Monday, 6 March 2017

Kisah Seorang Dosen UIN Membooking 8 PSK Sekaligus Dalam Satu Kamar!

Seorang Dosen UIN SGD Bandung masuk ke tempat pelacuran di daerah Bekasi dan mem-booking 8 PSK sekaligus, lalu diboyong ke satu kamar. Sekuriti berbadan besar oknum TNI menguntitnya. Menyewa 8 orang sekaligus tentu tidak wajar dan mencurigakan. “Dia punya kekuatan seks seperti apa?” Pikirnya. Tahu ada yang menguntit, sang dosen merasa terganggu, terjadilah adu mulut sampai si TNI itu tak berkutik.

Kisah Seorang Dosen UIN Membooking 8 PSK Sekaligus Dalam Satu Kamar!
Ilustrasi

Argumen sang dosen kuat, karena toh sudah di-booking adalah hak dia untuk melakukan apa saja dengan 8 perempuan itu dalam kamar. Sang dosen bertanya, “Sebagai apa kamu disini?” “Saya keamanan Pak!” Mendengar jawaban itu, sontak sang dosen marah: “Keamanan apanya ..?? Pekerjaan kamu disini bukan mengamankan tapi membuat mereka menderita. Kamu menjerumuskan dan mencelakakan mereka semua di dunia dan di akhirat. Keamanan apanya?” Sang centeng tak berkutik. Sekuriti itu pun ditantang duel kalau mengganggu acara sang dosen, tapi si oknum ini tidak berani, apalagi saat diancam akan dilaporkan ke atasannya jadi centeng “neraka” seperti itu. Ia pun takut, pergi dan minta maaf. Ke 8 PSK itu merasakan lain, ada hal aneh yang akan dilakukan tamunya ini mem-booking mereka banyakan.


Di dalam kamar, sang dosen meminta seprai dari dua kasur dicabut: “Tolong cabut itu seprai dan tutup badan kalian semua dengan kain itu. Saya tidak mau melihatnya.” 8 PSK itu kemudian dinasehati panjang lebar tentang kelakuan buruknya, tentang uang haramnya, akibatnya pada anak, durhakanya pada orang tua, alasan dustanya soal kebutuhan ekonomi, tentang bahaya penyakit kelamin dll. “Bayangkan kalau anak perempuanmu seperti kamu mau nggak? Kalau anak-anakmu tahu kelakuanmu seperti ini mau gak?” “Kalau ibumu tahu mau gak? Bayangkan perasaan mereka, betapa malu dan sakit hatinya. Inikah balasan pada ibumu yang sudah susah payah melahirkan, membesarkan dan mendidikmu?” dll … dll … (sekitar 2 jam dia bicara, di atas itu intinya saja). Ledakan tangisan 8 PSK itu muncrat semua, semua menyadari dan menyesali, tobat seketika, janji besok semuanya akan keluar.



Esoknya, sang dosen, datang lagi mengecek. Benar, 8 nama itu sudah tidak ada di daftar, sudah keluar. Beberapa hari kemudian, sang dosen mengunjungi ke 8 orang itu ke kampungnya masing-masing, mengontrol dan membina, dan komunikasi terus berjalan setelah beberapa minggu/bulan. 8 perempuan muda yang wajah-wajahnya aduhai itu, kini ada yang buka warung, buka kios, kerja di pabrik dll. Pada salah satu yang jualan gorengan, sang dosen ustadz berkata: “Naah … begituu … ini yang halal dan barokah. Rizki halal tidak susah asalkan dicari.” Mereka merasakan kebahagiaan yang sangat amat telah keluar dari jerat pekerjaaan kotornya.



Dari ke 8 PSK itu, 6 orang bersuami dan direstui oleh suaminya jadi PSK (asalnya daerahnya Subang, Indramayu, Sukabumi). Yang suaminya menerima dan sadar, suaminya juga dibina. Yang suaminya menolak dan marah karena kehilangan income dari istrinya yang cukup besar, sang dosen memberikan instruksi: “Kamu harus bercerai dengan suamimu, wajib, karena ia telah menjerumuskan dan merusakmu. Suami macam apa seperti itu, sekarang pun ia tidak terima kamu telah sadar. Sekarang cari suami yang baik, masih banyak. Insya Allah saya akan bantu.” Yang suaminya tidak terima, semuanya diceraikan. Satu orang yang dari Indramayu, bukan hanya tidak terima malah menteror mantan istrinya dan keluarganya.


Ketika sang dosen dilapori, tidak menunggu, ia langsung berangkat mencarinya sendiri rumah orang itu. Laki-laki itu kembali ke rumah orang tuanya. Sang dosen masuk dan menceramahi laki-laki itu, bukannya berterima kasih dan bersyukur istrinya telah sadar dan kembali ke jalan yang benar. Laki-laki itu tetap tidak terima dan marah-marah. Ia bersungut-sungut menuduh laki-laki yang tak dikenalnya itu mengganggu kesenangannyalah, merusak rumah tangga oranglah, sok sucilah, dll. Sang dosen membantah: “Siapa yang merusak? Justru kamu yang merusak istri kamu dan kamu memerasnya. Suami macam apa kamu ini?”


Karena nasehat tidak akan masuk pada orang seperti ini, akhirnya sang dosen mengambil jalan akhir. “Sekarang gini aja, kamu ambil golok bawa keluar, ayo kita duel diluar tapi dengan catatan sampai mati dan harus disaksikan masyarakat, RT, RW dan Polisi. Siapa yang benar diantara kita.” Laki-laki itu hanya diam, sang dosen kesal, ia masuk ke dapur dan meminta golok pada keluarganya. Golok itu diberikan dan dipaksakannya agar laki-laki itu memegangnya dan dipersilahkan untuk menebas bagian mana saja dari tubuh sang sang dosen yang dia mau. Karena dia masih diam, sang dosen menggusur orang itu keluar rumah. Karena suasana ribut, tetangga pada keluar, nonton. Sekalian sang ustadz berteriak-teriak disitu menjelaskan betapa bodoh dan dungunya orang ini, istrinya disadarkan malah tidak terima berarti dia ini hakikatnya setan. Tetangga yang sudah menaruh curiga pada pekerjaan istri laki-laki itu membenarkan ucapan sang dosen. Mereka terus menonton.


Sampai ujungnya, laki-laki itu sadar, menangis, menyesali dan berjanji tidak akan mengganggu mantan istrinya lagi. Orang tuanya pun menyesalkan kebodohan anaknya itu. “Awas, mengganggu lagi mantan istrimu, dengan saya urusannya.”

Ketika kisah ini diceritakan pada saya, saya bilang “luar biasaa …” Ia berucap, “Yaa … menolong itu harus tuntas, jangan setengah-setengah, cuma menyadarkan saja tapi kesananya tidak bertanggung jawab, tidak di urus, ya gak akan bener, dia bisa balik lagi nanti.” Ini kisah nyata, bukan ngarang. Namanya disamarkan untuk menghindari riya. Subhanallaah …
moeflich.wordpress.com

Buat Apa Tampil Cantik Bila Itu Di Haramkan Dan Di Larang Oleh Allah SWT

Setiap wanita memang mepunyai ketrampilan tersendiri dalam mempercantik penampilannya, memanglah sudah menjadi fitrah sebagai wanita yang senantiasa ingin terlihat cantik, biasanya para wanita mempercantik diri atau berdandan itu saat hendak keluar rumah, ntah itu wanita yang telah menikah atau yang belum menikah. Perlu di ketahui untuk para wanita bahwa sesungguhnya berdandan atau membuat cantik diri itu ada hukumnya bahkan juga ada yang diharamkan. Sebab tidak semua cara mempercantik atau berdandan itu diijinkan atau bisa dilakukan untuk seorang wanita muslimah.



