Sunday, 28 August 2016

Penjelasan Bu Ani soal Pemotongan Anggaran, Tunjangan Profesi Guru?

Penjelasan Bu Ani soal Pemotongan Anggaran, Tunjangan Profesi Guru?

Pemerintah memangkas anggaran sejumlah kementerian/lembaga. Menkeu Sri Mulyani Indrawati memastikan pemotongan itu tidak akan menyentuh program-program prioritas.

Pembangunan infrastruktur serta program peningkatan kemakmuran dan penciptaan lapangan kerja tidak akan terkena pemangkasan anggaran.

Selain itu, pos-pos belanja wajib seperti gaji dan tunjangan pegawai, operasional dan pemeliharaan kantor, serta bantuan sosial dan belanja-belanja yang sudah teken kontrak tidak akan berubah.

’’Penghematan utamanya dilakukan untuk belanja honorarium, perjalanan dinas, meeting, biaya rapat, iklan, pengadaan kendaraan, sisa dana lelang, dan anggaran kegiatan yang belum dikontrakkan,’’ kata Sri Mulyani dalam rapat kerja dengan Komisi XI (Keuangan dan Perbankan) DPR kemarin.

Sri Mulyani menuturkan bahwa penghematan belanja kementerian/lembaga tersebut dilakukan secara hati-hati. Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menjelaskan, hingga 24 Agustus 2016, realisasi serapan belanja mencapai Rp 316,6 triliun atau 47,5 persen dari target dalam APBNP 2016.

Dari jumlah tersebut, anggaran sisa kebutuhan belanja pegawai dan bantuan sosial hingga akhir tahun mencapai Rp 97,0 triliun atau 14,5 persen dari target. Sementara itu, realisasi outstanding kontrak sampai 24 Agustus mencapai Rp 65,9 triliun atau 9,9 persen dari target.

’’Dari realisasi tersebut, sisa anggaran adalah Rp 186,9 triliun. Dari jumlah itu, yang dipotong Rp 64,7 triliun,’’ paparnya. Dari total penghematan tersebut, ada 15 kementerian/lembaga yang mendapat porsi pemangkasan terbesar.

Menkeu juga memerinci pemangkasan transfer ke daerah dan dana desa senilai Rp 72,9 triliun. Transfer ke daerah bakal dipotong Rp 70,1 triliun. Perinciannya, dana transfer umum (DTU) sebesar Rp 40,3 triliun berupa pemotongan dana bagi hasil Rp 20,9 triliun.

Kemudian, pemangkasan dana transfer khusus (DTK) sebanyak Rp 29,8 triliun berupa dana alokasi khusus (DAK) fisik Rp 6,0 triliun dan DAK nonfisik, terutama tunjangan profesi guru (TPG) Rp 23,4 triliun dan tambahan penghasilan guru PNSD sebesar Rp 209,1 miliar.

’’Untuk tunjangan profesi guru ini, kami menilai over-budgeted. Gurunya memang tidak ada. Gurunya sudah ada, tapi belum bersertifikasi jadi belum bisa dikasih tunjangan profesi,” katanya.

Pemangkasan selanjutnya adalah dana sebesar Rp 2,8 triliun karena ada daerah yang diperkirakan tidak mampu memenuhi persyaratan penyaluran laporan realisasi dana desa tahap sebelumnya.

Sri Mulyani mengungkapkan, pemotongan anggaran diperlukan mengingat kondisi ekonomi global belum pulih sepenuhnya sehingga berimbas pada penerimaan negara.

Dalam dua tahun terakhir, penerimaan perpajakan selalu di bawah target. Di sisi lain, proyeksi penerimaan perpajakan terus ditingkatkan. (jpnn)

Parah! Kacau!! Data Jumlah Guru Ada Tiga Versi

Data Jumlah Guru Ada Tiga Versi

Ketua Komisi X DPR Teuku Riefky Harsya mengatakan, banyak hal yang dipertanyakan terkait kebijakan Menteri Keuangan Sri Mulyani memangkas anggaran Tunjangan Profesi Guru (TPG) sebesar Rp 23,4 triliun.

Sri Mulyani beralasan kebijakan ini dilakukan karena penurunan jumlah guru bersertifikat yang berhak memperoleh TPG dari 1.300.758 orang menjadi 1.221.947 orang, disebabkan karena pensiun.

Pada APBN-P 2016, total alokasi anggaran TPG sebesar Rp 69,7 triliun, sehingga dengan adanya rencana penundaan penyaluran TPG ini, anggaran TPG akan menjadi Rp 46,3 triliun.

Menurut Teuku Riefky, ada persoalan serius di balik masalah ini.

"Menyikapi kebijakan ini tidak sekedar dengan alasan salah hitung. Ada persoalan lebih serius yang harus di jelaskan dahulu oleh pemerintah. Pertama, ada perbedaan data jumlah guru antara Kemenkeu dengan Kemendikbud," kata Riefky di Jakarta, Minggu (28/8).

Kedua, kalaupun ada pemotongan bagaimana posisi APBNP 2016 terhadap pemenuhan amanat konstitusi tentang anggaran pendidikan yang mewajibkan minimal 20 persen.

Soal perbedaan data menurutnya perlu diklarifikasi, mengingat antara jumlah guru dengan anggaran yang akan ditunda tidak rasional. Data yang dikemukakan terjadi lebih hitung 78.811 guru tetapi anggaran TPG yang ditunda sebesar Rp 23,4 triliun. Artinya alokasi anggaran per guru Rp 296,9 juta/tahun atau Rp 24,7 juta/bulan.

Kedua, data guru yang bersertifikat yang dikemukakan Menkeu sebanyak 1.300.758 orang (sebelum dikoreksi menjadi 1.221.947 orang), sementara data total guru menurut Kemendikbud yang disampaikan pada saat Raker dengan Komisi X pada tanggal 16 Juni 2016 menunjukkan bahwa guru yang diangkat sampai dengan tahun 2015 sebanyak 1.755.010 orang (tersertifikasi 1.638.240 orang). Ada perbedaan signifikan sejumlah 337.482 guru.

Ketiga, bila disandingkan dengan data pokok pendidikan dasar dan menengah per 27 Agustus 2016 akan berbeda lagi. Rekap Nasional Semester 2016/2017 ganjil , total guru sebanyak 1.648.237 orang.

