita langsung. Pastinya sangat sedih jika mengalami hal ini. 

Saat aku masih kecil dulu, aku dulu memiliki tubuh paling besar daripada seluruh saudara dan sepupuku. Tubuhku tidak gendut, namun hanya besar. Tubuh besar. Rambut yang keriting seperti mi. Kemudian, seiring berjalannya waktu, aku merasa baik-baik saja terhadap tubuhku. Aku tak begitu merasa ada yang salah dengan tubuhku. Tidak terlalu berisi dan juga tidak terlalu kurus. Tapi, begitu aku sudah kelas 6 SD, aku mulai berjerawat.

Seorang teman berkata kepadaku, “Ih, kamu jerawatan!” Lalu beberapa hari kemudian, satu jerawat lagi muncul. Satu di pipi kanan dan satu di kiri. Temanku yang itu memanggilku “Jerawat Simetris!” karena letaknya yang sejajar. Alhasil, semua orang di sekolah mulai memanggilku itu. Aku mencoba bersabar. Untunglah Bunda menghiburku dengan kata lembutnya. “Jerawat itu artinya kamu sedang dalam masa pubertas. Artinya kamu yang paling dewasa di antara semuanya.” Aku pun mulai merasa tak begitu sedih lagi.
Kemudian aku duduk di bangku SMP, seorang temanku dari SD (masih orang yang sama) datang menghampiriku dan berkata, “Kok elo makin pendek, ya, Din? Padahal dulu waktu SD kita tingginya sama.” Sejak saat itu semua orang semakin banyak mengatakan hal yang sama. “Kok kamu pendek banget, ya?” “Kok kamu nggak tinggi-tinggi, ya?” “Kamu nggak pernah berenang apa?”
Tidak hanya teman-temanku saja yang berkata demikian. Namun keluargaku mulai mengatakannya kepadaku. Kadang diselipkan dengan nada yang kurang ramah di telingaku. “Kamu memang pendek. Kenapa mesti nangis kalau orang bilang itu? Kan mereka nggak bohong?” perkataan Bunda saat itu bagaikan sebuah tamparan. Aku tahu mereka berkata jujur. Namun tetap saja rasanya sakit untuk kuterima. The truth hurts! 
Aku semakin jarang bersosialisasi. Karena jika aku bersosialisasi dengan siapa saja, saudara sepupu, teman sekelas, mereka pasti akan mengkritikku dengan pedas. Stres mulai melandaku setiap harinya. Jerawatku semakin banyak dan membekas. Lalu tubuhku juga tak kunjung tinggi. Setiap hari orangtuaku akan memaksaku untuk berenang padahal aku baru saja selesai beraktivitas di sekolah. Karena itu kehidupanku saat SMP tidak begitu baik. Peringkat yang rendah. Nilai yang jelek. Kemudian teman-teman yang selalu mengkritik. Bahkan aku juga menjadi korban bullying. 

vemale.com