Buat Apa Tampil Cantik Bila Itu Di Haramkan Dan Di Larang Oleh Allah SWT

Berikut Beberapa Cara Berdandan Yang Hukumnya Haram Menurut Islam.

1. Mempercantik Diri Dengan Cara Membuka Aurat

Wanita muslimah yang mempercantik dirinya sendiri tetapi sengaja membuka aurat yang semestinya ditutupi, maka cara membuat cantik diri itu dilarang. Dikarenakan tiap-tiap jengkal tubuh seorang wanita adalah aurat kecuali telapak tangan dan muka.

Allah SWT berfirman dalam Al Quran surat Al Ahzab 59

Hai Nabi, katakanlah pada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu serta istri-istri orang mukmin : Hendaknya mereka mendekatkan jilbabnya ke seluruh badan mereka. Yang demikian itu agar mereka lebih mudah di kenal, karenanya mereka tak diganggu. Serta Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Rasulullah SAW juga mengemukakan hal yang sama dalam hadist yang diriwayatkan oleh Abu Daud.

Asma binti Abu Bakar pernah menjumpai Rasulullah SAW dengan menggunakan baju yang tipis. Maka Rasulullah SAW pun berpaling darinya serta bersabda “Wahai Asma, sesungguhnya seorang wanita itu bila sudah haidh (telah baligh) tidak bisa terlihat dari dianya kecuali ini serta ini”. Beliau menunjuk berwajah serta ke dua telapak tangannya.

Dari hadist di atas, Imam Syafii menulis dalam kitab Al Umm

“Dan tiap-tiap wanita merupakan aurat kecuali telapak tangan serta wajahnya”



2. Berdandan Yang Bisa Mengundang Syahwat Laki - Laki

Tidak kalah terlarangnya selain dari membuka aurat yaitu berdandannya seorang muslimah yang membuat syahwat pria lain tergoda.

Seperti apa berdandan yang mengundang syahwat? Misalnya seperti berpakaian yang tertutup tetapi tidak tebal sehingga membuat lekuk tubuh seorang wanita jadi kelihatan. Berdandan yang dilarang juga berkaitan dengan jenis pakaian dan make-up yang terlalu berlebih. Contoh biasanya yang sekarang ada yaitu penggunaan lipstik yang terlihat s*ksi di bibir seorang wanita hingga para pria jadi tergoda.

Padahal Rasulullah SAW bersabda

Wanita yang berpakaian namun t*lanj*ng, yang jalan melenggak lenggok guna membuat manusia memandangnya, mereka tidak akan masuk surga serta tidak akan merasakan aromanya. Padahal aroma surga dapat di cium dari jarak 500 tahun” (HR Malik dalam Al Muwathatha’)

3. Berdandan Seperti Wanita Jahiliyah Dulu

Tentang larangan berdandan yang mirip wanita jahiliyah sudah Allah Swt terangkan dalam Al Quran.

Dan sebaiknya kalian (wahai istri-istri Nabi) menetap di beberapa rumah kalian serta jangan sampai kalian bertabarruj (seringkali keluar rumah dengan berhias serta bertingkah laku) seperti (rutinitas) wanita-wanita jahiliyah yang dahulu” (QS Al Ahzab 33)

Penjelasan ayat tersebut di dalam tafsir Ibnu Katsir tercatat kalau kondisi wanita zaman dulu saat berjalan senantiasa melenggak lenggok dengan langkah yang manja serta cukup memikat pandangan banyak pria. Menyaksikan hal itu, maka Allah SWT melarang perilaku wanita jahiliyah dilaksanakan oleh para wanita muslimah.

Sementara makna kata tabarruj menurut Ibnu Katsir adalah sikap berkerudung tetapi tidak mengikatnya sehingga kalung serta anting yang ada di muka serta lehernya tetap kelihatan. Inilah kenapa dandanan yang meski memakai kerudung dilarang bilatidak sesuai dengan aturan agama islam.

4. Berdandan Seperti Seorang Wanita Kafir

Wanita muslimah yang mirip dandanan wanita kafir dimaksud juga Tasyabuh. Tingkah laku ini sudah dilarang Allah Swt lewat sabda Rasulullah SAW.

Barang siapa yang mirip (tasyabuh) suatu golongan, maka dia termasuk juga bagian dari mereka” (HR Ahmad serta Abu Daud)

Bukan termasuk kelompok kami siapapun yang mirip (tasyabuh) selain kami” (HR Tirmidzi)

Fenoma Tasyabuh ini sangat terlihat di zaman sekarang di mana beberapa artis non muslim yang cukup di kenal sudah dijadikan contoh baik dalam segi berpakaian atau berperilaku. Naudzubillah.

5. Berdandan Seperti Seorang Laki-Laki

Apabila seorang wanita sudah memakai pakaian tertutup tetapi dengan dandanan seperti seorang lelaki, maka dandanan itu masih tetap dilarang oleh agama. Beberapa wanita masa kini yang memakai celana dalam kesehariannya dengan tujuan tidak repot dan kelihatan gaya.

Rasulullah SAW melaknat lelaki yang berpakaian wanita serta wanita yang berpakaian lelaki” (HR Ahmad)

Bila itu memang perlu menggunakan celana, pastikan celana yang khusus untuk bagian dalam serta di luarnya tetaplah memakai rok.

6. Menggunakan Minyak wangi Semerbak Di Luar Rumah

Pemakaian minyak wangi menurut Islam boleh - boleh saja selama dipakai untuk menyenangkan seorang suami. Namun saat ini banyak wanita yang menggunakan minyak wangi untuk keperluan diluar rumah dengan alasan supaya lebih wangi dan tak tercium bau tubuhnya. Malah penggunaan minyak wangi yang terlalu berlebih bakal mengundang kaum pria yang bukan mahramnya menjadi tergoda.

Rasulullah SAW sendiri bahkan menyebutkan wanita yang menggunakan minyak wangi untuk keluar rumah seperti seorang penzina. Seperti yang tertuang dalam hadistnya

Wanita mana saja yang menggunakan minyak wangi lalu lewat pada suatu kaum agar mereka mencium bau minyak wangi itu maka wanita itu sudah berzina” (HR An Nasai)

Wanita mana saja yang menggunakan minyak wangi lalu melewati suatu golongan agar mereka mencium bau minyak wangi itu maka wanita itu sudah berzina” (HR Ahmad)

7. Berlebihan Dalam Memakai Serta Membeli Dandanan

Sikap yang berlebih-lebihan merupakan sikap yg tidak disenangi oleh Allah Swt. Bahkan berdandan yang terlalu berlebih juga tak luput dari larangan Allah Swt.