"Sampai di sini ada tiga data yang berbeda. Pertama 1.300.758 guru, kedua 1.638.240 guru, dan yang terakhir 1.648.237 guru. Yang mana data yang benar?" ujarnya mempertanyakan.

Kemudian, saat pembahasan RAPBN tahun anggaran 2016 Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud menyampaikan bahwa TPG naik tahun 2016, karena pada tahun ini akan ada 166 ribu guru yang disertifikasi.

Artinya sampai dengan tahun 2016 akan ada 1,8 juta guru yang tersertifikasi. Dengan data ini, ada perbedaan 600 ribu guru yang tersertifikasi antara data Kemendikbud dengan Kemenkeu.

Menurutnya perlu dicermati bahwa 20 persen anggaran pendidikan dari total APBNP 2016 Rp 2.072,9 trilliun, adalah sebesar Rp 416,6 triliun. Jika TPG dipotong sebesar Rp 23,4 triliun maka anggaran belanja negara akan menjadi Rp 2.059,5 triliun dan anggaran pendidikan akan menjadi Rp 393,2 triliun.

"Itu di bawah duapuluh persen dari total anggaran belanja negara. Ini artinya ada potensi anggaran pendidikan tidak memenuhi amanat konstitusi dan ketentuan peraturan perundang-undangan," pungkas politikus Partai Demokrat itu. (fat/jpnn)

Karena Ibu Sri Mulyani, Guru Bakal Sering Berurusan dengan Debt Collector

Karena Ibu Sri Mulyani, Guru Bakal Sering Berurusan dengan Debt Collector

Kebijakan Menteri Kuangan Sri Mulyani untuk menahan dana tunjangan profesi guru (TPG) sebesar Rp 23,3 triliun tentu saja dikecam para guru.

Menurut Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Guru Indonesia Muhammad Ramli Rahim‎, menahan tunjangan profesionalisme guru ini akan berdampak luar biasa terhadap kondisi pendidikan Indonesia.

"Ini sangat mengejutkan para guru. Pemerintah dengan alasan keuangan negara sedang paceklik, akhirnya mengorbankan para guru," kata Ramli, Sabtu (27/8).

Ia menyebutkan, beberapa kemungkinan yang bisa terjadi adalah menurunnya semangat guru mendidik bangsa dan ini akan berimplikasi pada Indonesia 20-30 tahun yang akan datang.

‎"Pembelajaran akan ditinggalkan oleh guru, mengapa? Karena guru akan sibuk memperjuangkan haknya, karena guru akan sibuk menghadapi debt collector, karena guru akan sibuk mencari pendapatan tambahan untuk menutup lubang kebutuhan keuangan yang ditahan Ibu Sri Mulyani," paparnya.

‎Diklat UKG yang sudah dipersiapkan lanjut Ramli, akan kacau balau. Sebab guru-guru berpikir, buat apa ikut diklat UKG jika pemerintah seenaknya mencabut tunjangan mereka.

‎Lebih lanjut dikatakan Ramli, jika pembelajaran tidak berjalan maksimal, tawuran akan semakin banyak karena siswa tak lagi terlayani dengan baik.‎

Selain itu kualitas input guru akan kembali kacau, guru kembali akan menjadi profesi yang tak diminati sehingga yang memilih FKIP adalah mereka yang gagal masuk kedokteran, tak lulus di fakultas teknik dan tak tembus di fakultas hukum maupun ekonomi.

"Untuk itu, Ibu Sri Mulyani yang juga pernah jadi dosen agar berpikir ulang menahan tunjangan profesi guru, jika pun harus dilakukan, berikan penjelasan lebih rinci dan jelas, mengapa niat itu disampaikan," ucapnya.

Jika terjadi kesulitan uang negara, menurut Ramli, ada baiknya mengurangi gaji pejabat, anggota DPR dan DPRD.

Begitu juga mobil-mobil dinas pejabat yang mewah itu lebih baik dijual agar tidak boros BBM.

"Ibu Sri, jika benar akan mencabut tunjangan profesionalisme guru tanpa alasan yang rinci dan jelas. Tunggulah gerakan guru Indonesia," tegasnya. (esy/jpnn)

MasyaAllah, Gara-gara Ini Banyak Guru Perempuan Minta Cerai?


BANJARBARU - Berdasarkan data dari Pengadilan Agama ( PA) Banjarbaru, Kalsel, di tahun 2015 tercatat ada 126 perkara perceraian yang melibatkan Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Dari jumlah perkara tersebut, sebagian besar yang melayangkan gugatan adalah PNS perempuan. "Hampir 70 persen cerai gugat (diajukan istri), sementara sisanya cerai talak (diajukan suami)," kata Panitera PA Banjarbaru, Murthada.

Ia mengungkapkan, tingginya angka perceraian bukan hanya terjadi di tahun 2015. Di tahun 2014 juga jumlahnya mencapai ratusan.

Sementara hingga di pertengahan tahun 2016 jumlah PNS yang bercerai sudah mencapai 33 orang. "Sama dengan tahun-tahun sebelumnya, di tahun ini yang paling banyak menggugat juga si istri," ungkapnya.

Lebih lanjut Murthada menyatakan, sebagian besar PNS yang bercerai adalah seorang guru dan petugas kesehatan.

"Yang banyak guru dan bidan. Kalau guru mungkin karena mereka banyak punya tunjangan jadi lebih berani menceraikan suami," katanya.

Namun ia mengatakan, PNS yang bercerai di PA Banjarbaru bukan hanya pejabat di ruang lingkup Banjarbaru. Melainkan ada juga PNS dari luar daerah.

"Banyak PNS dari daerah lain tinggal di Banjarbaru, jadi jumlah perceraian PNS di Banjarbaru relatif tinggi lantaran perceraian harus dilakukan di PA tempat mereka tinggal," katanya.

Lalu apa saja faktor yang mempengaruhi perceraian PNS? Murthada menuturkan, ada banyak faktor yang melatarbelakangi perceraian. Namun yang paling banyak ialah faktor ekonomi.

"Kebanyakan perempuan yang menjabat sebagai PNS berani menggugat cerai, lantaran mereka punya penghasilan sendiri. Sementara suaminya dianggap tidak cukup memberikan nafkah untuk keluarga," ujarnya.

Selain faktor ekonomi, ia mengungkapkan perceraian PNS juga seringkali dipicu adanya orang ketiga. "Orang ketiga juga yang melatarbelakanginya adalah ekonomi, di mana pasangan ingin bercerai lantaran mendapatkan seseorang yang lebih mapan," ungkapnya.