Sesungguhnya Dia tak suka pada orang-orang yang berlebih-lebihan” (QS Al Anam 141)

Dan sebenarnya orang-orang yang berlebihan, mereka adalah penghuni neraka” (QS Ghafir 43)

Seperti apa berlebihan dalam dandanan yang dimaksud? Jawabannya antara lain berlebihan dalam menghabiskan saat untuk berdandan, berlebihan dalam gaya berbusana atau berdandan dan berlebihan juga dalam pembelian satu dandanan.

Berlebihan di sini bermakna satu pemborosan. Pembelian kosmetik atau baju yang elegan serta mahal justru dipaksakannya untuk memperoleh status sosial dan dandanan yang membuat orang lain kagum.

Dan jangan sampai anda menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros.Sesungguhnya pemboros - pemboros itu saudara-saudara syaitan” (QS Al Isra 26-27)

8. Mencabut Bulu Alis

Jaman saat ini tengah tren beberapa wanita yang mencabut alisnya untuk alasan kecantikan. Walau sebenarnya Rasulullah sejak dulu sudah melaknat wanita yang mencabut alisnya. seperti dalam hadist di bawah ini

Telah dilaknat wanita yang menyambung rambut serta wanita yang minta untuk disambung rambutnya, wanita yang mencabut alis serta wanita yang minta dicabut alisnya, wanita yang mentato serta wanita yang minta untuk ditato, tanpa ada penyakit” (HR Abu Daud dalam sanad shahih)

9. Wanita Yang Menggunakan Rambut Palsu Dan Menyambung Rambut

Tak kalah dengan mencabut alis, Saat ini banyak juga wanita yang sengaja memakai wig (rambut palsu) dan menyambung rambutnya dengan harapan supaya lebih berpenampilan menarik.

Syaikh Yusuf Qadhawi dalam bukunya sudah menerangkan kalau pemakaian wig ataupun menyambung rambut adalah hal yang dilarang baik untuk pria ataupun wanita. Pengucapan beliau adalah penjelasan dari sabda Rasulullah SAW yang di sampaikan oleh Aisyah, Asma, Ibnu Mas’ud, Ibnu Umar serta Abu Hurairah.

Sebenarnya Rasulullah SAW melaknat wanita yang menyambung rambut serta memohon untuk disambung rambutnya” (HR Muslim)



10. Wanita Yang Ditato

Ini merupakan perbuatan yang cukup ekstrim selain dari mencabut alis ialah kesan yang jelek dan di anggap sebagai seorang wanita yang nakal. Hal seperti ini tentu harus dipahami di mana muslimah tak bisa mentato dirinya sebab Rasulullah Saw juga melaknat hal itu.

Telah dilaknat wanita yang menyambung rambut serta wanita yang minta untuk disambung rambutnya, wanita yang mencabut alis serta wanita yang minta dicabut alisnya, wanita yang mentato serta wanita yang minta untuk ditato, tanpa adanya penyakit” (HR Abu Daud bersanad shahih)

Itulah penjelasan mengenai cara berdandan wanita yang hukumnya haram atau tak diijinkan oleh Allah serta RasulNya, sebab dapat menyebabkan hal – hal negatif yang bisa saja hal buruk itu menimpa dirinya, oleh karenanya mulai saat ini jangan sampai kita sebagai wanita mempercantik diri atau berdandan saat berada diluar rumah secara berlebihan yang bisa membahayakan diri sendiri itu. [hebohnews]

Yang Serius Pasti Datang Dengan Orang Tuanya Untuk Melamar, Yang Sendirian Cuma Mau Ngajak Kamu Kencan

Kalau pacarmu memang beneran ingin serius denganmu dia pasti akan datang dengan orang tuanya untuk melamarmu pada kedua orang tuamu. Jika dia cuma datang sendirian kerumahmu, mungkin kamu perlu mempertanyakan keseriusannya.

Yang Serius Pasti Datang Dengan Orang Tuanya Untuk Melamar, Yang Sendirian Cuma Mau Ngajak Kamu Kencan

Karena semua laki-laki, termasuk temanmu juga bisa datang dan menjalin hubungan baik dengan orang tuamu. Lalu apa bedanya dia yang bersetatus pacar kamu sama temen laki-lakimu yang datang main kerumahmu?

Yang Beneran Serius Sama Kamu Pasti Akan Datang Ke Rumahmu Bersana Keluarganya Dia Tidak Akan Datang Sendirian

Kalau dia memang serius sama kamu dia pasti akan datang sama keluarganya ke rumahmu. Yang serius tidak akan datang sendirian karena datang menemui ayahmu sambil membawa orang tuanya adalah bentuk bahwa dia sangat menghargai dirimu.

Yang Namanya Melamar, Ya Pasti Membawa Orang Tuanya. Kalau Cuma Sendirian Mungkin Dia Masih Ragu Padamu

Yang namanya melamar tentu membawa serta keluarganya pula, tidak sendirian, kalau dia datang sendirian berarti dia mungkin masih ragu sama kamu. Masih ingin mengenalmu lebih jauh dan mengenal keluargamu lebih jauh. Kalau cocok baginya dia mau bawa oraang tuanya kalau gak cocok dia akan meninggalkanmu. Intinya meski dia datang kerumahmu kalau sendirian itu belum tentu dia bakalan serius sama kamu.

Kalau Datang Ke Rumahmu Bersama Orang Tuanya, Berarti Dia Pasti Ingin Mengajakmu Ke Pelaminan

Kalau dia datang ke rumahmu bersama keluargaanya itu sudah pasti kamu bakalan ke pelaminan asalkan bapakmu mengatakan IYA. Kalau bapakmu gak bilang IYA meski dia datang sama orang sekampungnya tetep aja gak bisa ngajak kamu ke pelaminan.

Tapi Kalau Cuma Datang Sendirian Berarti Dia Cuma Mau Ngajak Kamu Kencan Alias Cuma Pacaran Aja

Apalagi cuma datang sendirian palingan dia cuma mau ngajak kamu ke taman atau ke kamar kosnya 😀 bercanda kok. Maksudnya kalau dia datang sendirian meski udah ngadep bapakmu dan ngomong ingin serius belum tentu juga bakalan bisa kepelaminan.

Yang Datang Sama Keluarganya Aja Masih Bisa Meninggalkan Apalagi Cuma Datang Sendirian

Karena yang datang sama keuarga besarnya sekalipun masih bisa batal atau tidak jadi menikah denganmu apa lagi dia cuma datang sendirian ke rumahmu. Bukankah sudah banyak kamu temukan kasus sudah siap tinggal nunggu berapa hari tanggal pernkahannya malah tiba-tiba dibatalkaan. Semoga kita semua tidak mengalami itu semua ya amin 😀

Sekarang Bukan Masalah Percaya Atau Tidak, Yakin Atau Tidak Yakin Tapi Sekarang Itu Zamannya Udah Butuh Bukti Bukan Sekedar Butuh Ucapan

Bukan masalahnya tidak percaya atau tidak yakin pada dia yang sudah berniat baik mendatangi kelurgamu untuk ngomong keseriusannya. Hanya saja ucapan keseriusan darinya tidak bisa dipegang, ya iyalah mana ada omongan yang bisa dipegang.

Benarsih Yang Datang Sendirian Belum Tentu Tidak Serius. Hanya Saja Sudah Banyak Kok Cewek Yang Nulis Status ‘Ditanyain Mama Kok Lama Sudah Tidak Kerumah?