Banyaknya PNS menggugat cerai suami bukan hanya di PA Banjarbaru. Jumlah perkara yang diterima PA Martapura juga menyebutkan bahwa ASN wanita lebih banyak menggugat (cerai gugat) dibandingkan cerai talak. "Iya banyak istri yang menggugat suami," kata Panitera PA Martapura Mukhyar.

Ia mengungkapkan, jumlah PNS yang bercerai di PA Martapura tidak terlalu tinggi. Di tahun 2015 sendiri ada sekitar 16 ASN yang bercerai. Sama halnya dengan di PA Banjarbaru, ASN yang bercerai sebagian besar ialah guru dan bidan. "Sementara di tahun ini baru ada enam orang," ungkapnya.

Secara terpisah, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kalsel M Thamrin mengakui jika banyak PNS wanita yang menggugat cerai suaminya.

"Kebanyakan dari mereka karena ada ketidakcocokan. Biasanya suami tidak terlalu memahami bagaimana kehidupan seorang PNS," katanya.

Tidak ada saling pengertian tersebut yang mengakibatkan percekcokan di rumah tangga. "Kami pastinya akan menjaga ASN wanita, jika mendapatkan perlakuan tidak baik dari suaminya," tambah Thamrin. (ris/ij/ran/sam/jpnn)

Miris!! Ada Anak TK Bercita-cita Jadi Koruptor

Ada Anak TK Bercita-cita Jadi Koruptor

RONA Mentari kaget saat mendengar jawaban seorang anak TK ketika ditanya tentang cita-citanya. Jika anak lain menjawab menjadi polisi, dokter, tentara, pilot, dan profesi lain, anak yang dia tidak hafal namanya itu menjawab bahwa dirinya bercita-cita menjadi koruptor.

’’Saya penasaran, kenapa anak sekecil itu ingin menjadi koruptor,” terang alumnus Jurusan Komunikasi Universitas Paramadina itu saat ditemui di salah satu mal di Tangerang Selatan, Kamis lalu (25/8).

Ternyata jawaban bocah tersebut sangat logis. Dia bercita-cita menjadi koruptor karena mereka mempunyai rumah bagus, halaman luas, dan kolam renang. Mobilnya juga banyak. Semuanya bagus-bagus.

Rona akhirnya berkesimpulan bahwa anak tersebut pasti pernah menonton televisi yang memperlihatkan seorang koruptor ditangkap, lalu ditunjukkan hartanya yang begitu melimpah.

Dengan banyak berita koruptor superkaya yang ditangkap, anak-anak pun terinspirasi menjadi seperti mereka.

Imajinasi anak terbangun dari tontonan yang dia lihat. Anak-anak tidak bisa disalahkan karena mereka belum memahaminya. Untuk itu, sejak dini mereka perlu diberi pemahaman. Dia pun gencar mengenalkan antikorupsi bagi anak sejak dini.

Rona membulatkan tekad membantu menanamkan nilai-nilai antikorupsi kepada anak usia dini bersama KPK. Di lembaga antirasuah itu, Rona mengisi acara mendongeng di kanal KPK. Baik radio maupun TV. Syuting dongeng untuk TV dilakukan di beberapa TK di Jakarta. ’’TK yang jadi tempat syuting berpindah-pindah,” ujar dia.

Dalam menyampaikan dongeng antikorupsi, Rona tidak pernah menggunakan kata-kata korupsi atau koruptor. Rona hanya menceritakan 10 nilai antikorupsi. Yaitu, jujur, peduli, mandiri, disiplin, tanggung jawab, kerja sama, sederhana, berani, adil, dan sabar.

Hal itu disampaikan lewat contoh-contoh perbuatan yang sederhana. Misalnya, nilai jujur yang dikisahkan pada anak yang diminta ibunya membeli barang. Anak tersebut harus jujur sesuai apa yang dia beli. Berapa harganya dan berapa kembaliannya. Ketika berbicara, dia tidak boleh berbohong.

Begitu pula tentang nilai tanggung jawab. Dia menceritakan kisah-kisah anak yang bertanggung jawab. Misalnya, ketika melakukan kesalahan, dia harus berani mempertanggungjawabkan perbuatannya. Dengan tegas dia mengaku bersalah dan tidak menuduh orang lain.

Rona menyebut anak-anak selalu antusias dengan kegiatan itu. Sebab, dalam mendongeng, Rona juga menggunakan berbagai alat peraga, seperti gitar, boneka, gambar, dan wayang.

’’Kalau sejak kecil mereka dikenalkan nilai itu, ketika besar mereka akan menjauhi korupsi,” tutur perempuan yang berulang tahun setiap 23 September tersebut.

Saat ini Rona merancang program dongeng untuk timur. Yaitu, dongeng antikorupsi yang akan digelar di timur Indonesia. Dalam proyek pribadinya tersebut, Rona akan berkeliling ke berbagai daerah di kawasan timur.

Lokasinya bisa di sekolah, kampung, kantor pemerintah, dan tempat lain. Anak-anak di sana akan diajak mendengarkan dongeng dan belajar mendongeng. Dia masih mencari sponsor yang mau membiayai kegiatan tersebut.

Selain bekerja sama dengan KPK, Rona dan klubnya sering mengadakan acara dongeng sendiri. Dia datang ke sekolah-sekolah, mengadakan acara sosial yang di dalamnya diisi mendongeng.

Bukan hanya di Indonesia, Rona juga bercerita di mancanegara. Dia pernah mendongeng di acara Singapore International Storytelling Festival. Pada tahun yang sama, dia berkesempatan mengikuti short course tentang leadership di New Zealand.

Di sana dia diminta mendongeng di depan para pejabat KBRI. Hari selanjutnya, dia tampil di depan komunitas storytelling.

Kemudian pada 2014, dia terbang ke Sydney, Australia, untuk mengikuti Sydney International Storytelling Festival.

Rona mengatakan sejak kecil terbiasa mendongeng. Ketika SD, dia sudah terbiasa bercerita. Saat ulang tahun, sang ibu mengajaknya ke perempatan jalan. Di situ dia diminta mendongeng di depan anak jalanan. Dia semakin berani tampil di depan orang. Padahal, ketika TK, Rona merupakan anak yang pemalu.

Dia juga aktif mengikuti berbagai lomba dongeng. Juara demi juara berhasil dia diraih. Selain mengikutkan lomba, sang ibu membuatkan acara khusus untuknya. Yaitu, safari dongeng saat Ramadan. Setiap hari selama Ramadan, dia berkeliling ke masjid dan TPQ untuk bercerita. Bakat mendongeng yang dia miliki semakin terasah.

Sebelum berkuliah di Universitas Paramadina, Rona bersama dua saudaranya, Putri Arum Sari dan Ayu Purbasari, mendirikan Rumah Dongeng Mentari (RDM). Setiap Sabtu dan Minggu, tempat itu selalu ramai dengan anak-anak.

Mereka diajak mendongeng. Mereka dilatih agar percaya diri dan berani tampil di depan orang banyak. Dia juga menggagas dongeng.tv, channel di YouTube. ’’Sampai sekarang masih aktif,” ucapnya.

Selain kisah Rona, pendongeng yang rajin berbagi kisah antikorupsi bersama KPK ialah Rico Toselly. ”Saya mengambil cerita yang dekat dengan anak. Ya keseharian mereka sendiri,” ujar pria yang akrab disapa Kak Rico tersebut.

Pria yang menjadikan pendongeng sebagai profesi sejak 2006 itu mencontohkan karyanya berjudul Pergi ke Sekolah yang diproduksi tim kanal KPK. Pada video 9 menit 8 detik itu, dia ditemani boneka bernama Dedot mengangkat nilai kemandirian sebagai tema utama dalam cerita.

Dedot diceritakan bangun pagi sendiri, lantas mandi sendiri. Kegiatan keseharian yang selalu dilakukan anak-anak. Saat pergi ke sekolah, Dedot bersama Kak Rico. Tapi, di jalan sedang macet. Karena jarak ke sekolah sudah dekat, Dedot pun memutuskan untuk berjalan kaki. Tentu di trotoar.

Dedot lantas menyeberang jalan lewat zebra cross setelah menengok ke kiri dan kanan. Singkat cerita, Dedot dengan kemandiriannya pun sampai di sekolah dan tidak terlambat. ’’Pada pengujung cerita, saya tekankan lagi pesan yang ingin disampaikan,’’ ujarnya.

Pengulangan pesan yang ingin disampaikan sangat penting karena itu akan terpatri pada memori anak. ”Pesan-pesan harus disampaikan dengan cara yang sederhana. Namanya juga anak-anak,” kata alumnus Institut Kesenian Jakarta itu.

Rico yakin nilai-nilai antikorupsi, jika disampaikan secara sederhana, asyik, dan mengena, akan teringat terus di memori anak. Dia sendiri sering mengalaminya. Ceritanya, Rico datang ke sebuah sekolah hingga dua kali. Nah, anak di sekolah itu ternyata mengingat Rico dan bonekanya karena cerita yang pernah dibawakannya.

”Oh itu kakak yang kemarin tersesat di hutan karena mengejar bebek ya,” ujar Rico. Cerita bebek tersebut merujuk pada dongeng yang pernah dibawakan Rico mengenai anak yang tidak patuh atau tidak disiplin.

”Mereka masih ingat. Artinya, memori anak itu luar biasa. Makanya itu, perlu ditanamkan nilai-nilai antikorupsi kepada mereka,” ujar pendongeng yang tinggal di Radio Dalam, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, tersebut.

Rico berharap para orang tua dan guru bisa melakukan hal yang sama. Sebab, menanamkan nilai-nilai antikorupsi lewat dongeng sebenarnya tidaklah rumit.

Ide cerita, menurut dia, bisa berasal dari mana saja dan akan lebih baik kalau dekat dengan keseharian si anak. Mulai sekolah hingga lingkungan di sekitar anak.

Ngakunya Kiriman Ortu Sering Telat, Para Mahasiswi Nyabi PSK

Ngakunya Kiriman Ortu Sering Telat, Para Mahasiswi Nyabi PSK

JARINGAN prostitusi mahasiswi berhaisl dibongkar Unit Pelindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Surabaya.

Kasus ini terungkap setelah polisi menggerebek Hotel Neo di Jalan Jawa pada Kamis malam (25/8/2016). Dari hasil penggerebekan tersebut polisi mengamankan dua orang remaja.

Mereka adalah Sinta (20) dan Daniar (19), keduanya merupakan warga Jalan Bumi Jaya, Madiun. Mirisnya setelah diperiksa keduanya masih berstatus mahasiswi dan calon mahasiswa baru di salah satu perguruan tinggi swasta di Surabaya.

Kasubag Humas Polrestabes Surabaya Komisaris Polisi (Kompol) Lily Djafar menjelaskan selain menangkap remaja ini, polisi juga menangkap Nofiarini (28) Warga Jalan Kedung Anyar ini ditangkap lantaran menjadi muncikari untuk mahasiswi dan calon mahasiswi tersebut.

Menurutnya pengungkapan kasus ini bermula setelah polisi mendapatkan informasi adanya kasus prostitusi yang dijalankan melalui media sosial (medsos). “Setelah itu, kami melakukan penyelidikan hingga akhirnya mengetahui modus jaringan ini,” ungkapnya, Jumat (26/8/2016).

Lily menjelaskan dalam menjalankan aksinya, Nofiarini biasa mencari lelaki hidung belang melalui media facebook dan BBM. Dia biasa menawarkan Sinta dan Daniar dengan cara mengirimkan foto keduanya. Tergantung pelanggan mau memilih yang mana. Setelah pelanggan sepakat, obrolan dilanjutkan dengan BBM.

“Jadi di facebook hanya pengenalan saja, setelah itu proses tawar menawar dan booking dilanjutkan lewat obrolan BBM,” lanjut Lily.

Dia mengatakan untuk sekali kencan, Nofiarini biasa mematok harga Rp1,3 juta untuk satu anak buahnya, baik Daniar dan Sinta. Tarif ini belum termasuk harga sewa kamar hotel. Untuk hotelnya biasa ditentukan oleh pelanggan. Pembayaran akan dilunasi ketika Daniar dan Sinta usai melakukan pekerjaannya.

“Dari jumlah uang tersebut, mereka membaginya menjadi dua, tersangka Nofi kebagian sebesar Rp300 ribu. Sedangkan sisanya Rp1 juta dibagikan kepada anak buahnya,” jelas mantan kasubag Humas Polres Pelabuhan Tanjung Perak ini.