Benar dih yang datang sendirian belum tentu tidak serius sama kamu, hanya saja di luar sana sudah banyak tuh cewek yang nulis status ‘kalau orang tuanya nanyain mantannya yang sudah lama tidak kelihatan main kerumahnya’. Dan semoga saja kamu tidak menjadi salah satunya, ditanyaain mana yang biasa kesini atau yang selalu sama kamu. [duapah.com]

Laki-Laki Yang Baik Tidak Akan Pernah Meneriaki Wanita Apa Lagi Membuatnya Menangis

Meski bukan seorang wanita namun laki-laki yang baik tau bagaimana meperlakukan wanita. Dia sangat tau apa yang paling menyakitkan bagi wanita tanpa ada yang memberitahukannya.

Dia juga tidak belajar bagaimana memperlakukan wanita, hanya saja di dalam dirinya seara alamu sudah tumbuh dan tertanmkan kasih sayang terhadap wanita, hingga dia tau betul bagaimana menyayangi wanita terutama orang yang dicintainya.

Dia tidak akan pernah berlaku kasar pada wanita walaupun hanya sekedar meneriakinya karena merasa kesal, atau tidak bisa mengendalikan emosinya.

Karena Laki-Laki Yang Baik Tau Tanpa Berkata Apapun Wanita Sudah Bisa Mengerti Dengan Hatinya Apalagi Meneriakinya

Laki-laki yang baik tidak akan pernah meneriaki wanita karena alasan apapun bahkan untuk alasan takut tidak dengar apa yang disampaikannya. Karena laki-laki tau tanpa diteriakiwanita sudah bisa mengerti kalau dia sedang marah, cemburu atau karena alasan lainya. Laki-laki baik tau bahwa wanita itu mendengarkan dengan ‘hatinya’ juga.

Laki-Laki Yang Baik Tidak Akan Pernah Meneriaki Wanita Apa Lagi Membuatnya Menangis

Laki-Laki yang Baik Juga Tidak Akan Menyakiti Wanita, Karena Dia Tau Itu Akan Sangat Melukai Hatinya

Lelaki yang baik tidak akan pernah menyakiti wanita karena mereka tau bahwa itu akan sangat melukai hatinya dan tentu akan sangat membuat wanita sedih lalu menangis. Lelaki yang baik tidak akan membuat wanita menangis sebab itu mereka pasti tidak akan menyakiti.

Lelaki Yang Baik Tau Bahwa Kadang Wanita Akan Mengatakn Dirinya Tidak Apa-Apa Meski Sebenarnya Hatinya Sakit

Wanita kadang mampu mengatana dirinya tidak apa-apa meski sebenarnya sangat sakit, karena itu dia akan sangat hati-hati memperlakukan wanita. Karena wanita akan sangat sensitif, akan tau bila dia mulai berubah dan berbohong. Karena tidak ingin menyakiti tentu dia tidak akan melakukan hal-hal yang akan membuat wanita mengatakan baik-baik saja meskipun menyiksa diri.

Lelaki Yang Baik Akan Menjaga Kepercayaan Yang Diberikan Pada Wanita Terhadapa Dirinya

Lelaki yang baik akan menjaga betul sikapnya, akan menjaga kelakuan dan kepercayaan pada dirinya. Karena laki-lakiyang baik pasti tidak akan dikekang oleh wanitanya. Dia kan dipercaya akan menjaga hatinya sehingga tak masalah jika dia dekat dengan banyak wanita.

Soal Urusan Tanggung Jawab Lelaki Yang Baik Paling Tau, Bukan Hanya Tanggung Jawab Memacari Tapi Juga Tidak Menyakiti Dan Melamarnya

Kalau soal urusan tanggung jawab lelaki yang baik paling tau, dia paling tau bagaimana menjaga hatinya, tepat janji, tidak menyakiti dan juga bertanggung jawab untuk menghalalkan bukan hanya sekedar macarin aja.

Aku Menunggu Saat Dimana Kamu Jadi Imamku dan Akulah Makmumnya

Tidak ada saat yang terbaik dalam hidupku, selain melihatmu berdiri didepanku, membimbingku ke jalan Tuhan. Kita sama-sama berdoa dan memohon perlindungan-Nya. Saat kamu dan aku sudah tejalin dalam suatu ikatan yang halal, sebuah tali pernikahan, aku melihat wajahmu yang berseri dibalut dengan air wudhu yang menetes perlahan dari pelipis rambutmu dan matamu yang berbinar seakan ada jutaan bintang yang bersemi di dalamnya. Dalam hatiku aku terus-terusan berucap aku sangat ingin, sangat ingin segera untuk menjadi makmummu dan melihat wajah dan pemandangan itu setiap saat.

Aku Menunggu Saat Dimana Kamu Jadi Imamku dan Akulah Makmumnya

Aku Ingin Mencium Tanganmu dan Melihat Senyuman Indahmu

Saat kita selesai beribadah, kamu berbalik memandangku dengan mata yang dipenuhi oleh bintang yang akan membuatku terkesima sesaat, dan senyumanmu yang tegas tapi hangat membuatku begitu merasa beruntung karena telah memilikimu. Aku segera meraih tanganmu dan menciumnya dengan lembut. Kehangatan dari tanganmu membuat aku damai dan semakin percaya, tangan inilah yang nanti akan menuntunku ke surga bersamamu. Tangan inilah bukti perjuangan dalam mencari nafkah. Dan tangan inilah tangan yang memberikan aku kehangatan serta belaian lembut saat aku merindukanmu.

Ketika Kamu yang Melantunkan Doa, dan Aku yang Mengamini. Pasti Sangat Indah Waktu Itu

Kita sama-sama berdoa dalam kekhusu’an, kamu mengucapkan dan memohon doa, sedangkan aku yang mengamini. Sama halnya seperti itulah saat kita menjalin rumah tangga nanti. Aku akan senantiasa memberikan semangat dan doa untuk setiap usahamu. Saat kamu sedang berusaha menuaikan kewajiban sebagai kepala keluarga, kamu berdoa dan aku menguatkannya dengan mengucapkan “Amin”. Sehingga setiap doa yang kita harapkan dapat terkabulkan.

Setelahnya Kamu Tak pernah Lupa Untuk Membimbingku Membaca 1 atau 2 Butir Ayat

Aku yang masih bodoh dan tak mengerti bagaimana melantunkan ayat dengan baik, benar-benar kamu perhatikan. Kamu tahu saat kita punya anak nanti, akulah yang lebih banyak membantu anak-anak membaca ayat-ayat suci, sehingga aku harus memperbaiki bacaanku. Kamu begitu sabar membantu dan tidak mengeluh walaupun sedikit-sedikit aku pasti melakukan kesalahan. Aku begitu bodoh dan tak mengerti apa yang harus aku lakukan. Tapi menanggapi kebodohanku itu, kamu hanya tersenyum dan mengelus kepalaku perlahan. Kamu tahu aku sangat senang saat bisa bermanja denganmu disetiap kesempatan.