Catat! Tahun Ini Tak Ada Penerimaan CPNS Jalur Umum

Tahun Ini Tak Ada Penerimaan CPNS Jalur Umum

Bagi Anda para pelamar umum yang ingin menjadi CPNS, terpaksa gigit jari. Pasalnya, tahun ini, pemerintah putuskan tidak akan merekrut CPNS dari pelamar umum.

“Tahun ini tidak ada rencana pemerintah merekrut CPNS dari jalur umum. Ini sebagai konsekuensi dari kebijakan moratorium,” kata Kepala Biro Hukum Komunikasi Informasi Publik (HKIP) Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) Herman Suryatman kepada JPNN , Senin (22/8/2016).

Dia kembali menegaskan, perekrutan tahun ini hanya untuk CPNS dari formasi khusus‎, sebagaimana dimaksud dalam surat MenPAN-RB nomor : B/2631/M.PAN-RB/07/2016, tanggal 25 Juli 2016.

Surat itu berisi informasi mengenai pengadaan pegawai ASN 2016, yakni pengangkatan dokter, dokter gigi dan bidan PTT di lingkungan Kemenkes, guru garis depan di lingkungan Kemendikbud.

Kemudian, THL-TB penyuluh pertanian di lingkungan Kementerian Pertanian, lulusan pendidikan kedinasan/pola pembibitan. Pengadaan formasi 2014 di lingkungan pemda dikhususkan bagi Pemprov Papua dan Papua Barat, serta Kaltara sebagai DOB 2012.

“Jadi di luar itu tidak ada rekrutmen. Apalagi tahun ini pemerintah tidak mengalokasikan anggaran rekrutmen CPNS jalur umum,” tandasnya. (esy/jpnn/nin)

Horeeeee...!! Uang Pensiun PNS Bakal Naik

Uang Pensiun PNS Bakal Naik

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) bersama Kementerian Keuangan tengah membuat rencana mengubah pola penggajian PNS. Tujuannya, untuk meningkatkan kesejahteraan pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Dalam Undang-Undang ASN, selama ini iuran untuk pensiun diambil dari gaji pokok dan kecil sekali. Untuk itu, saat ini KemenPAN-RB bersama Kementerian Keuangan sedang membuat pola sistem penggajian baru untuk ASN,” kata Menpan RB Asman Abnur, Minggu (28/8).

Sementara itu, Direktur Utama PT Taspen Iqbal Latanro menyambut baik rencana perubahan sistem pola penggajian ASN itu. Menurutnya, iuran Taspen berasal dari gaji pokok, yang saat ini relatif rendah

“MenPAN-RB berharap akan memperbaiki polanya sehingga iurannya akan tinggi dan preminya naik. Itu sejalan dengan program kami, dan itu berita yang baik bagi ASN dan Taspen,” ujar Iqbal.

Iqbal mengatakan, perubahan sistem penggajian juga akan berdampak bagi tunjangan hari tua yang saat ini polanya masih menggunakan manfaat pasti, sehingga iurannya tetap unfunded atau selisih penghitungan tabungan hari tua ASN dengan realisasi pungutan.

Ke depan hal tersebut tidak boleh dilakukan lagi karena akan menambah beban pemerintah dan tidak sehat bagi Taspen karena ada aset yang tidak menghasilkan.

“Program menaikkan gaji pokok ini kalau ekonomi sudah baik itu ide yang simpatik dan mudah-mudahan ini terwujud sehingga kesejahteraan ASN meningkat,” pungkas Iqbal.‎

(esy/jpnn)

Benarkah Gara-Gara Tiga Kesalahan Fatal Ini Jokowi Bisa Dijatuhkan?

Benarkah Gara-Gara Tiga Kesalahan Fatal Ini Jokowi Bisa Dijatuhkan?

Pemakzulan terhadap presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah bisa dilakukan. Melalui tiga kesalahan fatal selama memimpin, parlemen sudah bisa melakukan impeachment atau pemakzulan terhadap politisi PDI Perjuangan tersebut.


Mantan anggota Komisi III DPR RI Djoko Edi menjelaskan, kesalahan pertama menurutnya adalah soal tragedi kemacetan lalu lintas parah pintu keluar Tol Brebes Timur (Brebes Exit alias Brexit) Jawa Tengah. Di tengah macet panjang itu, 17 pemudik dilaporkan meninggal dunia. Salah satu korban adalah bayi usia satu tahun akibat keracunan karbondioksida setelah mobil yang ditumpangi terjebak macet lebih dari enam jam. Korban lain kebanyakan terdiri dari lansia.

Djoko yakin, jatuhnya banyak korban tewas akibat manajemen kontijensi yang tidak berjalan, panduan dari udara yang tidak ada serta tidak berfungsinya pusat pelaporan darurat. Menurutnya, bencana itu tak lepas dari sikap abai yang ditunjukkan Presiden Jokowi. Pada saat peristiwa kemacetan parah puluhan kilometer itu, Jokowi selaku manajer tertinggi tidak memerintahkan apapun kepada jajaran kepolisian dan TNI.

Kesalahan Jokowi yang kedua yakni soal memasukkan angka Rp 165 triliun dalam kebijakan pengampunan pajak (tax amnesty). Dana tersebut merupakan dana bodong dan dilakukan sebagai upaya pemerintahan Jokowi untuk menutupi kegagalannya mengatasi defisit anggaran negara.

Padahal, kata Djoko, defisit anggaran saat ini sudah mencapat 2,48 persen, sementara dalam UU Keuangan Negara, defisit anggaran sudah ditentukan tidak boleh melampaui tiga persen. Jika pemerintah gagal mengatasi defisit anggaran maka sudah dapat dipastikan posisi Jokowi akan terancam.

“Tips instan yang ditawarkan pemerintah melalui tax amnesty dengan target pemasukan ke kas negara hingga mencapai Rp 165 triliun sangat tidak logis. Ditambah itu uang bodong, ini tidak boleh. Dalam UU 17/2003 soal Keuangan Negara kan sudah dijelaskan presiden harus realistis buat kebijakan. Ini cuma ilusi aja,” beber Djoko saat berbincang dengan RMOL beberapa saat lalu, Minggu (28/8)

Ditambah lagi, panitia kerja tax amnesty hanya dilakukan dalam satu bulan. Makanya, kebijakan tersebut memang dipaksakan dan melanggar undang-undang karena untuk membuat hukum acara dalam undang-undang saja bisa memakan waktu satu bulan, apalagi untuk membuat sebuah undang-undang.