Aku Sangat Percaya, Saat Bersamamulah Nanti Aku Dapat Menjadi Manusia yang Sempurna

Memang tidak ada yang sempurna di dunia ini. dan saat kita merasa sudah begitu sempurna, itu berarti tandanya kita telah menemukan seseorang yang bisa menutupi kekurangan yang kita miliki. Aku sangat percaya bahwa kamu adalah orangnya. Dengan segala sifat dewasamu yang berusaha membimbingku, nasehatku yang terkadang membosankan. Tapi aku menyadari, itu yang terbaik untukku. Dan juga sikapmu yang membuat aku belajar untuk menghargai diriku sendiri dan orang lain. Tentu saja semua hal itu membuat aku yakin saat bersamamulah aku akan menjadi manusia yang lebih sempurna

Hingga Aku Tak Sabar Untuk Bisa Menjadi Makmum, dan Melihatmu Didepanku Sebagai Imamku dan Keluarga Kecil Kita

Aku membayangkan itu akan segera terjadi, kamu berdiri dengan khusu’ didepanku dan menjadi imam dan pimpinan dalam keluarga kecil kita. Kamu membimbingku dan menunjukkan arah kebahagiaan bersama. Sampai aku berharap tidak hanya menjadi makmummu di dunia saja. Biarlah aku tetap bersamamu hingga tubuh tak lagi ada di dunia yang fana ini dan tetap berdiri dibelakangmu dan mengikuti tuntunanmu.

Naudzubillah!! Ini Akibatnya Merusak Hubungan Rumah Tangga Orang Lain

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu ia berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

“… dan siapa yang merusak (hubungan) seorang wanita dari suaminya, maka ia bukanlah dari (golongan) kami’”(Hadits shahîh diriwayatkan oleh Ahmad, Al-Bazzar, Ibn Hibban, Al-Nasa-a dalam al-Kubra dan Al-Baihaqi)

Sahabat Ummi, belakangan ini film dan sinetron mengenai perselingkuhan, serta orang ketiga yang menjadi wanita atau pria perusak rumah tangga orang lain seolah sudah menjadi hal yang biasa saja, padahal ancaman hukumannya sungguh-sungguh amat berat dalam ajaran Islam.

Imam Ibnul Qoyyim Rahimahullah mengatakan tentang hukum merusak hubungan wanita dengan suaminya:

Naudzubillah!! Ini Akibatnya Merusak Hubungan Rumah Tangga Orang Lain

“Perbuatan ini termasuk salah dosa besar, Sebab, jika syari’at melaraang meminang pinangan saudaranya, maka bagaaimana halnya dengan orang yang merusak isterinya, serta berusaha memisahkan di antara keduanya sehingga dia bisa berhubungan dengannya. Perbuatan dosa ini tidak kurang dari perbuatan keji (zina), walaupun tidak melebihinya, dan hak lain tidak gugur dengan taubat dari kekejian. Karena taubat, meskipun telah menggugurkan hak Allah, namun hak hamba masih tetap ada. Menzalimi seseorang (suami) dengan merusak isterinya dan kejahatan terhadap ranjangnya, hal itu lebih besar dibandingkan merampas hartanya secara zalim. Bahkan,tidak ada (hukuman) yang setara disisinya kecuali (dengan) mengalirkan darahnya.” (al-manawi dalam Faaidhul Qadiir)

Rasulullâh –shallallâhu ‘alaihi wa sallam- bersabda: “Tidak halal bagi seorang wanita meminta (kepada suaminya) agar sang suami mencerai wanita lain (yang menjadi istrinya) dengan maksud agar sang wanita ini memonopli ‘piringnya’, sesungguhnya hak dia adalah apa yang telah ditetapkan untuknya”. (Hadîts muttafaq ‘alaih).

Ada kisah nyata yang terjadi di Lebanon, seorang istri yang terpikat seorang laki-laki yang dikenalnya ketika chatting di internet. Laki-laki ini sungguh jauh berbeda dengan sosok suaminya, ia sangat perhatian, suka bercanda, enak diajak ngobrol, hingga akhirnya sang istri tidak lagi berminat melayani suaminya dengan baik.

Ketika suaminya menjual komputer rumahnya, karena sang istri keranjingan chatting, istrinya malah marah-marah dan menggugat cerai. Karena suaminya begitu menyayangi sang istri, awalnya suaminya menolak menceraikan, tapi didesak terus-menerus, akhirnya mereka bercerai.

Sang istri mencari lelaki yang di dalam chatting senantiasa berjanji akan menikahinya jika ia berpisah dengan suaminya. Akan tetapi begitu ditemui, ternyata lelaki itu menolak untuk menikahinya.

“Aku tidak suka dengan istri yang tidak setia pada suami, sepertimu. Selama ini, aku hanya menguji sejauh mana kamu setia dengan suamimu”

Maka, sungguh merugilah apa yang telah diperbuat sang istri, karena mengkhianati suaminya dan terpedaya bujuk rayu laki-laki lain yang memang suka merusak rumah tangga.

1. Hukum Ukhrowi

Para ulama’ bersepakat bahwa hukum mengganggu dan merusak hubungan sebagaimana dimaksud dalam hadîts nabi di atas adalah haram maka siapa saja yang melakukannya, maka ia mendapatkan dosa dan diancam siksa di neraka.

Bahkan Imam Al-Haitsamî mengkategorikan perbuatan dosa ini sebagai dosa besar.

Dalam kitabnya Al-Zawâjir ‘an Iqtirâf al-Kabâir beliau menyebutkan bahwa dosa besar yang ke 257 dan 258 yaitu merusak seorang wanita agar terpisah dari suaminya dan merusak seorang suami agar terpisah dari istrinya.

Alasannya, hadîts nabi –shallallâhu ‘alaihi wa sallam – di atas menafikan pelaku perbuatan merusak ini dari bagian umat beliau, dan ini terhitung sebagai ancaman berat. Juga para ulama’ sebelumnya, secara sharîh (jelas) mengkategorikannya sebagai dosa besar. (lihat Al-Zawâjir juz 2, hal. 577).

b. Hukum Duniawî

Ada dua hukum duniawi terkait dengan hadits ini, yaitu:

1. Jika ada seorang lelaki yang merusak hubungan seorang wanita dari suaminya, lalu sang wanita itu meminta cerai dari suaminya, dan sang suami mengabulkannya, atau jika ada seorang lelaki merusak hubungan seorang wanita dari suaminya, lalu sang suami marah dan menceraikan istrinya, lalu sang lelaki yang merusak ini menikahi wanita tersebut, apakah pernikahannya sah?

Jumhur ulama’ berpendapat bahwa pernikahan sang lelaki perusak dengan wanita korban tindakan perusakannya adalah sah. Alasannya adalah karena wanita tersebut tidak secara eksplisit terhitung sebagai muharramât (wanita-wanita yang diharamkan baginya).

Namun, ulama’ Mâlikiyyah memiliki pendapat yang berbeda dengan Jumhur. Mereka berpendapat bahwa pernikahan yang terjadi antara seorang lelaki perusak dengan wanita yang pernah menjadi korban tindakan perusakannya harus dibatalkan, baik sebelum terjadi akan nikah di antara keduanya atau sudah terjadi.

Yang lebih menarik lagi dari pendapat Mâlikiyyah ini adalah: ada sebagian dari ulama’ Mâlikiyyah yang berpendapat bahwa wanita “korban” tindakan perusakan seorang lelaki, menjadi haram selamanya bagi sang lelaki perusak tersebut.

Perbedaan pendapat ini kami sebutkan di sini sebagai peringatan keras bagi siapa saja agar tidak melakukan perbuatan seperti ini, walaupun, secara hukum fiqih, pendapat Jumhur lebih kuat, akan tetapi, pendapat Mâlikiyyah, perlu kita jadikan sebagai cambuk peringatan.

2. Jika ada seseorang yang melakukan perbuatan terlarang ini, adakah ia perlu mendapatkan hukuman di dunia?

Para ulama’ berpendapat bahwa perbuatan terlarang seperti ini, jika ada yang melakukan, maka hakim berwewenang menjatuhkan ta’zîr (hukuman yang ketentuannya ditetapkan oleh hakim atau penguasa) dengan syarat tidak melebihi bobot 40 cambukan.

Di antara mereka ada yang berpendapat, hukumannya adalah kurungan penjara sampai ia menyatakan tobat atau meninggal dunia (sebagian penganut Mazhab Hanafî)

Di antara mereka ada yang berpendapat, cukup diberi cambukan keras saja, dipublikasikan perbuatannya, agar orang waspada darinya dan agar orang lain mengambil ibrah (sebagian penganut madzhab Hanbalî).

Semoga kita semua terhindar dari perbuatan yang sangat tercela ini, aamiin. [reportaseterkini.net]

Terkadang Allah Hanya Mempertemukan Dua Insan, Bukan Menyatukannya

Artikisah.com - Seperti sebuah lirik lagu bahwa ada banyak cara Tuhan menghadirkan cinta. Kita tak tak pernah tahu kapan cinta itu akan datang, kapan cinta itu akan mengisi dan tumbuh di hati kita. Rasanya tiba-tiba kita mulai merasakan kebahagiaan sejak ada hadirnya. Kita merasakan kenyamanan ketika sedang bersamanya. Hingga kita pun merasa sangat beruntung tat kala bisa melihat senyumnya. Mungkin itu lah masa-masa bahagia saat kita tengah di datangi rasa cinta. Membuat kita seolah lupa akan masalah hidup yang begitu banyaknya. Membuat kita merasa beruntung telah diberikan kehidupan dengan berjumpa dengannya.

Terkadang Allah Hanya Mempertemukan Dua Insan, Bukan Menyatukannya

Kita tak pernah mengira bisa bertemu dengan dia, sosok yang tak pernah kita jumpa sebelumnya. Bahkan dia berasal dari tempat yang tak kita kenal sebelum bertanya-tanya. Hingga Allah mempertemukan kita dengannnya di suatu tempat, suatu momen, atau suatu apapun yang akhirnya membuat kita bisa jadi berteman dengan dia. Itu hanya awalnya, hingga lambat laun entah kapan kita mulai memperhatikannnya dan akhirnya menjadi mengagumi sosoknya. Dia telah menjadi sosok idola bagi hati kita, yang sering kali memunculkan harapan-harapan tentang dirinya di masa depan. Awalnya tak berani, namun kita coba meyakinkan diri. Bahwa memang tak ada yang tak mungkin di dunia ini. Kuasa Allah sungguh sangat besar untuk memungkinkan segala sesuatu terjadi.

“Aku telah mengharapkanmu, namun kau tak tahu itu.”


Tak semua orang bisa mengungkapkan perasaan dengan begitu mudahnya. Tak semua orang yang bisa menahan malu dan sungkan untuk mengutarakan hatinya. Kemudian, terkadang walau sudah diungkapkan dengan berbagai perhatian. Ternyata tak semua orang pula yang peka terhadap isi hati. Tak semua orang dengan mudah bisa mengerti apa arti dari semua perhatian yang telah kita beri.

Cinta bagi seseorang yang telah beranjak dewasa tentu bukan semudah anak remaja yang dengan percaya dirinya merayu dengan berkata “Aku Cinta Padamu”. Karena kita tahu bahwa cinta tak sesingkat kalimat itu. Dia pun mungkin hanya akan tersenyum dan berbalik arah jika kita hanya berkata sedemikian itu. Menganggapnya sebagai sebuah candaan gombal yang tak berarti apa-apa. Kita pun mengerti bahwa kita memang butuh keseriusan, jika kita ingin mendapatkan hatinya. Namun tak semua orang yang dengan cepat bisa menyiapkan diri untuk menyatukan dua hati.

“Aku sebenarnya ingin bersamamu, namun aku belum punya cukup bekal tuk mengajakmu bersamaku.”


Ada dari kita yang meberanikan diri untuk berterus terang dan mengungkapkan semua perasaan kepada sosok yang dicintai. Walau belum siap tuk menikah, kita mencoba meyakinkan dirinya bahwa kita tengah berusaha sekeras mungkin untuk segera bersanding dengannya. Dengan berbagai alasan dan argumen kita mencoba membuat ia percaya bahwa kita itu pantas untuk ditunggu olehnya. Ada pula dari kita yang berdiam menyembunyikan isi hati. Hanya berharap bahwa si dia tak akan di miliki oleh orang lain sebelum kita datang menjemputnya. Kita mencintai dalam diam perhatian, berharap akan datang kesempatan bagi kita memiliki sosok yang sitimewa itu. Tanpa banyak merayu tanpa banyak berjanji, namun seketika mengajaknya bersanding dengan kemapanan diri.

Seiring hadirnya bayangan tentang dirinya di fikiran kita, mungkin kita jadi berfikir lebih dalam kenapa Allah mempertemukan dirinya di kehidupan kita. Kita yang terlanjur mencintainya, seolah bertanya-tanya pada diri kita sendiri.

“Apakah aku salah jika aku mencintaimu. Bukankah ini hak semua orang?”


Memang tak ada salahnya kita merasakan cinta, tak ada salahnya kita mencintai seseorang. Bahkan cinta itu sebenarnya adalah suatu karunia, sebuah keindahan yang niscaya bisa membuat kita bahagia. Namun kadang keindahan itu justru tak membuat kita bahagia, bahkan hingga kita dibuatnya sedih sepi ataupun menangis. Hal itu karena mungkin kita sendiri yang salah memperlakukan cinta itu, salah menempatkannya atau terlalu tergesa-gesa memberikannya kepada seseorang.

Lambat laun orang yang kita cintai itu pergi ataupun jadi jauh. Entah ia sengaja pergi dan menjauh. Bisa juga karena momen kebersamaan yang terpaksa dipisahkan karena perbedaan kepentingan diantara kita dengan dia. Dia yang punya tujuan lain dan kita pun lain pula. Sedih rasanya harus berpisah dengan dia.

“Mengapa ada perpisahan denganmu, setelah tumbuh rasa cinta di hatiku padamu?”

Memang orang-orang yang kita temui di suatu tempat, maka dia niscaya akan kembali ke tempatnya masing-masing. Atau ia pergi ke tempat yang selama ini akan ia tuju. Sayangnya, ternyata tempat ia kembali itu berbeda dengan tempat yang kita tuju. Kita akhirnya menyadari, bahwa jika tak ingin berpisah dengan dia maka kita harus dapatkan dia.

Jika mengajaknya menikah adalah seperti terlalu cepat. Seolah memaksakan waktu tuk mencegah ia pergi. Seolah menghentikan waktu tuk bisa tetap bersamanya. Karena memang kita tak bisa memaksa seseorang tuk segera menikah dengan kita. Namun jika tidak demikian, mungkin kita hanya bisa menggantung harapan kita di langit. Berharap dengan lantunan doa-doa agar kita bisa berjodoh dengannya. Namun kita menyadari bahwa itu saja tak cukup, kita justru semakin khawatir jika sewaktu-waktu dia akan dipinang orang. Meminta dia untuk menunggu kita tanpa kejelsasan, itu pun seolah seperti seorang PHP yang mengumbar janji. Dia sewaktu-waktu bisa jatuh sepi karena terlalu lama menunggu.