Kesalahan ketiga yang dilakukan Jokowi adalah pengangkatan menteri berkewarganegaraan asing sebagai Menteri ESDM yakni Arcandra Tahar. Informasi yang didapat Djoko, Presiden Jokowi sudah mengenal Arcandra sejak ribut-ribut soal Blok Masela. Menurutnya, Jokowi konsultasi soal pengolahan blok gas abadi itu melalui pembangunan offshore atau onshore, maka tidak mungkin Jokowi tidak mengetahui jika Arcandra adalah warga negara Amerika Serikat. Dugaan Djoko, Jokowi awalnya menganggap jika masalah Arcandra akan mudah diselesaikan dengan undang-undang naturalisasi yang biasa dilakukan dalam dua hari. Namun kenyataan sebaliknya.

“Saya dulu anggota pansus di DPR waktu UU 39 soal kementerian dibuat. UU ini ditujukan khusus kepada hak prerogatif presiden bukan pada siapapun. Didalamnya ada norma dasar yang mengatur presiden kalau mau angkat menteri. Norma dasar itu salah satunya warga negara, presiden sudah melakukan pelanggaran berat, bukan cuma administratif,” jelas Djoko.

Dia menambahkan, DPR jangan lantas memaafkan Jokowi yang sudah melakukan kesalahan-kesalahan berat tersebut. Kesalahan Jokowi sama saja dengan pasal 141 UU Tipikor yang menyebut bahwa jika seorang koruptor sudah melakukan pengembalian uang kerugian negara lantas tidak serta merta melepaskan hukumannya.

Atas dasar itu, Djoko meminta agar parlemen segera mengajukan hak interpelasi terhadap Presiden Jokowi, kemudian dilanjutkan dengan hak angket menggunakan dasar UU Nomor 6/1954. Dalam UU tersebut, pansus DPR diberi kekuasaan penuh soal kehakiman, kejaksaan dan kepolisian. Pansus ini sendiri jangan sampai melakukan kesalahan yang sama dengan Pansus Century yang tidak paham dengan UU Nomor 6 tersebut yang tidak didaftrakan ke lembaran berita negara, dan malah dilimpahkan ke KPK. Sehingga secara otomatis hak angket DPR gugur.

“Jadi, nanti lewat pansus hak angket, DPR bisa bertindak sebagai jaksa, hakim dan polisi. Baru nanti di ke Mahkamah Konstitusi dan kemudian diputuskan melalui MPR lewat pasal 7A soal impeachment presiden. Ini sudah bisa dilakukan kalau pansus pakai UU Nomor 6/1954 tadi. Jokowi sudah bisa dimakzulkan,” demikian Djoko.(pojoksatu)

Ternyata Menyanyi Di Kamar Mandi Membantu Membakar Kalori, Yang Sedang Diet Cobain Yuk!

menyanyi di kamar mandi

Melakukan diet bukan hal utama yang dapat membuat tubuh angsingsing dan sehat. Selain mudah gagal.rupanya ada cara lain untuk membuat tubuh langsing dengan pola makan normal.

Dilansir Timesofindia, Jumat (26/8/2016), berikut ini adalah cara lain untuk membakar kalori yang sangat sederhana dilakukan.

1. Berdiri dengan satu kaki
James Trevorrow menyarankan, coba angkat satu kaki seperti orang disetrap saat Anda menyikat gigi, istirahat sejenak di kantor, berdiri menunggu bus di halte atau bahkan saat Anda mengantre menunggu makanan. Cara ini tak hanya membuat tubuh berkeringat, tetapi juga dapat menjaga keseimbangan yang wajib dilakukan siapa saja

2. Menyanyi di kamar mandi
Peneliti Rebecca Fredericks mengungkap, Anda yang hobi bernyanyi di kamar mandi selama 20 menit rupanya dapat membakar 42 kalori.

“Menyanyi menggunakan kelompok otot yang berbeda, dari diafragma di perut lewat otot-otot kecil di laring Anda. Maka tak heran, setelah Anda bernyanyi napas akan terengah-engah dan kulit pun berkeringat.

3. Memindahkan sofa
Gerakkan badan Anda untuk hal sepele seperti memindahkan sofa dari ruang santai ke kamar Anda. Cara ini dapat membuat tubuh melakuka peregangan otot, daripada Anda hanya mau menduduki sofa dengan bermalas-malasan.

Cerita Mukidi : Apa Dan Siapa Sebenarnya MUKIDI

Cerita Mukidi berbagai versi menjadi viral di jejaring sosial sejak pekan lalu. Banyak yang penasaran siapa penulis di balik cerita Mukidi ini.

Penelusuran terhadap cerita Mukidi mengantarkan pada sosok Soetantyo Moechlas alias Mas Yoyok (62) asal Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah. Meski demikian, Yoyok sudah menetap dan bekerja di ibu kota sejak tahun 70-an. Kini, dia tinggal di Bekasi.

Yoyok yang mengaku sebagai penulis cerita humor dengan tokoh utama Mukidi dan Wakijan itu menuturkan, awal mulanya membuat cerita seri Mukidi adalah untuk bahan guyonan saat melakukan presentasi kerja. Kala itu, dirinya bekerja sebagai manajer produk di sebuah perusahaan obat ternama di Jakarta.

"Awalnya cerita dan tokoh Mukidi hanya untuk bahan candaan saja supaya presentasi saya tidak membosankan," ungkap Yoyok kepada Kompas.com saat dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat (26/8/2016) malam.

Dia menuturkan, tokoh Mukidi diciptakannya sekitar tahun 1980-an. dan mulai dikenal pada tahun 90-an. Salah seorang peserta presentasi yang dipimpin Yoyok lalu bercerita ke teman-temannya yang lain bahwa Yoyok sering membuat candaan Mukidi. Sampai akhirnya, sejumlah radio meminta dirinya untuk bercerita langsung tentang cerita Mukidi.

"Waktu itu tidak ada telepon genggam seperti sekarang. Saya diminta mengisi acara secara live candaan Mukidi di radio-radio. Waktu itu tiap pagi di acara Ida Krisna Show saya selalu diminta ngisi candaan Mukidinya," kata dia.

Dia mengaku, dirinya kerap mengirimkan cerita buatannya melalui fax dan kemudian dibacakan oleh penyiar radio Ida Arimurti dan Krisna Purwana sekitar tahun 1984.

Sebelumnya, mantan penyiar radio Prambors, Krisna Purwana, menuturkan bahwa nama Mukidi sempat muncul dalam program Ida Krisna Show yang dipandunya bersama Ida Arimurti pada tahun 1984.

"Kami di Prambors dulu pernah lomba bikin humor gitu kan. Nah waktu itu sempat muncul nama-nama lucu dan jenaka termasuk Mukidi ini," ungkapnya.

Siapa Mukidi?

Yoyok yang mengaku hobi menulis tentang cerita humor itu mengatakan, sosok Mukidi adalah rekaan dan hanya dibuat sebagai sosok figur cerita komedi yang memasyarakat saja, seperti di Jawa Barat ada cerita Kabayan, Lutung Kasarung dan sebagainya.

Dia terinspirasi nama Mukidi dari film Warkop DKI dengan tokoh Dono, Kasino dan Indro yang memunculkan sosok Mukidi. Sejak itu, dia pakai nama itu supaya mudah diingat.

Lama kelamaan, dirinya pun terus diminta oleh beberapa orang untuk terus membuat cerita humor Mukidi.

"Pak Wagub Jabar, Deddy Mizwar, itu sahabat saya. Kadang kalau saya telat enggak nulis suka nanyain. Mana lagi nih cerita Mukidi-nya," ungkap dia.

Setelah pensiun beberapa tahun lalu, dirinya lalu membuat buku tentang Mukidi yang berjudul "Laskar Pelawak". Buku itu, lanjutnya, belum bisa memuat semua cerita Mukidi yang sudah pernah dikarangnya. Paling tidak harus tiga buku, katanya.

"Saya pensiun bikin buku. Judulnya Laskar Pelawak. Waktu itu booming film Laskar Pelangi," ujarnya.

Bangga

Cerita Mudiki, menurut dia, sempat diterjemahkan oleh temannya ke dalam bahasa Belanda dan dipublikasikan di Belanda. Saat itu, dia bersama seorang teman sedang berada di Amsterdam, Belanda, dan diminta untuk membuat cerita humor Mukidi.

Cerita itulah yang kemudian diterjemahkan ke Bahasa Belanda oleh temannya hingga kemudian dipublikasikan dan diperdengarkan di depan orang banyak dalam sebuah presentasi. Temannya cerita bahwa hadirin terhibur dan tertawa terbahak-bahak.

"Di Belanda waktu saya pernah buat juga dan diperdengarkan di sana oleh teman saya," ungkapnya.

Yoyok pun mengaku dalam hatinya tertawa karena cerita Mukidi kembali heboh saat ini.

"Kalau yang ramai cerita Mukidi sekarang banyak jadi plesetan. Ya, tapi tetap pakai sosok Mukidi,"

Yoyok mengaku, telah membaca berbagai cerita daur ulang tentang Mukidi yang beredar belakangan ini. Dia bangga dengan Mukidi yang terkenal sekarang dan membiarkan orang-orang yang mendaur ulang cerita dengan tokoh Mukidi meski, menurut dia, cerita yang beredar sekarang lebih kasar dibandingkan dengan cerita humor ciptaannya.

"Lebih kasar saja yang didaur ulang sekarang. Enggak apa-apa biarin saja supaya Mukidi lebih terkenal dan ramai," ungkap dia.

Di pengujung obrolan, Yoyok lalu berbagi salah satu cerita Mukidi yang baru saja dibuatnya. Begini ceritanya:

Mukidi yang baru pernah ke Ingelheim, Jerman, kedinginan. Dia masuk bar.

"Gimana cara pesan minuman ya?" pikirnya.

Ditunggunya satu per satu pengunjung pesan minuman. Seorang pemuda menghampiri bartender.

"Jack Daniel, single."

Lalu seorang cewek pesan minuman.

"Martini, single."

Giliran Mukidi dengan pede menghampiri bartender.

"Mukidi, married."

8 Cerita Mukidi Cocok Buat Kamu Yang Galau Berat


Nama Mukidi sedang jadi perbincangan paling hits. Pasalnya banyak kisah lucu dengan tokoh utama mukidi yang banyak membuat pembacanya jadi tertawa. Padahal, tdak banyak orang yang mengenal betul siapa sosok mukidi.

Cerita 1: Mukidi Berebut Anak
Mukidi dan Ponikem yg baru saja bercerai sedang memperebutkan hak kepemilikan anaknya. Di ruang sidang pengadilan ponikem dgn pede nya berkata :
“Anak keluar dr perut saya, ya sdh pasti milikku”

Mukidi marah2 dan menyanggah:“Kok lucu asal ngomong aja ,emang kalo uang keluar dari atm trus uangnya milik atm?,Jelas sudah pasti uangnya punya yg masukin kartu atm dong”

Jaksa pun terbengong bengong sambil manggut manggut dan semua yang hadir di ruang sidang pun tertawa dan memberi aplaus pada mukidi….

Mukidi kok dilawan!!!???

Cerita 2: Memilih Istri yang baik
Jangan pilih istri yang pintar cari uang.

Dalam sebuah seminar sang penceramah menghimbau… “Jangan pilih istri yang pintar cari uang…”.

Hal ini membuat riuh hadirin.

Ada seorang hadirin yang protes : “Pak kalo istri kita pintar cari uang kan bisa bantu suaminya…” tanya dia.

“Begini penjelasannya, kalo istri kita pintar cari uang, dimanapun uang kita sembunyikan di laci, di peci, di mobil atau di tabungan, pasti dia temukan.”

Cerita 3: Mukidi dan Gajah
Mukidi memang sangat dikenal oleh para guru di sekolah itu. Anaknya sih tidak terlalu bandel-bandel amat. Namun dia sangat populer sebagai anak yang nyebelin banget.

Siang itu Mukidi duduk di paling depan saat pelajaran Bahasa Indonesia. Ini adalah mata pelajaran yang paling disukai oleh Mukidi. Nah pada kesempatan itu, Guru Mukidi berkeinginan untuk membuat teba-tebakan nama hewan. Berikut dialognya

Guru: “Anak-anak, apa nama binatang yang dimulai dengan huruf G ?”.

Mukidi berdiri dan menjawab : “Gajah, bu guru !”