Akhirnya kita pun bisa memastikan, jika kita serius mendapatkannya maka niscaya kita akan mendapatkannya. Jika ia jodoh kita, ia pun tak akan pergi kemana. Jika ia mau menunggu kita, ia pun akan jadi penunggu cinta yang setia. Jika kita tak ingin ia menunggu, mungkin kita bisa memastikannya segera. Namun, jika disuatu hari kita mendengar bahwa ia akhirnya memberikan hatinya pada orang lain. Kita pun harus meredam semua kesedihan dan kepedihan cinta yang tak sampai. Karena itu lah pilihannya, dan itulah jodohnya. Karena kita harus menyadari, mungkin selama ini Allah hanya mempertemukan kita dengannya. Kita ditakdirkan bukan untuk dipersatukan menjadi jodohnya.

“Terima kasih atas cinta yang tercipta, ternyata aku memang bukan jodohmu. Aku bahagia, walau selama ini ternyata aku salah menempatkannya. Semoga kau bahagia."


Tidak Perlu Jadi Orang Lain Setelah Menikah. Sebab Pernikahan Itu Menerima Bukan Menuntut

Aku mencintaimu apa adanya, bukan karena apa atau dengan apa. Dan aku harap kau menerimaku seperti aku menerimamu, tidak ada kepalsuan atau sesuatu yang ditutup-tutupi. Ketahuilah kekuranganku, agar kau menghargasi segala sisi baikku.

Kita bersama untuk saling melengkapi, bukan untuk bersaing dengan kelebihan masing-masing. Kita fahami kesempurnaan itu tidak akan pernah ada dalam diri manusia. Tapi menghargai kekurangan pasangan masing-masing adalah hal yang membuatnya sempurna. Seperti hadirmu yang melengkapi kekosongan dalam hatiku dan penggenap dari agama yang aku miliki.

Tidak Perlu Jadi Orang Lain Setelah Menikah. Sebab Pernikahan Itu Menerima Bukan Menuntut

Mari kita sama-sama berjuang, karena kita tau ini tidak akan pernah mudah. Butuh banyak kesabaran untuk memahami dan banyak waktu untuk belajar mencintai. Aku adalah tulang rusuk yang ada di dekat hatimu dan selalu ada untuk menjadi penenang hatimu. Jangan paksakan aku menjadi tulang kepala atau malah jadi tulang kaki.

Tidak perlu menjadi orang lain setelah menikah. Jadilah dirimu yang pertama aku kenal, sampai aku mulai menaruh hati padamu. Hingga saat ini aku masih menaruh harapan padamu, agar hati ini kau jaga baik-baik dan aku akan setia berada di sampingmu. Mari kita berjuang bersama, berjuang membentuk sebuah keluarga yang bahagia dunia dan akhirat.

Aku bukanlah wanita yang sempurna, jadi jangan pernah menuntut banyak padaku. Maafkan jika nanti masakanku tidak seenak masakan ibumu. Perhatianku tidak sedetail dan secakap ibumu. Aku adalah aku, wanita yang tidak ada hubungan darah denganmu tapi sepenuh hati ingin mencintaimu.

Hanya satu pintaku, Terimalah aku dengan segala kekuranganku

Karena Wanita Yang Menemani Dari Nol Adalah Yang Pantas Diperjuangkan

Bukan sesuatu yang mudah bagi seorang wanita untuk bisa percaya dan setia. butuh lebih dari sekedar keyakinan dan kesabaran, mendampingi seorang pria dari titik awal perjuangannya. Dan aku harap kau mengerti, mendampingimu pada saat-saat sulit sudah lebih dari cukup dari bukti kesetiaan.

Karena Wanita Yang Menemani Dari Nol Adalah Yang Pantas Diperjuangkan

Bisa saja aku memilih pria yang sudah mapan dan siap secara finansial untuk bisa mendampingi hidupku kelak. Bisa saja aku pergi dan memilih yang lain, saat kau ada dalam keterpurkan yang menghimpit. Tapi percayalah, aku bukan waita yang silau karena harta dan gelap karena jawabatan.

Aku mencintaimu karena aku memilih takdirku bersamamu, tidak peduli apa kata orang terhadapmu dan kita. Tidak peduli seberapa keras dunia menguji kekuatan cinta kita, aku akan selalu ada di sampingmu. Bersamamu adalah sebuah kebahagiaan yang sulit aku tukar dengan sebuah kesenangan dunia.

Nanti, kita ajarkan pada anak-anak kita. Kalau cinta yang hanya bermodalkan pesona dunia akan pudar pada waktunya. Hilang dan hancur dimakan usia dan rapuh terhadap waktu. Anak-anak kita akan melihat dan merasakan seberapa besar rasa cinta kita, yang tidak akan pudar oleh kesulitan-kelsulitan hidup.

Aku wanita pertama yang menyakini kau akan sukses suatu hari nanti. Aku akan terus memeluk mimpi-mimpimu di tengeh cemoohan orang-orang. Aku wanita yang akan berusaha bertahan, saat kariawan terakhirmu pergi meninggalkan. Aku adalah wanita yang akan berusaha menemanimu di tengah lelahmu. Aku percaya, kamu pasti bisa dengan usaha dan doa yang selalu kita panjatkan bersama.

Perjuangkan aku dengan segala daya dan upayamu, maka aku akan selalu setia berada di sisimu. Jaga hati ini baik-baik, dan ingatlah jika kau sudah sukses nanti. Aku lah wanita yang dengan setia menemanimu menuju kesuksesan, bukan mereka yang hanya bisa menantimu di puncak. Karena cintaku tulus bukan karena materi, tapi memang karena hati ini sudah memilihmu menjadi penjaga hati ini.

Orang Pelit dan Terlalu Perhitungan Hidupnya Tidak Akan bahagia

Pelit dan terlalu perhitungan adalah tipe orang yang selalu dipinggirkan dan selamanya tidak akan memperoleh kebahagiaan.

Mengapa? Sebab dua tipe orang tersebut adalah orang-orang yang selalu dihindari masyarakat di sekitarnya, mereka yang hidup di sekeliling dua orang tersebut tidak akan membantu dan menlong keduanya ketika mendapat musibah dan kesulitan.

Orang Pelit dan Terlalu Perhitungan Hidupnya Tidak Akan bahagia

Dan ini kabar baik bagi Anda yang memiliki sifat murah hati, tidak pelit dan suka menolong. Menurut hasil survei yang dilakukan oleh Gallup World Poll, mulai dari tahun 2009 hingga 2016, didapatkan bahwa sifat murah hati, tidak pelit untuk memberi, dan penolong, mampu mendatangkan kebahagian dalam diri seseorang.

Jadi, mereka yang masuk dalam kategori orang pelit dan suka perhitungan, bisa jadi tidak pernah merasa bahagia dalam hidupnya.

Hasil jajak pendapat yang dikemukakan dalam American Psychological Association ini, melibatkan sekitar 312.382 responden.