Guru: “Bagus, pertanyaan berikutnya. Apa nama binatang yang dimulai dengan huruf ‘D’ ?”

Semua murid diam, tapi Mukidi kembali berdiri :”Dua gajah, Bu Guru…”

….gerrr sak kelas
Guru :”Mukidi, kamu berdiri di pojok sana !

Ayo anak-anak kita lanjutkan. Pertanyaan berikut, binatang apa yang dimulai dengan huruf “M”?

Semua murid diam.Tapi lagi-lagi Mukidi menjawab dengan tenang “Mungkin Gajah…”

Guru:”Mukidi, kamu keluar dan berdiri di depan pintu!” Mukidi keluar dengan suuedihhh.

Guru melanjutkan.

Guru :”Pertanyaan terakhir. Anak-anak, binatang apa yang dimulai dengan huruf “J”?

semua diam.

Tak lama sayup-sayup terdengar suara Mukidi dari luar kelas
Mukidi : “Jangan-jangan Gajah”

Saking kesalnya, Bu Guru menyuruh Mukidi pulang….

Guru : “Sekarang anak-anak, binatang apa yang diawali dengan huruf P ?”

Sekali lagi semua murid terdiam.

Tiba-tiba HP bu Guru berdering.
Guru: “Ya hallo…”

HP : ‘Maaf bu, saya Mukidi. Jawabannya: Pasti Gajah”

Cerita 4: Setelh Mukidi sukses dan punya anak
Suatu malam, mbah Mukidi yang sudah berusia 85 thn telpon ke dokter pribadinya.

Mbah Mukidi:”Dokter,ada yang aneh dengan toilet saya. Setiap malam waktu saya mau kencing, lampunya langsung nyala sendiri begitu saya buka pintunya.”

Sang dokter menjawab, “Mbah, embah istirahat saja deh, nanti saya perbaiki.” Kata si dokter, mencoba menenangkan mbah Mukidi.

Karena merasa ada yang aneh, kemudian si dokter menelpon keluarga si Embah, dan yang ngangkat putri bungsunya, Sheilla namanya.
Dokter: “Halloo dik Sheilla, tadi mbahmu memberitahu bahwa lampu toiletnya langsung menyala saat pintunya dibuka, apa memang kamar mandi di pasang lampu otomatis ?”

Mendengar hal ini, Sheilla langsung berteriak,

Sheilla: “Mamah… Kakak … mbok Ijah … Papah kencing di kulkas lagi tuhhh…”

Dokter: “Waduhhhh…”

Cerita 5: Ternyata Mukidi terlalu sayang sama istrinya
Suatu hari istri Mukidi akan melahirkan anak pertama mereka.Mukidi pun buru-buru ke rumah sakit dan disuruh masuk untuk menyaksikan proses persalinan
Setelah persalinan selesai Mukidiipun mengecup kening istrinya sambil berkata:

Mukidi: Alhamdulillah… anak kita perempuan, makasih yaa, sayaank…

Istri: Iyaa, kang

Mukidi: Sakit yaa, sayank…?

Istri: Iyaa kang…sakiit banget!

Mukidi: Yaaank… aku sayaaang banget sama kamu… aku ga tega

Istri: Iyaa kang…!

Mukidi: Nanti kalau untuk anak kedua titip sama yang lain aja yaaa… jangan dari kamu lagi, aku ga tega, yaank.

Istri: …??????????…

Cerita 6: Mukidi lagi Mukidi lagi
Ternyata Markonah, istri Mukidi, masih perawan. Dia pergi ke dokter kandungan utk periksa. Waktu dokter mau periksa bagian dalam, terjadi percakapan:

Markonah: “Hati-hati periksanya ya Dok, saya masih perawan lho…”

Dokter: “Lho… katanya ibu sudah kawin-cerai 3x, mana bisa masih perawan…?? ”

Markonah: “Gini lho Dok, eks suami saya yang pertama ternyata impoten……!!”

Dokter: “Oh begitu… tapi suami ibu yang kedua tidak impoten kan….?”

Markonah: “Betul Dok, cuma dia Gay, jadi saya tidak pernah di-apa2in sama dia…”

Dokter: “Lalu suami ibu yang ketiga si Mukidi tidak impoten dan bukan gay kan….?”

Markonah: “Betul Dok, tapi ternyata dia itu orang partai…”

Dokter: “Lalu apa hubungannya dengan keperawanan ibu…??”

Markonah: “Dia? cuma janji-janji saja Dok, tidak pernah ada realisasinya….. Jadi cuma dicontreng aja, gak dicoblos……!!!

Cerita 7: Mukidi nonton bioskop
Jam 8 pagi di kantor bioskop.Kriiiiing! telpon di meja kantor bioskop XXl berbunyi.

Mukidi : “Halloow mas…. saya mau nanya, bioskop buka jam berapa…. ?”

Penjaga : “Jam satu mas.

Mukidi : “Bisa buka jam sembilan tidak mas?”

Penjaga : “Gak bisa. Biasa jam satu bukanya.”

Jam 11, telepon bunyi lagi.

Mukidi : “Hallow….. Jam brp bukanya bioskop?”

Penjaga : “Kamu yg telpon td ya mas? Kan sdh dikasih tau.. bukanya jam 1”

Mukidi : “Jam 12 tdk bisa, mas?”

Penjaga : “Tdk bisa! Emang bioskopnya mbahmu apa!”

Mukidi : “Nawar sedikit saja mas. Gak apa2 sudah, setengah satu saja ya?”

Penjaga : [dongkol] “Sebenarnya kamu mau nonton film apa tho, kok telepon terus-terusan?”

Mukidi : [sambil menangis] “Saya ini sebenarnya di dalam bioskop mas. Tadi malam pas nonton pilem ketiduran. Tolong, mas, bukakan pintunya. Saya pingin pulang.”

Cerita 8: Kata mukidi soal selingkuh
Istri : “mas mukidi, kamu jahhhaat”

Mukidi :”kenapa dek???”

Istri : ” mas mukidi selingkuh!!!”

Mukidi : “siapa yg bilaannggg!!!”

Istri : ” ada tetangga yg liat kemarin mas mukidi mboncengi perempuan”

Mukidi :” owh…itu pacar gelapku”

Istri : “owh..jadi bukan selingkuh tooh”

Mukidi :” bukaan…”

Istri :”yowes.. maafkan aku ya mas, udah berprasangka mas selingkuh”

(Pojoksatu)