Survei menyimpulkan adanya hubungan positif antara sifat memberi dengan perasaan bahagia dalam hati.

Hasil survei ini ditemukan pada 90% responden meski status dan latar belakang mereka saling berbeda jauh.

Kemudian, hasil serupa juga terlihat pada survei yang pernah diadakan oleh International Canada University.

Survei yang melibatkan kurang lebih 1750 orang tersebut, mengungkapkan bahwa para responden merasa lebih bahagia dan tentram hidupnya setelah mereka menolong dan memberi amal untuk orang lain.

Kesimpulannya, mereka yang rajin beramal mempunyai peluang tinggi untuk menjalani kehidupan dengan penuh kebahagiaan. Sebaliknya, mereka yang pelit dan perhitungan, bisa jadi hidup dalam keadaan tidak bahagia. [kabarmakkah]

Bersyukurlah Kalau Kamu Diomongin Jelek Dibelakang, Karena Akan Mendapat 5 Keuntungan Ini

Jika di-ghibahi/dirasani atau diomongin jelek sama teman kita atau orang yang baru mengenal kita, harusnya kita tenang dan tak perlu marah karena:

1. Dapat Pahala Tanpa Beramal
Kita dapat pahala di hari kiamat dari yang meng-ghibahi

2. Kekurangan Membuat Kita Dibicarakan Apalagi Kelebihan Kita

3. Mengurangi Dosa
Jika pahala peng-ghibah habis, maka dosa kita diberikan padanya

4. Ghibah Hanya Kata-kata Saja, Bukan Pedang dan Bukan Pula Sebuah Pengaruh
Takkan berpengaruh pada baik-buruk kondisi kita, jadi tetaplah beramal dan jadi diri sendiri


Bersyukurlah Kalau Kamu Diomongin Jelek Dibelakang, Karena Akan Mendapat 5 Keuntungan Ini

5. Sebenarnya Peng-ghibah Lebih Sengsara, Jadi Tenang Saja
Rasa hasad membuat peng-ghibah menghabiskan waktunya memikirkan kita. Bisa jadi tidurnya tidak nyenyak, dada semakin sesak setiap mendengar kesuksesan kita.

Itulah fungsi iman di hari kiamat
Keadilan takkan bisa didapatkan
Seadil-adilnya di dunia
Harus ada yang bersabar
Lalu menuai hasil di akhirat

Note: maksudnya “bersyukur” pada judul diatas yaitu, janganlah kita senang saudara kita masuk mendapat kejelekan karena kita, jika bisa doakan dia agar berhenti ber-ghibah

Berikut hadits mengenai orang yang muflis (bangkrut) di hari kiamat. Banyak beramal, shalat, puasa. tapi lisan dan anggota badannya sering menganggu saudaranya

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:

أَتَدْرُونَ مَنِ الْمُفْلِسُ قَالُوا الْمُفْلِسُ فِينَا مَنْ لَا دِرْهَمَ لَهُ وَلَا مَتَاعَ فَقَالَ إِنَّ الْمُفْلِسَ مِنْ أُمَّتِي مَنْ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِصَلَاةٍ وَصِيَامٍ وَزَكَاةٍ وَيَأْتِي قَدْ شَتَمَ هَذَا وَقَذَفَ هَذَا وَأَكَلَ مَالَ هَذَا وَسَفَكَ دَمَ هَذَا وَضَرَبَ هَذَا فَيُعْطَى هَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ وَهَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ فَإِنْ فَنِيَتْ حَسَنَاتُهُ قَبْلَ أَنْ يُقْضَى مَا عَلَيْهِ أُخِذَ مِنْ خَطَايَاهُمْ فَطُرِحَتْ عَلَيْهِ ثُمَّ طُرِحَ فِي النَّارِ

“Apakah kalian tahu siapa muflis (orang yang pailit) itu?”

Para sahabat menjawab,

”Muflis (orang yang pailit) itu adalah yang tidak mempunyai dirham maupun harta benda.”

Tetapi Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:

“Muflis (orang yang pailit) dari umatku ialah, orang yang datang pada hari Kiamat membawa (pahala) shalat, puasa dan zakat, namun (ketika di dunia) dia telah mencaci dan (salah) menuduh orang lain, makan harta, menumpahkan darah dan memukul orang lain (tanpa hak). Maka orang-orang itu akan diberi pahala dari kebaikan-kebaikannya. Jika telah habis kebaikan-kebaikannya, maka dosa-dosa mereka akan ditimpakan kepadanya, kemudian dia akan dilemparkan ke dalam neraka”. (HR. Muslim)

Sumber: muslimafiyah.com

Wahai Istri, Semarah Apa pun Kamu Jangan Sampai Mengatakan 3 Kalimat Ini Pada Suamimu

Yang namanya wanita biasanya sangat sensitif dan mudah ngambek begitu terjadi sesuatu yang tidak disenangi.

Wahai Istri, Semarah Apa pun Kamu Jangan Sampai Mengatakan 3 Kalimat Ini Pada Suamimu

Akan tetapi wahai muslimah, wahai para istri shalihah, se-ngambek apapun dirimu, jangan sampai mengucapkan hal-hal ini pada suami, karena bisa menjadikan diri kita termasuk istri yang kufur terhadap suami:


1. “Kamu Tak Pernah Berbuat Baik Padaku Sama Sekali”

Benarkah pernyataan ini? Padahal mungkin suami kita sudah pontang-panting bekerja mencari nafkah untuk istri dan anak, hanya karena satu kesalahan yang tidak kita sukai, pantaskah jika kita menyebutkan kalimat tersebut?

2. “Apa Sih Bagusnya Kamu? Nggak Ada!”

Seburuk-buruknya manusia pasti punya kebaikan, pasti ada hal yang bagus dari dirinya, maka jangan sampai kita mengucapkan hal seperti ini.

3. “Aku Tak Pernah Bahagia Bersamamu”

Faktanya, bahagia atau tidaknya diri kita bukanlah tergantung orang lain, melainkan tergantung keputusan kita sendiri. Maka tak patut kita mengucapkan hal ini pada suami, karena bisa menyakiti perasaan suami.



Tahukah bahwa Rasulullah menyatakan banyak wanita masuk neraka karena perkataan-perkataan sejenis itu?


“ … dan aku melihat Neraka maka tidak pernah aku melihat pemandangan seperti ini sama sekali, aku melihat kebanyakan penghuninya adalah kaum wanita.


Para sahabat pun bertanya : “Mengapa (demikian) wahai Rasulullah?”


Baginda s.a.w menjawab : “Karena kekufuran mereka.”


Kemudian ditanya lagi : “Apakah mereka kufur kepada Allah?”

Baginda menjawab : “Mereka kufur terhadap suami-suami mereka, kufur terhadap kebaikan-kebaikannya. Kalaulah engkau berbuat baik kepada salah seorang di antara mereka selama waktu yang panjang kemudian dia melihat sesuatu pada dirimu (yang tidak dia sukai) niscaya dia akan berkata : ‘Aku tidak pernah melihat sedikitpun kebaikan pada dirimu.’” (Hadis Riwayat Imam Al-Bukhari)


Oleh sebab itu, semoga tulisan singkat ini menjadi pengingat para istri agar tidak sembarangan dalam mengucap sesuatu pada suaminya sekalipun ngambek.


Wallaahualam.


Sumber: ummi-online.com